Menu ✖

Mode Gelap
Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 Hadirkan Semangat Persahabatan Lintas Negara di USK Zulfitri Nahkodai APPSI Aceh 2026–2031, Pedagang Pasar Siap Perkuat Ekonomi Kerakyatan 41,6 Juta Ton Batu Bara Diangkut KAI Sepanjang Januari–September 2026, Jadi Andalan Angkutan Barang KAI: Minat Pelanggan terhadap Perjalanan Panoramic dan Kabin Privat Terus Menguat Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027

RAGAM

SMF Riset Ritel 2026: Konsumen Memilih Merawat Kendaraan Ketimbang Membeli

badge-check


 SMF Riset Ritel 2026: Konsumen Memilih Merawat Kendaraan Ketimbang Membeli Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — SMF Riset Ritel 2026 melaporkan, Konsumen mulai memprioritaskan pemeliharaan aset yang sudah ada dibandingkan pembelian barang baru. Sektor otomotif (suku cadang) tetap positif, sementara kategori gaya hidup mengalami kontraksi dalam.

Pertumbuhan penjualan suku cadang otomotif mengalami peningkatan lebih dari 11.2 persen. “Pertumbuhan kuat karena konsumen menunda pembelian kendaraan baru dan memilih merawat kendaraan lama di tengah suku bunga tinggi,” tulis laporan SMF, yang diterima, Rabu (29/7/2026).

Sementara, penjualan pakaian dan tekstil menurun hingga 12 persen. Penurunan drastis pasca-Ramadhan karena belanja fesyen dialihkan untuk menutupi kenaikan biaya transportasi dan pangan.

Secara umum SMF melaporkan, momentum positif di Q1 terhenti secara mendadak pada Juni 2026. Kombinasi kenaikan harga energi domestik dan pengetatan moneter agresif menciptakan tekanan biaya hidup (cost-of-living squeeze) yang menghantam daya beli kelas menengah perkotaan.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi (Pertamax) pada Juni 2026 sebesar 32 persen, menguras pendapatan diskresioner rumah tangga. Terlebih, Suku Bunga BI di posisi 5.75 persen.

Kenaikan kumulatif 100 bps dalam 4 minggu untuk menstabilkan rupiah dan menekan inflasi inti.

Stabilitas mata uang Repiah berada di Rp 18.200. Rupiah mendekati level terendah historis terhadap USD, memicu kenaikan biaya impor barang ritel.

Kecepatan Penjualan Ritel (Semester 1)

Indeks Penjualan Riil (IPR) menunjukkan puncak tajam pada Maret karena momentum Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, sejak April hingga Juni, grafik menunjukkan tren penurunan yang konsisten, berakhir dengan pertumbuhan tahunan sebesar -4.4% pada Juni.*** (Septaďi)

Baca Lainnya

Zulfitri Nahkodai APPSI Aceh 2026–2031, Pedagang Pasar Siap Perkuat Ekonomi Kerakyatan

7 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Trending di RAGAM