Menu

Mode Gelap
Transformasi Pengawasan Kendaraan ODOL melalui Digitalisasi Sejarah Komunitas Kartunis Indonesia: Dari Pakyo hingga Lahirnya Pakarti Seluruh Layanan Kereta Bandara KAI Group Layani 3,74 Juta Pelanggan pada Triwulan I 2026, Perkuat Konektivitas Darat–Udara Dari Silaturahmi ke Strategi: FORWAN Mulai Bangun Arah Baru Organisasi Polrestabes Semarang Mengadakan E-Sport Cup 2026, Sebuah Inovasi Pembinaan Generasi Muda Final Four Proliga 2026 Belum Usai Tapi Tim Ini Sudah Mendapat Tiket Grand Final 

RAGAM

FTUI Akan Analisis Tanah di Aceh Tengah, Warga Enggan Kembali ke Permukiman

badge-check


 FTUI Akan Analisis Tanah di Aceh Tengah, Warga Enggan Kembali ke Permukiman Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH —Akademisi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) akan melakukan analisis kondisi tanah di sejumlah wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah. Langkah ini dilakukan menyusul kekhawatiran warga yang enggan kembali ke permukiman mereka akibat kondisi tanah yang dinilai labil.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, ST, M.Sc., Ph.D., mengatakan analisis diperlukan untuk memastikan tingkat keamanan kawasan permukiman pascabanjir bandang. Sejumlah warga melaporkan adanya retakan tanah di sekitar kawasan pegunungan, seperti di wilayah Umang Isaq dan Serule, yang memicu kekhawatiran akan potensi longsor dan bencana susulan.

Dalam diskusi bersama warga dan pemangku kepentingan setempat, Muksin Hasan juga meminta agar analisis tanah diperluas ke Kecamatan Ketol, khususnya di kawasan Pokok Balek, yang terdapat lubang besar dan dinilai berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.

Dekan FTUI Bersama Wakil Bupati Aceh Tengah.

Selain rencana analisis tanah, pertemuan tersebut juga memunculkan gagasan pembentukan Posko Alumni Universitas Indonesia di Takengon. Posko ini direncanakan menjadi wadah keterlibatan alumni UI dalam mendukung penanganan kebencanaan di Aceh Tengah secara berkelanjutan.

Sementara itu, dua peneliti teknik UI didampingi relawan Posko Rakyat bergerak ke wilayah Jamat untuk melakukan observasi lapangan serta menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa bahan bakar dan alat pertukangan. Adapun Dekan FTUI bersama tim lainnya melanjutkan perjalanan darat menuju Banda Aceh dengan singgah di sejumlah daerah, termasuk Bener Meriah dan Pidie Jaya, untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Silaturahmi ke Strategi: FORWAN Mulai Bangun Arah Baru Organisasi

13 April 2026 - 09:33 WIB

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Trending di BANDARA