Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat upaya pelestarian biota laut melalui program konservasi yang mencakup pengembangbiakan, rehabilitasi, konservasi ex-situ, hingga pelepasliaran spesies ke habitat alaminya.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati laut sekaligus mendukung implementasi kebijakan ekonomi biru.

Salah satu aksi terbaru dilakukan dengan melepasliarkan 30 ekor hiu di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Seribu Selatan. Hiu yang dilepas terdiri atas 25 ekor Hiu Bambu (Chiloscyllium punctatum) hasil program captive breeding dan lima ekor Hiu Karang Sirip Hitam (Carcharhinus melanopterus).
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik KKP, Sarmintohadi, mengatakan program pengembangbiakan dan pelepasliaran merupakan bagian penting dalam memulihkan populasi spesies serta menjaga keseimbangan ekosistem laut.
“Konservasi tidak hanya dilakukan melalui perlindungan habitat di alam, tetapi juga melalui upaya rehabilitasi, pengembangbiakan, penelitian, dan edukasi yang mampu mendukung pemulihan populasi spesies sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati perairan,” ujar Sarmintohadi dalam siaran resmi di Jakarta, dikutip Senin (22/6/2026).
Selain pelepasliaran, KKP juga mengembangkan konservasi ex-situ sebagai sarana penelitian, penyelamatan spesies, dan edukasi masyarakat. Salah satunya melalui pengenalan Pot-bellied Seahorse yang berasal dari hibah YO-GYO Aquarium Jepang kepada BXSea sebagai pemegang Surat Izin Pemanfaatan Jenis Ikan (SIPJI) Aquaria.
Kehadiran spesies tersebut diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan spesies laut dan pengelolaan biota perairan secara berkelanjutan.
Untuk memperkuat program konservasi, KKP menggandeng BXSea Oceanarium dalam berbagai kegiatan, mulai dari pengembangan konservasi ex-situ, rehabilitasi biota perairan, restocking jenis ikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendataan spesies, hingga edukasi publik.
Direktur PT Jaya Real Property Tbk, Tina Santosa Hadisumarto, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan semakin memperkuat fungsi BXSea sebagai pusat edukasi konservasi laut.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat peran BXSea sebagai sarana edukasi konservasi yang mendekatkan masyarakat dengan berbagai spesies perairan serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian biota akuatik Indonesia,” kata Tina.
Melalui berbagai program tersebut, KKP menegaskan komitmennya dalam melindungi spesies ikan dan biota perairan sebagai bagian dari kebijakan ekonomi biru yang diusung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Kebijakan tersebut menempatkan kesehatan ekosistem laut sebagai fondasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun mendatang.(fahmi)



























