Menu ✖

Mode Gelap
TPK Koja Dukung Generasi Emas melalui Program TJSL di SMA Negeri 8 Yogyakarta Peringati Sumpah Pemuda, DAMRI Mataram Dorong Kepedulian Lingkungan lewat Tanam Pohon Fasilitas FL Technics di Bali Resmi Raih Sertifikasi Global EASA Part-145 Komitmen ASDP Hubungkan Nusantara melalui 232 Lintasan Perintis Melalui Kolaborasi Bersama Stakeholders, Ditjen Hubdat Perkuat Budaya Keselamatan INKA Buka Suara soal KRL CLI-225 Bermasalah, Perbaikan Dipercepat

ANJUNGAN

Ini Persiapan PELNI Jelang Angkutan Libur Lebaran

badge-check


 Dirut PELNi (tengah) Perbesar

Dirut PELNi (tengah)

Wartatrans.com, JAKARTA – Angkutan libur Lebaran tinggal dua bulan lagi. PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI sudah melakukan sejumlah persiapan setelah merampungkan rangkaian angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Direktur Utama PELNI Tri Andyani yang akrab disapa Anda menjabarkan, langkah yang sudah dipersiapkan adalah armada kapal.

“Kami mengupayakan kesiapan armada dengan tidak ada lagi yang dalam proses perawatan atau doking di galangan,” ungkap Anda di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Doking seluruh armada kata dia, sudah rampung sejak Oktober 2025 saat persiapan angkutan Nataru.

Selanjutnya doking berikutnya akan dilaksanakan usai angkutan libur Lebaran yakni perawatan annual.

Namun, pihaknya juga memonitor apa saja yang mungkin harus dilakukan seperti perbaikan kecil usai angkutan Nataru dan dilakukan runing repare.

“Kita cek lagi toilet misalnya ada yang rusak, kasur yang tidak layak, ini semua diperbaiki dan atau diganti, agar kenyamanan penumpang tetap terjaga,” ujarnya.

Dengan begitu, sepanjang Januari dan Februari ini, menurut Anda, perusahaan benar-benar menyiapkan diri agar siap untuk melayani angkutan libur Lebaran.

Dispensasi Jumlah Angkutan Penumpang

Selain armada, pihaknya juga mulai menelisik kembali data jumlah embarkasi dan debarkasi penumpang.

“Tujuannya adalah untuk mempersiapkan permohonan dispensasi jumlah penumpang pada angkutan libur Lebaran nanti,” ulasnya.

Pada angkutan Lebaran, jumlah penumpang yang tinggi kata dia, terjadi di Indonesia bagian Barat dan Tengah. Ini berbeda dengan saat angkutan Nataru, di mana penumpang tertinggi ada di Indonesia bagian Barat dan Timur.

“Biasanya kami menijau data tren lima tahun ke belakang, embarkasi dan debarkasi mana saja yang tinggi untuk selanjutnya diajukan dispensasi jumlah penumpang ke Kementerian Perhubungan,” imbuh Anda.

Usai pengajuan dispensasi, PELNI akan menunggu keputusan Kemenhub, berapa besaran dispensasi yang diberikan pada saat angkutan libur Lebaran nanti.

Mereka biasanya akan mengecek data yang tersedia, sebelum memutuskan pemberian jumlah dispensasi penumpang.

Kemenhub juga memeriksa kondisi kapal, ketersediaan perlengkapan keselamatan, dan hal penting lainnya yang tersedia di kapal PELNI.

“Misalnya kami mengajukan dispensasi 50-75% dari kapasitas, nanti Kemenhub yang memutuskan berapa jumlah yang diberikan,” katanya.  (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Fasilitas FL Technics di Bali Resmi Raih Sertifikasi Global EASA Part-145

28 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Komitmen ASDP Hubungkan Nusantara melalui 232 Lintasan Perintis

28 Oktober 2026 - 19:36 WIB

KKP Salurkan 100 Ribu Benih Lele di Bantul, Dorong Ekonomi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 17:00 WIB

IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026

28 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Yayasan HAkA Perkuat KUPS Kopi LPHK Nenggeri Linge melalui Training Pengolahan Kopi Pascapanen (Roasting)

28 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Jasa Raharja Perluas Kontribusi Ekosistem Keselamatan Transportasi

28 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Gandeng 2 MRO, Pelita Air Sebut Pentingnya Perawatan Pesawat

28 Oktober 2026 - 11:38 WIB

PJM Perkuat Kolaborasi dan Keselamatan Kerja melalui Program SAIL di Kalimantan

28 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Anak Nasabah PNM Mekaar Unjuk Gigi, Tiga Ide Bisnis Terbaik Raih Gelar Juara MEA 2026

28 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Masuki Sepuluh Tahun, NPCT1 Terus Tumbuh dan Perkuat Layanan Terminal

27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Trending di ANJUNGAN