Menu

Mode Gelap
KSOP Muara Angke Sosialisasi Kespel dan Imbauan Cegah Kebakaran Kapal Loko Café dan Kuliner Kereta Ramaikan BNI wondrX 2026 di ICE BSD, Ada Kopi Best Seller hingga Cuank! Enak Tol HBR II Setinggi 38 Meter, Ditargetkan Rampung Awal 2028 Uji Coba 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kirim 273,6 Ton Ikan Senilai Rp11,1 Miliar Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 2027 Mualeem Buka Suara: Rotasi Sekda Disebut sebagai Langkah Penyegaran Pemerintahan Aceh

SUMBER DAYA

ISU ISI Jadi Tonggak Gerakan Kreatif Mahasiswa Pascasarjana ISI Padangpanjang

badge-check


 ISU ISI Jadi Tonggak Gerakan Kreatif Mahasiswa Pascasarjana ISI Padangpanjang Perbesar

Wartatrans.com, PADANGPANJANG – Festival ISU ISI yang digagas mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang dinilai menjadi tonggak lahirnya gerakan kreatif baru di lingkungan kampus. Kegiatan yang akan berlangsung pada 24–25 Juli 2026 itu disebut sebagai salah satu event terbesar yang pernah diselenggarakan mahasiswa Pascasarjana ISI Padangpanjang.

Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Sn., M.Hum., mengatakan festival tersebut merupakan contoh bagaimana capaian akademik dapat diterjemahkan menjadi ruang kreativitas yang berdampak bagi masyarakat. Menurut dia, ISU ISI berawal dari luaran Mata Kuliah Manajemen Seni, namun berkembang menjadi ajang kolaborasi yang melibatkan akademisi, seniman, pelaku industri kreatif, dan masyarakat.

“Meski berangkat dari sebuah mata kuliah, kreativitas mahasiswa dan dosen pembimbing patut diapresiasi. Kreativitas itu berhasil disinergikan dengan capaian akademik sehingga menjadi media untuk memperkenalkan ISI Padangpanjang, khususnya Pascasarjana, kepada masyarakat,” kata Febri.

Ia menilai keberhasilan sebuah kegiatan tidak semata ditentukan oleh skala penyelenggaraannya, melainkan kemampuan kegiatan tersebut melahirkan gagasan, kolaborasi, dan dampak yang berkelanjutan. Karena itu, ISU ISI dipandang sebagai pijakan penting dalam membangun tradisi baru pengembangan kreativitas mahasiswa.

“Mahasiswa Pascasarjana tidak hanya berkutat pada aktivitas akademik dan penelitian, tetapi juga mampu menerjemahkan gagasan menjadi sebuah peristiwa budaya yang dapat dinikmati publik,” ujarnya.

Febri menambahkan, keberanian mahasiswa mengelola kegiatan berskala besar menunjukkan potensi ISI Padangpanjang sebagai institusi yang menaungi berbagai subsektor ekonomi kreatif. Menurut dia, potensi tersebut perlu diperkuat melalui sinergi dan kolaborasi agar mampu terhubung dengan berbagai pihak di luar kampus.

Direktur Pascasarjana ISI Padangpanjang, Dr. Rasmida, S.Sn., M.Sn., mengatakan ISU ISI merupakan event kesembilan yang diselenggarakan Pascasarjana. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang digelar di luar kampus, seluruh rangkaian kegiatan tahun ini dipusatkan di lingkungan ISI Padangpanjang.

“Selama ini kami melaksanakan berbagai event di luar kampus dan mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat. Tahun ini kami ingin mengangkat kampus sebagai pusat kegiatan. Harapannya, ISU ISI dapat menjadi cikal bakal event tahunan Pascasarjana ISI Padangpanjang,” katanya.

Sementara itu, dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Seni, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., menilai ISU ISI memiliki peran strategis dalam membuka akses yang lebih luas bagi pelaku seni dan industri kreatif daerah untuk terhubung dengan jejaring nasional maupun internasional.

Menurut sastrawan dan sutradara teater yang akrab disapa Adoen itu, daerah masih menghadapi keterbatasan akses menuju skala nasional sehingga diperlukan kerja sama yang lebih kuat dengan pelaku industri kreatif.

“ISU ISI menjadi langkah awal untuk membangun aktivitas kreatif yang lebih besar. Perlu dibangun hubungan kerja sama agar tercipta koneksi yang kuat antara daerah, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Direktur Festival ISU ISI, Amin Wahyuda, mengatakan festival tersebut tidak dirancang sebagai perhelatan sesaat, melainkan sebuah platform yang terus tumbuh dan berkembang.

“ISU ISI merupakan proses kecil yang akan berkembang menjadi akar, membentuk jaringan yang kuat, dan pada akhirnya tumbuh menjadi festival besar yang berkontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan ISI Padangpanjang di masa depan,” kata Amin.

Ia berharap festival itu menjadi ruang pertemuan antara akademisi, seniman, pelaku industri kreatif, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat pengembangan seni, budaya, serta ekonomi kreatif di Sumatera Barat dan Indonesia.*** (Ifal)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

22 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap

21 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Pelindo–Pelni Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

21 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Mulai Rp215 Ribu, DAMRI Buka Layanan Kalianda–Jakarta via Lintas Sumatera

21 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Posko Bersama Dibuka, Kemenhub-Pelindo-PELNI Perkuat Respons Kemanusiaan untuk NTT

21 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Peduli Kesehatan Masyarakat, Pelindo dan IHC Gelar Pemeriksaan Gratis bagi Balita dan Lansia

21 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Kemenhub Gelar Pelatihan ICAO GSI Angkatan KE-2 Bagi 16 Inspektur Penerbangan 6 Negara

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Cek PG4N bagi 100 Pegawai, BKKP dan KSOP Banten Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Narkoba

21 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Terminal Teluk Lamong Bekali Warga Ring 1 dengan Kompetensi dan Sertifikasi Gada Pratama

20 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Di Tengah Dampak Gempa, Pelindo Hadir Bantu Masyarakat Flores

20 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Trending di ANJUNGAN