Menu

Mode Gelap
5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon Garuda Indonesia Berhasil Capai Ketepatan Waktu Terbang 94,3% Selama Operasional Haji 2026 10 Hari, Bandara Soekarno-Hatta Sukses Layani 20.335 Jemaah Umrah dari Terminal 2F 6 Maskapai Ajukan Buka Rute ini dari dan ke Bandara Husein Sastranegara Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat Reuni 40 Tahun Jadi Titik Awal, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Bentuk Pengurus Baru periode 2026-2029 IKA Musix 86

ANJUNGAN

ASDP Pastikan Penanganan Optimal bagi Korban Insiden KMP Aceh Hebat 2

badge-check


 Armada KMP Aceh Hebat 2 Perbesar

Armada KMP Aceh Hebat 2

Wartatrans.com, BANDA ACEH – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memprioritaskan penanganan dan pemulihan korban insiden kebakaran yang terjadi di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

“Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh korban memperoleh layanan medis terbaik serta dukungan penuh selama masa perawatan,” tutur Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo.

Dia menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan serta pemulihan korban menjadi perhatian utama perusahaan.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas insiden yang terjadi. Atas nama manajemen ASDP, kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada para korban, keluarga, dan seluruh pihak yang terdampak. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta pendampingan yang diperlukan selama proses pemulihan,” ujar Heru.

Sejak kejadian berlangsung, ASDP terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak rumah sakit, tenaga medis, pemerintah daerah, dan instansi terkait guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Hingga Jumat malam ini, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.

GM ASDP Cabang Banda Aceh Andri Setiawan menyampaikan perkembangan terkini bahwa dua korban masih menjalani observasi dan penanganan lanjutan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Delapan korban tengah menjalani tindakan operasi dan perawatan medis lanjutan, sementara lima korban lainnya telah menyelesaikan tindakan operasi dan saat ini menjalani perawatan intensif di ICU maupun HCU di bawah pengawasan ketat tim medis.

Berdasarkan laporan medis terbaru, seluruh korban yang dirawat telah mendapatkan asesmen dan penanganan sesuai tingkat cedera yang dialami.

“Sebagian korban masih memerlukan tindakan medis lanjutan dan observasi intensif guna memastikan kondisi mereka terus membaik,” ujarnya.

Selain memastikan layanan medis berjalan optimal, ASDP juga memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban.

Perusahaan telah menjalin komunikasi secara aktif dengan keluarga masing-masing korban serta memfasilitasi kebutuhan pendampingan selama proses perawatan berlangsung.

Sejumlah anggota keluarga telah berada di rumah sakit untuk mendampingi korban, sementara keluarga lainnya sedang dalam perjalanan menuju Banda Aceh dan terus mendapatkan informasi perkembangan kondisi korban secara berkala.

“Kami memahami bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses pemulihan. Karena itu, kami berupaya memastikan keluarga korban mendapatkan akses informasi yang memadai dan dapat mendampingi anggota keluarganya selama menjalani perawatan,” tambah Heru.

ASDP juga memastikan seluruh kebutuhan penanganan korban menjadi prioritas perusahaan. Manajemen terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan kondisi korban melalui koordinasi langsung dengan pihak rumah sakit dan tenaga medis yang menangani.

Di saat yang sama, ASDP tetap mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang guna mengetahui penyebab insiden secara menyeluruh.

Hasil investigasi dan evaluasi nantinya akan menjadi bagian penting dalam penguatan sistem keselamatan dan peningkatan standar operasional perusahaan.

“Keselamatan dan keamanan pengguna jasa akan selalu menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan kesiapsiagaan operasional, serta memastikan seluruh proses penanganan korban dilakukan secara maksimal, cepat, dan bertanggung jawab,” tutup Heru. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

13 Juli 2026 - 12:36 WIB

Pelabuhan Sape Andal Perkuat Akses Wisata dan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

12 Juli 2026 - 16:48 WIB

Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia

12 Juli 2026 - 15:46 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna

11 Juli 2026 - 15:35 WIB

PTP Nonpetikemas Paparkan Strategi ESG dan DEI pada IDEAS Conference 2026

11 Juli 2026 - 11:18 WIB

PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon Perkuat Peran dalam Rantai Logistik

10 Juli 2026 - 14:49 WIB

Antisipasi Kepadatan Gilimanuk, Menhub Dudy Tinjau Pelabuhan Celukan Bawang

10 Juli 2026 - 10:37 WIB

Wujudkan Green Port, IPC TPK Fasilitasi Uji Emisi Gratis

9 Juli 2026 - 11:12 WIB

Terminal Teluk Lamong dan BPD GINSI Jawa Timur Satukan Langkah Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan

9 Juli 2026 - 06:56 WIB

Trending di ANJUNGAN