Menu ✖

Mode Gelap
Pangkalan KPLP Tanjung Priok Kerahkan Kekuatan Armada Laut untuk Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda ASDP Utamakan Keselamatan, Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Kemenhub Perkuat Layanan Kepelabuhanan di Kupang Fokus Penanganan Penumpang, Kemenhub Pastikan Penanggulangan Kebakaran KMP Batumandi Sekjen PBB Sambangi Hambalang, Prabowo Bahas Perdamaian Dunia dan Palestina Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026

SENI BUDAYA

Erick Mulyono Angkat Kearifan Lokal Lewat Film, Serukan Kesadaran Sejarah Budaya

badge-check


 Erick Mulyono Angkat Kearifan Lokal Lewat Film, Serukan Kesadaran Sejarah Budaya Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Komitmen sineas Erick Mulyono dalam mengangkat nilai-nilai lokal kembali ditegaskan dalam sebuah forum kebudayaan. Hal tersebut disampaikannya disela acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Persatuan Karyawan Film & Televisi Indonesia (KFT Indonesia) di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jumat (24/04/2026).

Dalam obrolan santai itu, Erick menekankan pentingnya peran film sebagai medium untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah. Ia menyebut, setiap wilayah di Indonesia memiliki kekayaan cerita yang layak diangkat ke layar lebar.

“Saya percaya setiap daerah punya cerita yang kuat. Film bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan nilai-nilai itu kepada generasi sekarang,” ujar Erick.

Menurutnya, film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi kultural. Oleh karena itu, ia memilih untuk menggarap film-film dengan pendekatan lokalitas yang mampu merefleksikan identitas masyarakat di berbagai daerah.

Pendekatan tersebut, lanjut Erick, membutuhkan riset yang mendalam agar cerita yang dihadirkan tetap autentik dan tidak kehilangan konteks sejarahnya. Ia ingin penonton tidak hanya menikmati alur cerita, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Semangat itu juga tercermin dalam salah satu proyek filmnya, Dowa Juseyo, yang mengusung elemen lokal meski dikemas dalam nuansa lintas budaya Indonesia dan Korea Selatan.

“Film lokal harus bisa menyadarkan, bukan hanya menghibur. Ada tanggung jawab untuk menjaga dan mengenalkan kembali sejarah serta budaya kita,” katanya lagi.

Acara halal bihalal yang digelar oleh KFT Indonesia tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi bagi para pelaku industri perfilman untuk memperkuat arah dan identitas sinema Indonesia ke depan.

Dengan konsistensi tersebut, Erick berharap karya-karya film Indonesia mampu menjadi medium yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat jati diri budaya bangsa.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

19 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Brotherhood of SANFFEST, Sineas Mancanegara Berbagi Ilmu Film di Sejumlah Daerah

19 Oktober 2026 - 12:52 WIB

15 Tahun Sastra Bulan Purnama, Merawat Persahabatan dan Menghidupkan Puisi di Era Digital

18 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Seluruh Academia Sabet Tiga Standing Ovation, Persaingan Top 12 D’Academy 8 Kian Ketat

17 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Dari Panggung Spanyol, Anak-Anak Indonesia Suarakan Perdamaian Dunia, Teater Tanah Air Borong Empat Penghargaan

17 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Nina Nugroho Sulap Tenun Makassar Jadi Busana Modern, Filosofi Kehormatan dan Harmoni Jadi Inspirasi

16 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Dwiki Dharmawan: Indonesia Tidak Kekurangan Talenta Musik

16 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Sineas Palestina Ameen Nayfeh Tiba di Jakarta, Disambut Panitia SANFFEST 2026

15 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Karena Dianggap Cacat Hukum, Yon Bayu Wahyono Desak Pemilihan Ulang DKJ, DPRD Jakarta Siap Panggil Pihak Terkait

15 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Trending di PERISTIWA