Menu

Mode Gelap
Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut Pemerintah Aceh Luruskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan: Bukan Dana Tunai, Melainkan Program dan Bantuan untuk Petani 22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Terlantar di Bandara Changi, Klaim Rugi Lebih dari Rp110 Juta Mantap, PTP Nonpetikemas Sabet 2 Penghargaan di PR Awards 2026

RAGAM

Dinas Sejarah Angkatan Laut Dukung Pengembangan Film Pahlawan Nasional John Lie sebagai Diplomasi Budaya

badge-check


 Dinas Sejarah Angkatan Laut Dukung Pengembangan Film Pahlawan Nasional John Lie sebagai Diplomasi Budaya Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal) mendukung pengembangan film layar lebar yang mengangkat kisah Laksamana Muda TNI (Purn.) John Lie (Jahja Daniel Dharma), Pahlawan Nasional Indonesia sekaligus salah satu tokoh besar TNI Angkatan Laut. Film ini diharapkan menjadi media diplomasi budaya yang memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia kepada masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri.

Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, M.Tr.Opsla, memberikan dukungan terhadap pengembangan film tersebut agar tetap berpijak pada fakta sejarah, nilai kepahlawanan, serta semangat perjuangan Angkatan Laut Republik Indonesia. Hal itu dikemukakan saat rapat bersama di kantornya, Kamis (06/08/2026).

“Film ini mengangkat perjalanan hidup John Lie, seorang perwira Angkatan Laut keturunan Tionghoa kelahiran Manado yang memainkan peran penting dalam menembus blokade laut Belanda pada masa Revolusi Kemerdekaan. Melalui operasi-operasi berisiko tinggi, ia menyelundupkan logistik dan persenjataan demi mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Atas jasa-jasanya, John Lie dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2009,” terang Wira Hady Arsanta Wardhana.

Lebih jauh  Wira Hady menambahkan, bahwa kisah Jhon Lie ini bukan sekadar film sejarah, karya ini diharapkan menjadi diplomasi budaya yang menyampaikan pesan kuat tentang nasionalisme Indonesia.

“Kisah John Lie menunjukkan bahwa kecintaan kepada Tanah Air tidak ditentukan oleh latar belakang etnis, melainkan oleh pengabdian dan pengorbanan bagi bangsa. Sebagai tokoh peranakan Tionghoa, John Lie membuktikan bahwa mereka yang lahir, tumbuh, dan mengabdi di Indonesia adalah bagian utuh dari bangsa Indonesia, dengan hak dan tanggung jawab yang sama dalam menjaga kedaulatan negara. Semangat inilah yang ingin dihadirkan kepada generasi muda melalui medium perfilman,” tegas Wira lagi.

Pengembangan film ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Sejarah Angkatan Laut dengan sejumlah insan perfilman nasional. Salam Berkah Pictures dipimpin H. Erick Teguh, M.SE selaku President Director, bekerja sama dengan PT Avantgarde Production yang dipimpin Samina Purnawan sebagai Owner & President Director.

Pada aspek kreatif, Nucke Rahma dipercaya sebagai penulis skenario untuk film, serial, dan web series. Ferdy Firdaus MF bertugas sebagai Produser Promosi, sedangkan Putra Gara, – yang selama ini dikenal sebagai penulis novel-novel sejarah, mengemban tanggung jawab pada riset sejarah, pengembangan cerita, dan story development guna memastikan alur film memiliki landasan historis yang kuat.

“Dari kisah dan skenario ini pun akan saya adaptasi menjadi novel berlatar belakang sejarah,” terang Gara.

Melalui kolaborasi ini, Disjarahal berharap lahir sebuah film sejarah yang tidak hanya menghidupkan kembali sosok Pahlawan Nasional John Lie, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan, mempererat persatuan dalam keberagaman, serta menjadi sarana diplomasi budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (Daus)

Baca Lainnya

Sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama, Pelindo Perkuat Harmoni Hubungan Industrial

6 Agustus 2026 - 22:26 WIB

IDSurvey Ajak 330 Siswa di Bidara Cina Menjadi Pelopor Transformasi Hijau Indonesia

6 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Perkuat Mitigasi Risiko, IPC TPK Resmi Perpanjang Sinergi Hukum Bersama Kejari Jakut

6 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Pemerintah Aceh Luruskan Bantuan Rp2,5 Triliun dari Kementan: Bukan Dana Tunai, Melainkan Program dan Bantuan untuk Petani

6 Agustus 2026 - 21:33 WIB

22 Penumpang Scoot Tujuan Padang Terlantar di Bandara Changi, Klaim Rugi Lebih dari Rp110 Juta

6 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Pengukuhan DKJ Dipersoalkan, Arie Batubara Nilai Pergub Dilanggar

6 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Judul Film “Pasukan 1.000 Janda” Dinilai Mereduksi Martabat Laksamana Malahayati, Dinas Sejarah AL pun Menolak

6 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Pemkab Aceh Tamiang Terima 114 Unit Huntara dari Mercy Malaysia untuk Korban Banjir

6 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Irwandi Yusuf dan Steffy Burase Tampung Aspirasi Warga Kala Segi, Siap Bantu Kebutuhan Mendesak Masjid dan Air Bersih

6 Agustus 2026 - 15:26 WIB

KOKKANG Gelar Pameran Kartun “Tawa Merdeka”, Hadirkan 81 Karya untuk Rayakan HUT RI ke-81

6 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Trending di SENI BUDAYA