Menu ✖

Mode Gelap
Catatan M. Mujiburrohman: MBG dan Cara Kita Membaca Uang Negara BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026 Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri

Uncategorized

Bedah Novel di Distrik Gintung Bahas Cinta, Perjuangan, dan Ruang Literasi

badge-check


 Bedah Novel di Distrik Gintung Bahas Cinta, Perjuangan, dan Ruang Literasi Perbesar

Wartatrans.com, TANGSEL — Sebuah diskusi sastra berlangsung di Distrik Gintung, Pasar Gintung, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu, 13 Juni 2026. Novel Siluet Cinta Sang Bintang Kejora karya Anggie D. Widowati dibedah dalam forum yang menghadirkan Arie F. Batubara sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Ireng Halimun.

Kegiatan yang dihadiri pegiat literasi dan pencinta buku itu membahas sejumlah aspek dalam novel, mulai dari konstruksi cerita, pengembangan tokoh, hingga tema-tema yang diangkat penulis.

Diskusi berlangsung dalam suasana santai dan interaktif, dengan peserta turut menyampaikan pandangan serta pertanyaan mengenai karya tersebut.
Arie F. Batubara menilai karya sastra memiliki fungsi lebih dari sekadar hiburan. Menurut dia, novel dapat menjadi medium untuk membaca realitas sosial sekaligus memahami pengalaman manusia dari berbagai sudut pandang.

Dalam pembahasan, peserta menyoroti bagaimana novel Siluet Cinta Sang Bintang Kejora menghadirkan kisah tentang cinta, harapan, dan perjuangan hidup yang dekat dengan pengalaman keseharian. Narasi yang dibangun penulis dinilai memberi ruang bagi pembaca untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan hidup dan relasi antarmanusia.

Ireng Halimun, yang memandu jalannya acara, mengarahkan diskusi agar tidak hanya berfokus pada isi cerita, tetapi juga pada proses kreatif yang melatarbelakangi lahirnya sebuah karya sastra. Pendekatan tersebut membuka ruang dialog antara pembaca, penulis, dan pemerhati literasi yang hadir.

Di tengah tantangan menurunnya minat baca dan dominasi media digital, forum-forum sastra semacam ini masih menjadi ruang penting bagi tumbuhnya budaya literasi. Selain memperkenalkan karya kepada publik, kegiatan bedah buku juga menjadi sarana untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan apresiasi terhadap sastra Indonesia.

Melalui pertemuan itu, novel tidak hanya dibicarakan sebagai produk kreatif, tetapi juga sebagai bagian dari upaya merawat tradisi membaca dan membangun percakapan budaya di tengah masyarakat.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Sejumlah Menteri Bergeser

1 Oktober 2026 - 16:23 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai

1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Trending di NASIONAL