Menu

Mode Gelap
Gawat! Pelaku Pemotongan Kabel Persinyalan Kereta Api di Cikarang-Tambun Sudah Diamankan KAI, 2 Masih Buron Fikar W Eda Baca Puisi di Acara Silaturahmi Kebangsaan Menyongsong 5 Abad Jakarta dan 81 Tahun Kemerdekaan RI SETARA Institute Soroti Independensi Penanganan Perkara Mantan Jampidsus Generasi Muda Harus Jadi Motor Transformasi Energi Nasional Kemenhub Catat hingga Agustus, 74,57% Kendaraan Angkutan Barang Patuhi Aturan KNG Raya Cabang Bogor Hadiri Raker 2026, Perkuat Program untuk Kemajuan Koperasi

SENI BUDAYA

Fikar W Eda Baca Puisi di Acara Silaturahmi Kebangsaan Menyongsong 5 Abad Jakarta dan 81 Tahun Kemerdekaan RI

badge-check


 Fikar W Eda Baca Puisi di Acara Silaturahmi Kebangsaan Menyongsong 5 Abad Jakarta dan 81 Tahun Kemerdekaan RI Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Semangat kebangsaan dan persatuan menjadi benang merah dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan Menyongsong 5 Abad Jakarta dan 81 Tahun HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar di Gedung MH Thamrin, Balai Kota Jakarta, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta tersebut mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana silaturahmi dan refleksi kebangsaan menjelang momentum 17 Agustus sekaligus menyongsong perjalanan panjang Jakarta menuju usia lima abad.

Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) DKI Jakarta. Hadir pula Direktur Ekososbud Kementerian Dalam Negeri, Bisri, S.Sos., M.Si., bersama sejumlah unsur pemerintahan dan elemen masyarakat.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan antarpemangku kepentingan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa Jakarta memiliki posisi strategis sebagai ruang perjumpaan berbagai latar belakang masyarakat Indonesia.

Jakarta sendiri akan memasuki usia 500 tahun pada 2027, dihitung dari tahun 1527 yang secara historis dikaitkan dengan berdirinya Jayakarta. Momentum lima abad tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan Jakarta sekaligus merumuskan arah kota di masa mendatang setelah tidak lagi berstatus sebagai ibu kota negara.

Di tengah perubahan tersebut, semangat kebangsaan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga Jakarta sebagai kota yang terbuka, majemuk dan menjadi ruang bertemunya berbagai kebudayaan Nusantara.

Puisi Fikar W Eda: Suara Gayo di Tengah Jakarta

Salah satu bagian yang memberikan warna budaya dalam kegiatan tersebut adalah pembacaan puisi oleh Fikar W Eda, penyair asal Gayo, Aceh.

Kehadiran Fikar membawa perspektif kebudayaan daerah ke tengah forum kebangsaan di Jakarta. Puisi menjadi medium untuk menyampaikan gagasan tentang Indonesia dari sudut pandang kebudayaan, sejarah, kemanusiaan dan keberagaman.

Fikar W Eda dikenal sebagai penyair yang banyak mengangkat tanah kelahiran, tradisi, masyarakat dan pengalaman sosial dalam karya-karyanya. Tradisi sastra Gayo menjadi salah satu sumber ekspresi dalam perjalanan kepenyairannya.

Pembacaan puisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa silaturahmi kebangsaan tidak semata-mata dibangun melalui forum formal dan pidato, tetapi juga melalui kebudayaan.

Jakarta, sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai daerah, menjadi ruang penting bagi perjumpaan identitas kebudayaan Nusantara. Kehadiran penyair dari Gayo dalam kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa kebangsaan Indonesia tumbuh dari keberagaman daerah yang saling bertemu.

Menuju 81 Tahun Indonesia Merdeka

Kegiatan ini juga berlangsung hanya beberapa hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Momentum tersebut menjadi ruang refleksi terhadap perjalanan bangsa selama lebih dari delapan dekade. Persatuan, toleransi, gotong royong dan penghargaan terhadap keberagaman menjadi nilai yang terus relevan dalam menghadapi perubahan zaman.

Sementara bagi Jakarta, perjalanan menuju lima abad menjadi tantangan sekaligus peluang. Setelah lebih dari empat abad berkembang sebagai pusat perdagangan, pemerintahan, kebudayaan dan perjumpaan masyarakat Nusantara, Jakarta kini memasuki fase baru sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional.

Silaturahmi Kebangsaan yang digelar Kesbangpol DKI Jakarta menjadi salah satu ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus merawat kesadaran bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga menyangkut karakter, kebudayaan dan persatuan warganya.

Dari Gedung MH Thamrin, semangat menyongsong lima abad Jakarta dan 81 tahun Indonesia merdeka dipertemukan dalam satu pesan: Jakarta boleh berubah wajah, tetapi semangat kebangsaan dan keberagaman yang membentuk Indonesia harus tetap menjadi fondasinya.*** (Septiadi)

Baca Lainnya

SETARA Institute Soroti Independensi Penanganan Perkara Mantan Jampidsus

10 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Generasi Muda Harus Jadi Motor Transformasi Energi Nasional

10 Agustus 2026 - 11:48 WIB

KNG Raya Cabang Bogor Hadiri Raker 2026, Perkuat Program untuk Kemajuan Koperasi

10 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Srikandi KNG Raya di Balik Suksesnya Raker 2026

9 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Raker KNG Raya 2026: Konsolidasi dan Langkah Strategis Menuju Koperasi yang Lebih Maju

9 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Prof. Rahmat Salam: Raker KNG Raya 2026 Harus Melahirkan Langkah Nyata untuk Kemajuan Koperasi

9 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Jagong Jeget, 96 Kios dan Ruko Dilaporkan Ludes

9 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Haji Fikri Dorong Penyelesaian Persoalan Lingkungan dan Infrastruktur di Cileungsi

9 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Ketua Dewan Pakar KNG Raya Beri Semangat Pengurus, Dorong Koperasi Berbasis Partisipasi Anggota

9 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Kebakaran Hebat Landa Pasar Jagong Jeget Aceh Tengah, Puluhan Rumah dan Bangunan Usaha Hangus

9 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Trending di RAGAM