Menu ✖

Mode Gelap
KKP Catat Kinerja Positif, Produksi Perikanan Capai 26,25 Juta Ton Kereta Api Terhubung dengan LRT, BRT hingga Bandara, Ini Data Pelanggan KAI Group Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2 Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama

EKOBIS

Hasanuddin Atjo: Legalisasi Tambang Emas Rakyat Akan Untungkan Daerah

badge-check


 Hasanuddin Atjo: Legalisasi Tambang Emas Rakyat Akan Untungkan Daerah Perbesar

Wartatrans.com, PALU — Wacana legalisasi pertambangan emas rakyat di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat dukungan dari Hasanuddin Atjo. Pemerhati lingkungan sekaligus pakar perikanan dan budidaya udang asal Sulteng itu menilai, legalisasi justru menjadi langkah yang lebih baik dibanding membiarkan aktivitas tambang berjalan tanpa aturan.

“Kalau saya ditanya, lebih setuju dilegalkan,” ujar Hasanuddin saat dihubungi dari Banjarmasin, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, praktik pertambangan emas rakyat yang tidak dilegalkan selama ini justru merugikan daerah. Aktivitas penambangan dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa pola dan desain yang jelas, sehingga kontribusinya terhadap pendapatan daerah sangat minim dan hanya dinikmati oleh kalangan tertentu.

“Daerah malah mengeluarkan biaya besar untuk pengawasan, tapi tidak mendapatkan pemasukan yang optimal,” katanya.

Ia mendorong agar pemerintah segera menyusun regulasi yang jelas terkait pertambangan emas rakyat, mulai dari perencanaan pengelolaan hingga hak dan kewajiban para penambang.

Hasanuddin juga mendukung rencana Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, untuk melegalkan tambang emas rakyat di Parigi Moutong. Menurutnya, langkah tersebut tepat dan sebaiknya segera direalisasikan, bahkan diperluas ke daerah lain.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ia menilai pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Legalisasi tambang rakyat bisa menjadi salah satu sumber baru yang potensial.

“Efisiensi membutuhkan kreativitas kepala daerah. Kalau tidak, risiko PAD tidak meningkat, sementara kebutuhan pembangunan tetap berjalan,” ujarnya.

Dengan adanya legalisasi, lanjutnya, aktivitas pertambangan akan lebih mudah dikontrol dan dipantau. Pemerintah dapat mendata siapa saja yang beroperasi serta memastikan kepatuhan terhadap aturan, termasuk kewajiban setoran ke kas daerah.

“Kalau ada pelanggaran, sanksinya jelas. Semua bisa dipertanggungjawabkan,” kata mantan Kepala Bappeda Sulteng tersebut.

Ia juga menilai kekhawatiran terkait dampak lingkungan dapat diantisipasi melalui komitmen bersama antara pemerintah, penambang, dan pihak terkait lainnya. Menurutnya, setiap persoalan memiliki solusi jika dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Hasanuddin menambahkan, perbedaan pandangan antara kelompok konservatif dan progresif dalam isu ini merupakan hal yang wajar. Namun, ia menekankan bahwa kondisi daerah yang membutuhkan tambahan sumber pendapatan menjadi faktor penting dalam pengambilan kebijakan.

“Kita bisa konservatif kalau daerah sudah kaya. Tapi dalam kondisi sekarang, daerah butuh solusi agar tetap bisa berkembang,” tandasnya.*** (AGS)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Catat Kinerja Positif, Produksi Perikanan Capai 26,25 Juta Ton

22 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama

21 Oktober 2026 - 18:30 WIB

HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi

21 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan 11 Penumpang Korban Kebakaran KMP Batumandi

21 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Wilayah Pantura Demak

21 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton

21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, KNMP Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

21 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional

21 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026

20 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Trending di EKOBIS