Wartatrans.com, JAKARTA — Industri perfilman Tanah Air kembali menghadirkan karya menarik melalui film horor berjudul Dowa Juseyo (Tolong Saya!). Film ini menawarkan pendekatan berbeda dengan memadukan cerita urban Indonesia dan Korea Selatan dalam satu narasi yang menegangkan sekaligus emosional.
Film tersebut digarap oleh sineas Erick Mulyono yang dikenal memiliki perhatian pada detail visual dan kekuatan cerita. Dalam proses kreatifnya, Erick tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi erat dengan sang istri, Nucke Rachma, yang dipercaya menulis skenario film ini.

Kolaborasi pasangan ini menghadirkan nuansa yang lebih personal dalam penggarapan cerita. Naskah yang ditulis Nucke Rachma menghadirkan lapisan emosi yang kuat, sekaligus mengangkat ketegangan khas film horor dengan sentuhan budaya lintas negara.
Dowa Juseyo tidak sekadar menyuguhkan teror, tetapi juga merefleksikan dinamika kehidupan urban yang kerap bersinggungan dengan kepercayaan, trauma, dan misteri yang sulit dijelaskan secara logika. Perpaduan latar Indonesia dan Korea Selatan menjadi kekuatan utama film ini, menghadirkan atmosfer yang unik dan jarang ditemui dalam film horor lokal.
Kehadiran film ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi industri perfilman Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan cerita horor yang tidak hanya berakar pada budaya lokal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi internasional.
Dengan proses produksi yang telah memasuki tahap lanjutan, Dowa Juseyo digadang-gadang menjadi salah satu film horor yang layak dinantikan kehadirannya di layar lebar.*** (Septi)




























