Menu

Mode Gelap
KKP dan BP Batam Perkuat Pengawasan Mutu Ekspor Perikanan, Sertifikasi Ditargetkan Lebih Cepat KAI Kembangkan Stasiun Bogor, Peron SF12 Beroperasi Penuh dan Eskalator ke Bogor Paledang Disiapkan Perkuat Kolaborasi Penanganan Masalah Hukum, Pelindo Regional 2 Banten dan Kejaksaan Negeri Cilegon Perpanjang Nota Kesepahaman Hadapi Dinamika Global, IPCC Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Berkelanjutan pada Semester I 2026 Wakil Bupati Aceh Timur Beri Waktu 2 X 24 Jam Kepada “Dun Belanda” Untuk Klarifikasi Terkait Video Viral FPRM Aceh Sesalkan Temuan BPK: Barang Bantuan “Busuk” di Gudang Dinsos Kota Langsa Akibat Tidak Terawat

ANJUNGAN

Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Terima Hibah Aset Tanah Pemkab Timor Tengah Selatan

badge-check


 Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Terima Hibah Aset Tanah Pemkab Timor Tengah Selatan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Akselerasi pengembangan Pelabuhan Kolbano, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan resmi menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa aset tanah dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (Pemkab TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST).

Tujuannya untuk mendukung penuh rencana rehabilitasi, pembangunan, dan pengembangan Pelabuhan Kolbano di bawah pengelolaan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Penandatanganan ini dilaksanakan oleh Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Lioe dengan Kepala Kantor KSOP Kelas III Kupang, Simon B. Baon.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan mengapresiasi Bupati Timor Tengah Selatan beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas komitmen yang luar biasa terhadap penguatan sektor transportasi laut nasional.

“Hibah ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan konektivitas nasional yang semakin kuat dan merata. Dukungan ini akan menjadi landasan penting dalam mewujudkan pelabuhan yang lebih representatif, modern, dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi wilayah secara berkelanjutan,” jelas Lollan.

Aset tanah yang dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan ini tercatat memiliki luas kurang lebih 16.215 meter persegi.

Lahan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal bagi pengembangan Pelabuhan Kolbano sebagai salah satu simpul strategis transportasi laut regional.

Lollan menekankan, Pelabuhan Kolbano memegang peran yang sangat krusial dalam memfasilitasi mobilitas logistik, pergerakan penumpang, serta distribusi komoditas unggulan daerah, khususnya sektor peternakan dan hasil bumi masyarakat lokal.

Sebagai kawasan produktif, peningkatan infrastruktur di kawasan ini sudah menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan laju aktivitas perekonomian yang kian meningkat demi mendorong arus barang dan jasa.

“Kami meyakini bahwa pengembangan Pelabuhan Kolbano tidak hanya akan meningkatkan pelayanan kepelabuhanan dan keselamatan pelayaran, tetapi juga akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, memperlancar arus logistik, serta memperkuat keterhubungan antarwilayah di Nusa Tenggara Timur,” paparnya.

​Kawasan Kabupaten Timor Tengah Selatan dikenal sebagai wilayah produktif yang berpotensi tinggi meningkatkan arus barang dan jasa nasional.

Di samping memacu roda ekonomi dan perdagangan regional, ketersediaan lahan yang clear and clean ini juga ditujukan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kepelabuhanan. Fasilitas operasional yang memadai nantinya akan memperkuat aspek keselamatan pelayaran, pengawasan ketat, serta penegakan hukum di bidang angkutan perairan.

Dikatakan Lollan, Ditjen Perhubungan Laut berkomitmen penuh mengelola aset negara ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan secara transparan, akuntabel, dan terukur.

“Penandatanganan NPHD dan BAST pada hari ini merupakan tahapan penting dalam proses administrasi dan pengelolaan aset negara. Ke depan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berkomitmen untuk menindaklanjuti proses ini dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang terukur, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan dan sekitarnya,” pungkasnya.

​Penandatanganan NPHD dan BAST ini sekaligus menutup tahapan krusial dalam tertib administrasi tata kelola serta pengelolaan aset negara agar berjalan lurus sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi momentum kolaboratif yang berkelanjutan demi menghadirkan pelayanan transportasi laut yang andal, inklusif, dan berdaya saing tinggi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perkuat Kolaborasi Penanganan Masalah Hukum, Pelindo Regional 2 Banten dan Kejaksaan Negeri Cilegon Perpanjang Nota Kesepahaman

27 Juli 2026 - 21:11 WIB

Hadapi Dinamika Global, IPCC Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Berkelanjutan pada Semester I 2026

27 Juli 2026 - 21:00 WIB

Tata Kelola BBM PELNI Disupervisi KPK

25 Juli 2026 - 19:47 WIB

12 Penumpang Speedboat SB. Mister Un Berhasil Dievakuasi di Perairan Gorontalo

25 Juli 2026 - 19:35 WIB

Teluk Ratai Siapkan Dermaga Kapal Induk, Infrastruktur Maritim RI Naik Kelas

25 Juli 2026 - 18:56 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kinerja, Operasional Tumbuh Positif pada Semester I 2026

25 Juli 2026 - 08:47 WIB

Optimalkan Produktivitas Bongkar Muat, IPC TPK Teluk Bayur Teken Kontrak Pelayanan dengan Empat Mitra Pelayaran

24 Juli 2026 - 21:41 WIB

Perkuat Budaya K3, TPK Teluk Lamong Gelar Safety Forum untuk Operasional Andal

24 Juli 2026 - 08:14 WIB

Kemenhub dan Pelindo Siapkan Implementasi E-Pilotage di Empat Perairan Wajib Pandu

23 Juli 2026 - 20:00 WIB

Program Diskon Tarif Efektif Dongkrak Penumpang Kapal PELNI, Tembus 677.955 Selama Libur Sekolah

23 Juli 2026 - 17:45 WIB

Trending di ANJUNGAN