Menu ✖

Mode Gelap
Pangkalan KPLP Tanjung Priok Kerahkan Kekuatan Armada Laut untuk Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda ASDP Utamakan Keselamatan, Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Kemenhub Perkuat Layanan Kepelabuhanan di Kupang Fokus Penanganan Penumpang, Kemenhub Pastikan Penanggulangan Kebakaran KMP Batumandi Sekjen PBB Sambangi Hambalang, Prabowo Bahas Perdamaian Dunia dan Palestina Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026

SENI BUDAYA

Film “Dowa Juseyo” Padukan Horor Urban Indonesia dan Korea Selatan

badge-check


 Film “Dowa Juseyo” Padukan Horor Urban Indonesia dan Korea Selatan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Industri perfilman Tanah Air kembali menghadirkan karya menarik melalui film horor berjudul Dowa Juseyo (Tolong Saya!). Film ini menawarkan pendekatan berbeda dengan memadukan cerita urban Indonesia dan Korea Selatan dalam satu narasi yang menegangkan sekaligus emosional.

Film tersebut digarap oleh sineas Erick Mulyono yang dikenal memiliki perhatian pada detail visual dan kekuatan cerita. Dalam proses kreatifnya, Erick tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi erat dengan sang istri, Nucke Rachma, yang dipercaya menulis skenario film ini.

Kolaborasi pasangan ini menghadirkan nuansa yang lebih personal dalam penggarapan cerita. Naskah yang ditulis Nucke Rachma menghadirkan lapisan emosi yang kuat, sekaligus mengangkat ketegangan khas film horor dengan sentuhan budaya lintas negara.

Dowa Juseyo tidak sekadar menyuguhkan teror, tetapi juga merefleksikan dinamika kehidupan urban yang kerap bersinggungan dengan kepercayaan, trauma, dan misteri yang sulit dijelaskan secara logika. Perpaduan latar Indonesia dan Korea Selatan menjadi kekuatan utama film ini, menghadirkan atmosfer yang unik dan jarang ditemui dalam film horor lokal.

Kehadiran film ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi industri perfilman Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan cerita horor yang tidak hanya berakar pada budaya lokal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi internasional.

Dengan proses produksi yang telah memasuki tahap lanjutan, Dowa Juseyo digadang-gadang menjadi salah satu film horor yang layak dinantikan kehadirannya di layar lebar.*** (Septi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

19 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Brotherhood of SANFFEST, Sineas Mancanegara Berbagi Ilmu Film di Sejumlah Daerah

19 Oktober 2026 - 12:52 WIB

15 Tahun Sastra Bulan Purnama, Merawat Persahabatan dan Menghidupkan Puisi di Era Digital

18 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Seluruh Academia Sabet Tiga Standing Ovation, Persaingan Top 12 D’Academy 8 Kian Ketat

17 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Dari Panggung Spanyol, Anak-Anak Indonesia Suarakan Perdamaian Dunia, Teater Tanah Air Borong Empat Penghargaan

17 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Nina Nugroho Sulap Tenun Makassar Jadi Busana Modern, Filosofi Kehormatan dan Harmoni Jadi Inspirasi

16 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Dwiki Dharmawan: Indonesia Tidak Kekurangan Talenta Musik

16 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Sineas Palestina Ameen Nayfeh Tiba di Jakarta, Disambut Panitia SANFFEST 2026

15 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Karena Dianggap Cacat Hukum, Yon Bayu Wahyono Desak Pemilihan Ulang DKJ, DPRD Jakarta Siap Panggil Pihak Terkait

15 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Trending di PERISTIWA