Wartatrans.com, JAKARTA — Komitmen sineas Erick Mulyono dalam mengangkat nilai-nilai lokal kembali ditegaskan dalam sebuah forum kebudayaan. Hal tersebut disampaikannya disela acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Persatuan Karyawan Film & Televisi Indonesia (KFT Indonesia) di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jumat (24/04/2026).
Dalam obrolan santai itu, Erick menekankan pentingnya peran film sebagai medium untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah. Ia menyebut, setiap wilayah di Indonesia memiliki kekayaan cerita yang layak diangkat ke layar lebar.

“Saya percaya setiap daerah punya cerita yang kuat. Film bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan nilai-nilai itu kepada generasi sekarang,” ujar Erick.
Menurutnya, film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi kultural. Oleh karena itu, ia memilih untuk menggarap film-film dengan pendekatan lokalitas yang mampu merefleksikan identitas masyarakat di berbagai daerah.
Pendekatan tersebut, lanjut Erick, membutuhkan riset yang mendalam agar cerita yang dihadirkan tetap autentik dan tidak kehilangan konteks sejarahnya. Ia ingin penonton tidak hanya menikmati alur cerita, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Semangat itu juga tercermin dalam salah satu proyek filmnya, Dowa Juseyo, yang mengusung elemen lokal meski dikemas dalam nuansa lintas budaya Indonesia dan Korea Selatan.
“Film lokal harus bisa menyadarkan, bukan hanya menghibur. Ada tanggung jawab untuk menjaga dan mengenalkan kembali sejarah serta budaya kita,” katanya lagi.
Acara halal bihalal yang digelar oleh KFT Indonesia tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi bagi para pelaku industri perfilman untuk memperkuat arah dan identitas sinema Indonesia ke depan.
Dengan konsistensi tersebut, Erick berharap karya-karya film Indonesia mampu menjadi medium yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat jati diri budaya bangsa.*** (Dulloh)




























