Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

SENI BUDAYA

Film “Dowa Juseyo” Padukan Horor Urban Indonesia dan Korea Selatan

badge-check


 Film “Dowa Juseyo” Padukan Horor Urban Indonesia dan Korea Selatan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Industri perfilman Tanah Air kembali menghadirkan karya menarik melalui film horor berjudul Dowa Juseyo (Tolong Saya!). Film ini menawarkan pendekatan berbeda dengan memadukan cerita urban Indonesia dan Korea Selatan dalam satu narasi yang menegangkan sekaligus emosional.

Film tersebut digarap oleh sineas Erick Mulyono yang dikenal memiliki perhatian pada detail visual dan kekuatan cerita. Dalam proses kreatifnya, Erick tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi erat dengan sang istri, Nucke Rachma, yang dipercaya menulis skenario film ini.

Kolaborasi pasangan ini menghadirkan nuansa yang lebih personal dalam penggarapan cerita. Naskah yang ditulis Nucke Rachma menghadirkan lapisan emosi yang kuat, sekaligus mengangkat ketegangan khas film horor dengan sentuhan budaya lintas negara.

Dowa Juseyo tidak sekadar menyuguhkan teror, tetapi juga merefleksikan dinamika kehidupan urban yang kerap bersinggungan dengan kepercayaan, trauma, dan misteri yang sulit dijelaskan secara logika. Perpaduan latar Indonesia dan Korea Selatan menjadi kekuatan utama film ini, menghadirkan atmosfer yang unik dan jarang ditemui dalam film horor lokal.

Kehadiran film ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi industri perfilman Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan cerita horor yang tidak hanya berakar pada budaya lokal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi internasional.

Dengan proses produksi yang telah memasuki tahap lanjutan, Dowa Juseyo digadang-gadang menjadi salah satu film horor yang layak dinantikan kehadirannya di layar lebar.*** (Septi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Guruh Sukarno Putra Galang Dana untuk Anak Penyintas Kanker Lewat “Untuk Indonesia”

22 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah

21 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bumi Atsanti, Ruang Harmoni dan Kearifan Lokal Tumbuh di Tengah Sawah Borobudur

21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

SBY Art Community Menggelar Pameran Lukisan, Dibuka Gubernur Pramono Anung

20 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Maknai Kemerdekaan RI, InJourney Group Hadirkan Kesenian Rakyat

18 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Trending di EKOBIS