Menu

Mode Gelap
5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon Garuda Indonesia Berhasil Capai Ketepatan Waktu Terbang 94,3% Selama Operasional Haji 2026 10 Hari, Bandara Soekarno-Hatta Sukses Layani 20.335 Jemaah Umrah dari Terminal 2F 6 Maskapai Ajukan Buka Rute ini dari dan ke Bandara Husein Sastranegara Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat Reuni 40 Tahun Jadi Titik Awal, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Bentuk Pengurus Baru periode 2026-2029 IKA Musix 86

ANJUNGAN

Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Terima Hibah Aset Tanah Pemkab Timor Tengah Selatan

badge-check


 Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Terima Hibah Aset Tanah Pemkab Timor Tengah Selatan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Akselerasi pengembangan Pelabuhan Kolbano, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan resmi menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa aset tanah dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (Pemkab TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST).

Tujuannya untuk mendukung penuh rencana rehabilitasi, pembangunan, dan pengembangan Pelabuhan Kolbano di bawah pengelolaan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Penandatanganan ini dilaksanakan oleh Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Lioe dengan Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang, Simon B. Baon.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan mengapresiasi Bupati Timor Tengah Selatan beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas komitmen yang luar biasa terhadap penguatan sektor transportasi laut nasional.

“Hibah ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan konektivitas nasional yang semakin kuat dan merata. Dukungan ini akan menjadi landasan penting dalam mewujudkan pelabuhan yang lebih representatif, modern, dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi wilayah secara berkelanjutan,” jelas Lollan.

Aset tanah yang dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan ini tercatat memiliki luas kurang lebih 16.215 meter persegi.

Lahan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal bagi pengembangan Pelabuhan Kolbano sebagai salah satu simpul strategis transportasi laut regional.

Lollan menekankan, Pelabuhan Kolbano memegang peran yang sangat krusial dalam memfasilitasi mobilitas logistik, pergerakan penumpang, serta distribusi komoditas unggulan daerah, khususnya sektor peternakan dan hasil bumi masyarakat lokal.

Sebagai kawasan produktif, peningkatan infrastruktur di kawasan ini sudah menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan laju aktivitas perekonomian yang kian meningkat demi mendorong arus barang dan jasa.

“Kami meyakini bahwa pengembangan Pelabuhan Kolbano tidak hanya akan meningkatkan pelayanan kepelabuhanan dan keselamatan pelayaran, tetapi juga akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, memperlancar arus logistik, serta memperkuat keterhubungan antarwilayah di Nusa Tenggara Timur,” paparnya.

​Kawasan Kabupaten Timor Tengah Selatan dikenal sebagai wilayah produktif yang berpotensi tinggi meningkatkan arus barang dan jasa nasional.

Di samping memacu roda ekonomi dan perdagangan regional, ketersediaan lahan yang clear and clean ini juga ditujukan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kepelabuhanan. Fasilitas operasional yang memadai nantinya akan memperkuat aspek keselamatan pelayaran, pengawasan ketat, serta penegakan hukum di bidang angkutan perairan.

Dikatakan Lollan, Ditjen Perhubungan Laut berkomitmen penuh mengelola aset negara ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan secara transparan, akuntabel, dan terukur.

“Penandatanganan NPHD dan BAST pada hari ini merupakan tahapan penting dalam proses administrasi dan pengelolaan aset negara. Ke depan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen untuk menindaklanjuti proses ini dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang terukur, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan dan sekitarnya,” pungkasnya.

​Penandatanganan NPHD dan BAST ini sekaligus menutup tahapan krusial dalam tertib administrasi tata kelola serta pengelolaan aset negara agar berjalan lurus sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi momentum kolaboratif yang berkelanjutan demi menghadirkan pelayanan transportasi laut yang andal, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

13 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pelabuhan Sape Andal Perkuat Akses Wisata dan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

12 Juli 2026 - 16:48 WIB

Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia

12 Juli 2026 - 15:46 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna

11 Juli 2026 - 15:35 WIB

PTP Nonpetikemas Paparkan Strategi ESG dan DEI pada IDEAS Conference 2026

11 Juli 2026 - 11:18 WIB

PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon Perkuat Peran dalam Rantai Logistik

10 Juli 2026 - 14:49 WIB

Antisipasi Kepadatan Gilimanuk, Menhub Dudy Tinjau Pelabuhan Celukan Bawang

10 Juli 2026 - 10:37 WIB

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Terminal Teluk Lamong dan BPD GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan

9 Juli 2026 - 06:56 WIB

Trending di ANJUNGAN