Wartatrans.com, ACEH TENGAH —Akademisi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) akan melakukan analisis kondisi tanah di sejumlah wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah. Langkah ini dilakukan menyusul kekhawatiran warga yang enggan kembali ke permukiman mereka akibat kondisi tanah yang dinilai labil.
Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, ST, M.Sc., Ph.D., mengatakan analisis diperlukan untuk memastikan tingkat keamanan kawasan permukiman pascabanjir bandang. Sejumlah warga melaporkan adanya retakan tanah di sekitar kawasan pegunungan, seperti di wilayah Umang Isaq dan Serule, yang memicu kekhawatiran akan potensi longsor dan bencana susulan.

Dalam diskusi bersama warga dan pemangku kepentingan setempat, Muksin Hasan juga meminta agar analisis tanah diperluas ke Kecamatan Ketol, khususnya di kawasan Pokok Balek, yang terdapat lubang besar dan dinilai berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.

Dekan FTUI Bersama Wakil Bupati Aceh Tengah.
Selain rencana analisis tanah, pertemuan tersebut juga memunculkan gagasan pembentukan Posko Alumni Universitas Indonesia di Takengon. Posko ini direncanakan menjadi wadah keterlibatan alumni UI dalam mendukung penanganan kebencanaan di Aceh Tengah secara berkelanjutan.
Sementara itu, dua peneliti teknik UI didampingi relawan Posko Rakyat bergerak ke wilayah Jamat untuk melakukan observasi lapangan serta menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa bahan bakar dan alat pertukangan. Adapun Dekan FTUI bersama tim lainnya melanjutkan perjalanan darat menuju Banda Aceh dengan singgah di sejumlah daerah, termasuk Bener Meriah dan Pidie Jaya, untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana.*** (Jasa)
























