Menu

Mode Gelap
Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital 35 Negara dan Indonesia Adopsi Registrasi Biometrik, Pengamat: Tak Kebal Penipuan Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026 Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah

BANDARA

Helikopter Dinilai Lebih Optimal, Drone Bantuan Sugiono untuk Aceh Tengah Belum Dioperasikan dan Akan Dikembalikan

badge-check


 Helikopter Dinilai Lebih Optimal, Drone Bantuan Sugiono untuk Aceh Tengah Belum Dioperasikan dan Akan Dikembalikan Perbesar

Wartatrans.com TAKENGON — Upaya percepatan distribusi bantuan pascabencana di Aceh Tengah terus dilakukan dengan berbagai pertimbangan teknis dan efisiensi lapangan. Meski sebelumnya dua unit drone didatangkan sebagai bagian dari dukungan logistik, penggunaan helikopter akhirnya dipilih sebagai sarana utama distribusi ke wilayah terdampak.

Penanggung jawab drone bantuan, Defriandi, menjelaskan bahwa setelah Posko Udara dibuka di Bandara Rembele, operasional helikopter dinilai jauh lebih efektif untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Helikopter memiliki kapasitas angkut hingga satu ton serta mampu menjangkau lokasi luas tanpa bergantung pada jaringan internet.

“Dalam kondisi darurat, kecepatan dan daya angkut menjadi prioritas. Helikopter lebih efisien untuk membawa logistik dalam jumlah besar sekaligus,” ujar Defriandi saat ditemui, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, jangkauan operasional drone relatif terbatas, hanya sekitar 60 kilometer pulang-pergi. Selain itu, untuk menjangkau sejumlah wilayah seperti Serule, drone dan operator harus lebih dulu diangkut menggunakan jalur laut menuju Bintang, yang memerlukan biaya tambahan.

Faktor logistik lainnya juga menjadi pertimbangan. Drone tersebut hanya dapat menggunakan bahan bakar jenis Pertamax Dex atau Pertamax Turbo, sementara ketersediaannya di wilayah terdampak bencana sangat terbatas. Dari sisi regulasi, operasional drone juga memerlukan izin terbang khusus di area Bandara Rembele.

“Kendala teknis lainnya, sistem drone menggunakan bahasa Mandarin, sehingga membutuhkan operator khusus dari China dan dukungan jaringan yang stabil,” tambahnya.

Saat ini, dua unit drone tersebut dititipkan sementara di Gedung KIR. Ke depan, drone direncanakan akan dikembalikan kepada pihak pemberi bantuan secara swadaya tanpa melibatkan anggaran Pemerintah Daerah.

Dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, penggunaan helikopter dinilai sebagai langkah paling realistis untuk memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat terdampak bencana di Aceh Tengah.***  (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Perkuat Kualitas Layanan Navigasi AirNav Indonesia-ASA Gelar Program ITSAP

3 Juli 2026 - 17:11 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia, dan CMA CGM Perkuat Kemitraan Logistik untuk Memberantas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

3 Juli 2026 - 15:27 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Trending di ANJUNGAN