Menu

Mode Gelap
FLS3N SMA Kota Depok 2026: Panggung Ekspresi 500 Pelajar, Merawat Kreativitas dan Jejak Budaya Subkhi “Smart” Muralis Magelang Borong Prestasi April, Karya Dipuji Namun Tetap Dikritisi Chic’s Musik Luncurkan The Morbius, Harapan Baru Kebangkitan Grup Band Anak Muda KAI Catat Lonjakan Penumpang di Stasiun Rogojampi, Mobilitas Warga Kian Tinggi Hajatan FIFGROUP Hadir Meriah di Bekasi, Dirangkai Peresmian Gedung Baru dan Solar Panel Kick-Off KLIC FEST 2026 di Bundaran HI Meriah, Klaten Siap Jadi Pusat Festival Sepeda Dunia

SENI BUDAYA

Film “Dowa Juseyo” Padukan Horor Urban Indonesia dan Korea Selatan

badge-check


 Film “Dowa Juseyo” Padukan Horor Urban Indonesia dan Korea Selatan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Industri perfilman Tanah Air kembali menghadirkan karya menarik melalui film horor berjudul Dowa Juseyo (Tolong Saya!). Film ini menawarkan pendekatan berbeda dengan memadukan cerita urban Indonesia dan Korea Selatan dalam satu narasi yang menegangkan sekaligus emosional.

Film tersebut digarap oleh sineas Erick Mulyono yang dikenal memiliki perhatian pada detail visual dan kekuatan cerita. Dalam proses kreatifnya, Erick tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi erat dengan sang istri, Nucke Rachma, yang dipercaya menulis skenario film ini.

Kolaborasi pasangan ini menghadirkan nuansa yang lebih personal dalam penggarapan cerita. Naskah yang ditulis Nucke Rachma menghadirkan lapisan emosi yang kuat, sekaligus mengangkat ketegangan khas film horor dengan sentuhan budaya lintas negara.

Dowa Juseyo tidak sekadar menyuguhkan teror, tetapi juga merefleksikan dinamika kehidupan urban yang kerap bersinggungan dengan kepercayaan, trauma, dan misteri yang sulit dijelaskan secara logika. Perpaduan latar Indonesia dan Korea Selatan menjadi kekuatan utama film ini, menghadirkan atmosfer yang unik dan jarang ditemui dalam film horor lokal.

Kehadiran film ini diharapkan mampu memberikan warna baru bagi industri perfilman Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan cerita horor yang tidak hanya berakar pada budaya lokal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi internasional.

Dengan proses produksi yang telah memasuki tahap lanjutan, Dowa Juseyo digadang-gadang menjadi salah satu film horor yang layak dinantikan kehadirannya di layar lebar.*** (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FLS3N SMA Kota Depok 2026: Panggung Ekspresi 500 Pelajar, Merawat Kreativitas dan Jejak Budaya

26 April 2026 - 16:03 WIB

Subkhi “Smart” Muralis Magelang Borong Prestasi April, Karya Dipuji Namun Tetap Dikritisi

26 April 2026 - 13:44 WIB

Chic’s Musik Luncurkan The Morbius, Harapan Baru Kebangkitan Grup Band Anak Muda

26 April 2026 - 12:30 WIB

Dari Saung Ke Panggung, Belajar dari Alam Merawat Kesadaran

25 April 2026 - 17:02 WIB

Erick Mulyono Angkat Kearifan Lokal Lewat Film, Serukan Kesadaran Sejarah Budaya

24 April 2026 - 14:57 WIB

Novelis Nucke Rahma Siap berikan Hadiah 100 Novel Inspiratip kepada Peserta Diskusi Ngobrol Santai Bareng Kartini Film Musik dan Seni 

24 April 2026 - 14:37 WIB

Diskusi Budaya di Bekasi: Menimbang Sejarah Bubat, Antara Tafsir dan Kesadaran Kolektif

23 April 2026 - 00:13 WIB

Kartun Satir Slamet Widodo Warnai JAKARTUN 2026

22 April 2026 - 10:17 WIB

Catatan Tentang Tubuh, Napas, dan Risiko dalam Membaca “Huesca”

22 April 2026 - 09:47 WIB

Band 7Dunia Visit to Bogor, Perkuat Promosi “Seandainya Engkau Tahu” Lewat Radio

22 April 2026 - 09:34 WIB

Trending di SENI BUDAYA