Wartatrans.com, TAKENGON – Pengurus Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Takengon akan menggelar diskusi daring bertema “Kuliah S-1 ke Turki: Beasiswa dan Mandiri?” pada Minggu (31/5/2026) pukul 15.00–16.30 WIB melalui Zoom Meeting.
Ketua IKA SMA Negeri 1 Takengon, Muchlis Gayo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi alumni kepada almamater, khususnya untuk membantu para lulusan tahun 2026 yang sedang mempersiapkan langkah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Insyaallah kegiatan ini dilaksanakan besok sore. Ini merupakan sumbangsih alumni untuk almamater, SMA Negeri 1 Takengon, khususnya memberikan informasi kepada adik-adik alumni 2026 yang baru menyelesaikan pendidikan dan akan melanjutkan kuliah tahun ini,” ujar Muchlis Gayo di Takengon, Sabtu (30/5/2026).
Untuk memberikan gambaran langsung mengenai studi di Turki, IKA menghadirkan Lolandra, alumnus SMA Negeri 1 Takengon angkatan 2021 yang saat ini menempuh pendidikan di Middle East Technical University (METU), salah satu perguruan tinggi teknik terbaik di Turki.
Menurut Muchlis, kehadiran narasumber yang juga merupakan alumni sekolah tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi lebih kepada para peserta.
“Karena yang mengisi juga alumni SMA Negeri 1 Takengon, tentu chemistry-nya akan berbeda. Ini bisa memberikan semangat lebih sekaligus menjadi role model bagi adik-adik yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris IKA SMA Negeri 1 Takengon, Yusradi Usman al-Gayoni, menjelaskan bahwa informasi mengenai kegiatan tersebut telah disebarluaskan melalui berbagai grup WhatsApp alumni lintas angkatan, mulai dari angkatan 1957 hingga 2026, termasuk kepada pengurus setiap angkatan.
Selain itu, informasi juga telah diteruskan kepada pihak sekolah agar dapat disampaikan kepada para alumni tahun 2026 beserta orang tua mereka.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan pilihan baru bagi para lulusan SMA Negeri 1 Takengon yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di luar negeri,” ujar Yusradi melalui pesan WhatsApp dari London, Inggris.
Diaspora Indonesia di Inggris sekaligus Inisiator World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia) itu menambahkan, diskusi tersebut juga diharapkan menjadi alternatif bagi lulusan yang belum berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun jalur mandiri di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Menurutnya, peluang melanjutkan studi ke luar negeri, termasuk ke Turki melalui jalur beasiswa maupun pembiayaan mandiri, perlu diketahui lebih luas oleh para lulusan SMA.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat membuka wawasan serta peluang pendidikan yang lebih luas bagi adik-adik alumni 2026. Mudah-mudahan yang terbaik untuk mereka semua,” tutup alumnus tahun 2002 tersebut.*** (Jasa)





























