Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

PERON

Inspeksi Rel KA Jelang Nataru Selesai, KNKT dan KAI Tekankan Keselamatan Tanpa Kompromi untuk Mobilitas Nasional

badge-check


 Inspeksi Rel KA Jelang Nataru Selesai, KNKT dan KAI Tekankan Keselamatan Tanpa Kompromi untuk Mobilitas Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyelesaikan rangkaian inspeksi jalur menggunakan Kereta Api Inspeksi (KAIS) pada 2—4 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan prasarana, sarana, dan layanan stasiun menjelang Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Inspeksi yang dilakukan melalui dua lintasan utama Pulau Jawa ini menegaskan peran kereta api dalam mendukung kepentingan nasional, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan memperkuat pemerataan aktivitas ekonomi saat puncak mobilitas akhir tahun.

Inspeksi lintas utara dilakukan dari Gambir menuju Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang Tawang, Cepu, Surabaya Pasar Turi, dan Surabaya Gubeng sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangil, Jember, Kalisetail, hingga Ketapang. Lintasan ini merupakan tulang punggung mobilitas nasional yang menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi dan jalur distribusi logistik antarkota besar.

Pada lintas selatan, perjalanan dimulai dari Bandung dan melintasi Warungbandrek, Cipeundeuy, Karangpucung, Banjar, Gandrungmangun, Kroya, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, dan Solo Balapan. Rangkaian kemudian bergerak menuju Walikukun, Madiun, Tulungagung, Blitar, Wlingi, Malang Kota Lama, Malang, Sengon, hingga Bangil dan berakhir di Surabaya Gubeng. Lintasan ini memiliki kontur menantang sehingga memerlukan perhatian lebih dalam hal keselamatan operasional.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono melakukan inspeksi jalur Kereta Api (KA) menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pada kesempatan itu, Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem pada periode angkutan Nataru. Soerjanto menyampaikan bahwa KNKT mengikuti rangkaian inspeksi jalur dari Jakarta hingga Ketapang untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan bahwa rekomendasi keselamatan telah dijalankan oleh KAI.

“Kami lihat bahwa apa yang menjadi konsen KNKT, terutama hal-hal yang sesuai dengan rekomendasi kami, apakah sudah dikerjakan atau belum untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan dengan penyebab yang sama,” ujar Soerjanto.

Soerjanto juga mengapresiasi langkah KAI yang dinilainya memiliki inisiatif tinggi dalam menjaga keselamatan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan langsung jajaran direksi dalam inspeksi menjadi gambaran bahwa aspek keselamatan benar-benar ditempatkan sebagai prioritas utama.

“KAI menunjukkan komitmen yang serius terhadap keselamatan. Direksi turun langsung melihat kondisi jalur dan memutuskan tindak lanjutnya di tempat. Ini adalah praktik baik dalam memastikan sistem keselamatan berjalan,” ujar Soerjanto.

Ia menambahkan bahwa sejumlah wilayah rawan, termasuk beberapa titik di Jawa Timur, membutuhkan pengawasan intensif mengingat curah hujan tinggi dapat memengaruhi kestabilan rel, jembatan, dan tebing di sekitar jalur. Temuan yang muncul selama inspeksi menunjukkan bahwa proses pengawasan berlangsung dan langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat.

Wakil Direktur Utama KAI Dody Budiawan menegaskan bahwa masa Nataru merupakan fase penting bagi KAI dalam menjaga keselamatan dan memastikan layanan berjalan andal. Ia menyampaikan bahwa peran kereta api pada periode ini sangat vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan turut menggerakkan perekonomian di berbagai wilayah.

“Keselamatan adalah prinsip tanpa kompromi. Setiap perjalanan harus dipastikan aman. Selain itu, pelayanan harus maksimal dan seluruh petugas wajib siap siaga. Setiap temuan di lapangan harus ditindaklanjuti saat itu juga. KAI harus menjadi perusahaan yang dapat dipercaya dan diandalkan,” tegas Dody.

Ia menambahkan bahwa kesiapan Nataru menjadi momentum bagi seluruh insan KAI untuk menunjukkan profesionalisme dan disiplin operasional dalam melayani masyarakat pada periode mobilitas tertinggi sepanjang tahun.

Selama inspeksi, KAI memantau kondisi jalur, wesel, jembatan, sinyal, serta fasilitas layanan di stasiun. Untuk meningkatkan keandalan prasarana, KAI telah memasang 84.525 meter rel baru, 189.883 meter kubik batu kricak, dan 12.084 batang bantalan sintetis pada jembatan baja. Selain itu, KAI menempatkan 19 lokomotif, 17 kereta pembangkit, 3 crane, serta 2.483 petugas tambahan di lokasi strategis untuk mendukung kesiapsiagaan Nataru.

Pusat Posko Terpadu Nataru kini beroperasi penuh untuk memantau perjalanan secara real time dan memastikan seluruh aspek operasional berjalan aman serta terkendali. Koordinasi antara KAI, KNKT, dan DJKA Kemenhub memperkuat kesiapan prasarana dan pelayanan jelang tingginya mobilitas masyarakat pada akhir tahun.

Dody menegaskan bahwa rangkaian inspeksi ini mencerminkan komitmen kuat seluruh Insan KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan, memperkuat mobilitas masyarakat, dan mendukung pemerataan aktivitas ekonomi melalui layanan transportasi yang aman dan andal.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman. Melalui kesiapan ini, KAI siap menjalankan tugas Nataru dengan penuh tanggung jawab,” tutup Dody.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim

16 Oktober 2026 - 23:26 WIB

KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan

16 Oktober 2026 - 21:10 WIB

KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat

16 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

16 Oktober 2026 - 19:55 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat

16 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Jakpro Benahi Fasilitas LRT Jakarta, dari Jalur Pemandu hingga Akses Kursi Roda

16 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Dua KA Babaranjang Bertabrakan di OKU Sumsel, Sejumlah Lokomotif dan Gerbong Anjlok

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

KAI Benahi Stasiun Gambir Jelang Nataru, Toilet Utara Ditargetkan Rampung November

15 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Platform Time Out Sebut Penumpang LRT Jakarta Juli 2026 Turun 6,81%

15 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Trending di JALUR