Menu

Mode Gelap
Yes! Stimulus Sektor Transportasi Berupa Diskon Tarif di Libur Sekolah Capai Target Indeks Kepuasan Pelanggan KAI Capai 4,53, Sebanyak 3,25 Juta Suara Pelanggan jadi Evaluasi ASDP Patuhi Operasional Penyeberangan Selat Bali Hadapi Cuaca Ekstrem SRMA 2 Aceh Besar Tembus 16 Besar Nasional English Debating Competition Disproseni UT 2026 Dirut PTP Nonpetikemas Sebut Pentingnya Penguatan Komunikasi Publik Difabel Great Camp 2026 di Medan Sukses Digelar, Dorong Semangat Inklusi dan Kemandirian

RAGAM

SMF Riset Ritel 2026: Konsumen Memilih Merawat Kendaraan Ketimbang Membeli

badge-check


 SMF Riset Ritel 2026: Konsumen Memilih Merawat Kendaraan Ketimbang Membeli Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — SMF Riset Ritel 2026 melaporkan, Konsumen mulai memprioritaskan pemeliharaan aset yang sudah ada dibandingkan pembelian barang baru. Sektor otomotif (suku cadang) tetap positif, sementara kategori gaya hidup mengalami kontraksi dalam.

Pertumbuhan penjualan suku cadang otomotif mengalami peningkatan lebih dari 11.2 persen. “Pertumbuhan kuat karena konsumen menunda pembelian kendaraan baru dan memilih merawat kendaraan lama di tengah suku bunga tinggi,” tulis laporan SMF, yang diterima, Rabu (29/7/2026).

Sementara, penjualan pakaian dan tekstil menurun hingga 12 persen. Penurunan drastis pasca-Ramadhan karena belanja fesyen dialihkan untuk menutupi kenaikan biaya transportasi dan pangan.

Secara umum SMF melaporkan, momentum positif di Q1 terhenti secara mendadak pada Juni 2026. Kombinasi kenaikan harga energi domestik dan pengetatan moneter agresif menciptakan tekanan biaya hidup (cost-of-living squeeze) yang menghantam daya beli kelas menengah perkotaan.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi (Pertamax) pada Juni 2026 sebesar 32 persen, menguras pendapatan diskresioner rumah tangga. Terlebih, Suku Bunga BI di posisi 5.75 persen.

Kenaikan kumulatif 100 bps dalam 4 minggu untuk menstabilkan rupiah dan menekan inflasi inti.

Stabilitas mata uang Repiah berada di Rp 18.200. Rupiah mendekati level terendah historis terhadap USD, memicu kenaikan biaya impor barang ritel.

Kecepatan Penjualan Ritel (Semester 1)

Indeks Penjualan Riil (IPR) menunjukkan puncak tajam pada Maret karena momentum Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, sejak April hingga Juni, grafik menunjukkan tren penurunan yang konsisten, berakhir dengan pertumbuhan tahunan sebesar -4.4% pada Juni.*** (Septaďi)

Baca Lainnya

Difabel Great Camp 2026 di Medan Sukses Digelar, Dorong Semangat Inklusi dan Kemandirian

29 Juli 2026 - 19:46 WIB

Arus Petikemas IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan 73,7 Persen pada Juni 2026

29 Juli 2026 - 18:56 WIB

Harga Semen di Aceh Tengah Tembus Rp105 Ribu per Sak, Warga Keluhkan Tingginya Biaya Distribusi

29 Juli 2026 - 16:42 WIB

Pelindo Regional 4 Gandeng Stakeholder & Pengguna Jasa, Perkuat Budaya Antipenyuapan di Pelabuhan Makassar

29 Juli 2026 - 14:30 WIB

Edrida Pulungan Raih Best Paper di Konferensi Internasional IFESDC 2026, Dorong Ekonomi Kreatif Syariah Indonesia Mendunia

29 Juli 2026 - 08:22 WIB

Cerita Dilema Kota Padat Bandung dan Bali, Tak Boleh Punya Gedung Menjulang

29 Juli 2026 - 07:05 WIB

Prabowo Pimpin Rapat Antisipasi El Nino, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Pangan dan Air

28 Juli 2026 - 21:29 WIB

BKM Masjid Bani Salim Rutin Gelar Kajian Fikih, Tauhid, dan Tasawuf Sejak Ramadan

28 Juli 2026 - 20:40 WIB

TJSL AirNav, Hadirkan Rumah Inspirasi Aceh Tamiang

28 Juli 2026 - 20:38 WIB

IPCC Jaga Kinerja Operasional di Tengah Pelemahan Pasar Kuartal II 2026

28 Juli 2026 - 15:17 WIB

Trending di ANJUNGAN