Menu

Mode Gelap
Depok Main Tegas: 52 SMP Swasta Gratis, Tapi Jangan Cuma Jualan Angka Bedah Novel di Distrik Gintung Bahas Cinta, Perjuangan, dan Ruang Literasi PT Bejira Cipta Media Gelar Berbagi dan Doa Bersama Anak Yatim di Pesantren Tahfiz Ruhama FIFGROUP Ajak Karyawan Trekking, Kumpulkan 240 Kg Sampah dan Resmikan 4 Toilet Umum Haflah TK B Sekolah Alam Aceh Tengah Usung Tema “Gayo Day”, Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini Aceh Bersiap Sambut Pertemuan Penyair Nusantara XIV, Rapat Koordinasi Digelar Dua Hari

Uncategorized

Bedah Novel di Distrik Gintung Bahas Cinta, Perjuangan, dan Ruang Literasi

badge-check


 Bedah Novel di Distrik Gintung Bahas Cinta, Perjuangan, dan Ruang Literasi Perbesar

Wartatrans.com, TANGSEL — Sebuah diskusi sastra berlangsung di Distrik Gintung, Pasar Gintung, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu, 13 Juni 2026. Novel Siluet Cinta Sang Bintang Kejora karya Anggie D. Widowati dibedah dalam forum yang menghadirkan Arie F. Batubara sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Ireng Halimun.

Kegiatan yang dihadiri pegiat literasi dan pencinta buku itu membahas sejumlah aspek dalam novel, mulai dari konstruksi cerita, pengembangan tokoh, hingga tema-tema yang diangkat penulis.

Diskusi berlangsung dalam suasana santai dan interaktif, dengan peserta turut menyampaikan pandangan serta pertanyaan mengenai karya tersebut.
Arie F. Batubara menilai karya sastra memiliki fungsi lebih dari sekadar hiburan. Menurut dia, novel dapat menjadi medium untuk membaca realitas sosial sekaligus memahami pengalaman manusia dari berbagai sudut pandang.

Dalam pembahasan, peserta menyoroti bagaimana novel Siluet Cinta Sang Bintang Kejora menghadirkan kisah tentang cinta, harapan, dan perjuangan hidup yang dekat dengan pengalaman keseharian. Narasi yang dibangun penulis dinilai memberi ruang bagi pembaca untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan hidup dan relasi antarmanusia.

Ireng Halimun, yang memandu jalannya acara, mengarahkan diskusi agar tidak hanya berfokus pada isi cerita, tetapi juga pada proses kreatif yang melatarbelakangi lahirnya sebuah karya sastra. Pendekatan tersebut membuka ruang dialog antara pembaca, penulis, dan pemerhati literasi yang hadir.

Di tengah tantangan menurunnya minat baca dan dominasi media digital, forum-forum sastra semacam ini masih menjadi ruang penting bagi tumbuhnya budaya literasi. Selain memperkenalkan karya kepada publik, kegiatan bedah buku juga menjadi sarana untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan apresiasi terhadap sastra Indonesia.

Melalui pertemuan itu, novel tidak hanya dibicarakan sebagai produk kreatif, tetapi juga sebagai bagian dari upaya merawat tradisi membaca dan membangun percakapan budaya di tengah masyarakat.*** (Septiadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Depok Main Tegas: 52 SMP Swasta Gratis, Tapi Jangan Cuma Jualan Angka

13 Juni 2026 - 19:53 WIB

PT Bejira Cipta Media Gelar Berbagi dan Doa Bersama Anak Yatim di Pesantren Tahfiz Ruhama

13 Juni 2026 - 19:29 WIB

Haflah TK B Sekolah Alam Aceh Tengah Usung Tema “Gayo Day”, Tanamkan Cinta Budaya Sejak Dini

13 Juni 2026 - 17:21 WIB

Aceh Bersiap Sambut Pertemuan Penyair Nusantara XIV, Rapat Koordinasi Digelar Dua Hari

13 Juni 2026 - 17:03 WIB

BPSDMP Sampaikan Keprihatian Mendalam Insiden KMP Aceh Hebat 2

13 Juni 2026 - 16:44 WIB

Erik Fitriadi: Kemajuan Papua Perlu Dibarengi Penguatan Dialog dan Perlindungan Warga Sipil

13 Juni 2026 - 16:16 WIB

ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Pascainsiden KMP Aceh Hebat 2

13 Juni 2026 - 15:46 WIB

Podcast Halimah Munawir Tembus 200 Ribu Penonton dalam Dua Bulan, Digelar Syukuran Bersama Awak Media

13 Juni 2026 - 15:25 WIB

Mantan Gubernur Aceh Dr Zaini Abdullah Wafat di Usia 86 Tahun

13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Terima Penghargaan JMSI, Mahlizar Safdi ketua Posko Rakyat Dedikasikan Piala untuk Istri, Ratusan Relawan Posko Rakyat, dan Sinergi Lintas Sektor

13 Juni 2026 - 13:26 WIB

Trending di RAGAM