Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

BANDARA

Helikopter Dinilai Lebih Optimal, Drone Bantuan Sugiono untuk Aceh Tengah Belum Dioperasikan dan Akan Dikembalikan

badge-check


 Helikopter Dinilai Lebih Optimal, Drone Bantuan Sugiono untuk Aceh Tengah Belum Dioperasikan dan Akan Dikembalikan Perbesar

Wartatrans.com TAKENGON — Upaya percepatan distribusi bantuan pascabencana di Aceh Tengah terus dilakukan dengan berbagai pertimbangan teknis dan efisiensi lapangan. Meski sebelumnya dua unit drone didatangkan sebagai bagian dari dukungan logistik, penggunaan helikopter akhirnya dipilih sebagai sarana utama distribusi ke wilayah terdampak.

Penanggung jawab drone bantuan, Defriandi, menjelaskan bahwa setelah Posko Udara dibuka di Bandara Rembele, operasional helikopter dinilai jauh lebih efektif untuk menjangkau daerah-daerah terpencil. Helikopter memiliki kapasitas angkut hingga satu ton serta mampu menjangkau lokasi luas tanpa bergantung pada jaringan internet.

“Dalam kondisi darurat, kecepatan dan daya angkut menjadi prioritas. Helikopter lebih efisien untuk membawa logistik dalam jumlah besar sekaligus,” ujar Defriandi saat ditemui, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, jangkauan operasional drone relatif terbatas, hanya sekitar 60 kilometer pulang-pergi. Selain itu, untuk menjangkau sejumlah wilayah seperti Serule, drone dan operator harus lebih dulu diangkut menggunakan jalur laut menuju Bintang, yang memerlukan biaya tambahan.

Faktor logistik lainnya juga menjadi pertimbangan. Drone tersebut hanya dapat menggunakan bahan bakar jenis Pertamax Dex atau Pertamax Turbo, sementara ketersediaannya di wilayah terdampak bencana sangat terbatas. Dari sisi regulasi, operasional drone juga memerlukan izin terbang khusus di area Bandara Rembele.

“Kendala teknis lainnya, sistem drone menggunakan bahasa Mandarin, sehingga membutuhkan operator khusus dari China dan dukungan jaringan yang stabil,” tambahnya.

Saat ini, dua unit drone tersebut dititipkan sementara di Gedung KIR. Ke depan, drone direncanakan akan dikembalikan kepada pihak pemberi bantuan secara swadaya tanpa melibatkan anggaran Pemerintah Daerah.

Dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, penggunaan helikopter dinilai sebagai langkah paling realistis untuk memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat terdampak bencana di Aceh Tengah.***  (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan

12 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Trending di RAGAM