Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang Akses Keluar Tol Pekanbaru-Dumai Dialihkan Lewat Pintu Tol Bypass Mulai Hari Ini PTPN III Bersama Baharkam Polri Perkuat Sinergi Pengamanan Aset Strategis Kemenhub Wisuda 332 Perwira Poltektrans SDP dan Poltekbang Palembang Awarding PortPress 2026: Ajang Apresiasi PTP Nonpetikemas atas Karya Jurnalistik Kartu Kredit Nirkontak Hadir di MRT, Jakarta Perkuat Transportasi Modern

Uncategorized

Indonesia Tekuk Oman 3-0, Keunggulan Fisik dan Disiplin Taktik Jadi Pembeda

badge-check


 Indonesia Tekuk Oman 3-0, Keunggulan Fisik dan Disiplin Taktik Jadi Pembeda Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Tim Nasional Indonesia meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026. Hasil itu tidak hanya mengakhiri penantian panjang atas Oman, tetapi juga memperlihatkan perkembangan signifikan permainan skuad Garuda di bawah asuhan John Herdman.

Tiga gol Indonesia dicetak Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny menit ke-27, dan Ragnar Oratmangoen menit ke-55. Sepanjang pertandingan, Indonesia tampil dominan melalui organisasi permainan yang rapi serta intensitas tinggi yang sulit diimbangi tim tamu.

Pelatih Oman, Tarik Sektioui, mengakui keunggulan Indonesia secara terbuka. Menurut dia, timnya menghadapi lawan yang memiliki keseimbangan antarlini dan kualitas fisik yang sangat kompetitif.

“Kami melawan tim yang sangat terorganisir dan seimbang di setiap lini. Kualitas fisik mereka berada pada level yang sangat kompetitif sehingga menyulitkan kami sepanjang pertandingan,” kata Sektioui seusai laga.

Indonesia memainkan formasi dasar 4-3-3 yang kerap berubah menjadi 4-5-1 saat bertahan. Jarak antarlini yang rapat membuat Oman kesulitan membangun serangan maupun melakukan penetrasi ke area berbahaya. Tekanan tinggi yang diterapkan Garuda juga efektif menghasilkan sejumlah perebutan bola di area pertahanan lawan.

Aspek fisik menjadi salah satu faktor yang paling menonjol. Kecepatan pemain sayap dan kemampuan menjaga intensitas permainan selama 90 menit mendapat sorotan dari kubu Oman. Gol ketiga yang dicetak Ragnar Oratmangoen pada menit ke-55 menunjukkan Indonesia tetap mampu menjaga tempo meski telah unggul dua gol.

Sektioui menilai peringkat FIFA Indonesia saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kualitas permainan yang ditunjukkan di lapangan.

“Tim Indonesia berkembang sangat pesat. Peringkat FIFA mereka tidak menggambarkan kualitas sesungguhnya,” ujarnya.

Kemenangan ini menjadi indikator kemajuan Indonesia dalam menghadapi tim-tim Asia Barat. Dalam beberapa tahun terakhir, Garuda menunjukkan peningkatan konsistensi, baik dari sisi organisasi permainan maupun daya saing fisik.

Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, merayakan gol kedua Indonesia saat skuad Garuda mengalahkan Oman 3-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Meski secara historis Indonesia masih memiliki catatan kurang menguntungkan saat menghadapi negara-negara Timur Tengah, tren performa menunjukkan perubahan. Dalam lima pertandingan terakhir melawan tim dari kawasan tersebut, Indonesia mampu menekan rata-rata jumlah kebobolan dibanding periode sebelumnya.

John Herdman mengatakan laga melawan Oman menjadi bagian dari evaluasi penting untuk mengukur konsistensi permainan tim selama 90 menit.

“Data kami menunjukkan sebagian besar gol yang kami kebobolan dari tim Timur Tengah terjadi pada 15 menit terakhir pertandingan. Karena itu, laga ini menjadi ujian untuk melihat apakah tim mampu menjaga konsentrasi dan intensitas hingga akhir,” kata Herdman.

Menurut dia, kemenangan atas Oman memiliki arti tersendiri karena menjadi kemenangan pertama Indonesia atas negara tersebut dalam kurun 38 tahun terakhir.

Namun, Herdman menegaskan hasil tersebut bukan tujuan akhir. Ia menilai tim masih berada dalam proses membangun fondasi untuk bersaing secara konsisten di level tertinggi Asia.

Ketua Umum PSSI, , menyebut perkembangan Timnas Indonesia mulai terlihat dari hasil-hasil pertandingan dalam beberapa tahun terakhir.

“Dulu kita sering kalah dengan selisih besar. Sekarang kita mampu menahan imbang, kalah tipis, bahkan menang. Itu menunjukkan adanya progres,” ujarnya.

Berkat kemenangan atas Oman, Indonesia memperoleh tambahan 6,56 poin FIFA sehingga naik ke peringkat 118 dunia dengan total 1.151,45 poin. Sementara Oman tetap berada di posisi ke-79 dunia dengan 1.306,90 poin.

Selanjutnya, Indonesia dijadwalkan menghadapi Mozambik dalam laga FIFA Matchday berikutnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa, 9 Juni 2026.*** (Arta Tidar)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hyundai, BYD, dan Toyota Adu Strategi Otomotif di Panggung Sponsor Olahraga

29 Juli 2026 - 06:58 WIB

Mitchell Baker Cetak Hattrick, Striker 19 Tahun ini Bidik Rekor AFF

29 Juli 2026 - 06:54 WIB

Neno Warisman: Puisi Bukan Sekadar Rangkaian Kata, tetapi Cara Merawat Warisan Budaya

28 Juli 2026 - 22:39 WIB

MK Larang Kuota Data Selular Hangus

25 Juli 2026 - 18:40 WIB

Piala Dunia 2026: Adidas Raih Trofi, Nike Kuasai Pasar Indonesia

25 Juli 2026 - 18:32 WIB

Ketika Dua Tokoh Pembangun Jembatan Gayo Bertemu

25 Juli 2026 - 17:26 WIB

KAI Menangkan Gugatan, Pengadilan Eksekusi Lahan 7.820 Meter Persegi di Stasiun Cicurug

23 Juli 2026 - 13:21 WIB

InJourney Peringati Hari Anak Nasional, Ajak 500 Anak Kenali Warisan Budaya

23 Juli 2026 - 11:19 WIB

Transformasi Danantara Perkuat Kinerja InJourney Airports

23 Juli 2026 - 09:47 WIB

Pembangunan Transportasi Modern Mastran di Cekungan Bandung Dimulai

22 Juli 2026 - 19:28 WIB

Trending di Uncategorized