Wartatrans.com, SEMARANG — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Semarang menggelar acara Sosialisasi Biru Poin di ball room hotel Candi Indah Semarang, Rabu (5/8/2026) malam. Kegiatan soft lounching aplikasi dari Badan Saksi Nasional (BSN) ini diikuti para pengurus Partai Demokrat mulai dari pusat sampai daerah.
Lebih rincinya adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Tengah, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Semarang.

Nama pengurus yang hadir adalah Adjie Arifudin (DPP), Eko Wahyudi (BSN), Wahyu Priez, Sumartono (DPD Jateng), Wahyoe Winarto (Ketua DPC ), Danur Rispriyanto (Sekretaris DPC), Novriadi, Kusdianto Basuki, Agung, Agus Triyanto.
Kegiatan juga diikuti anggota Dewan Partai Demokrat dari daerah pemilihan Jawa Tengah seperti Raja Faisal Manganju Sitorus, Sugi Hartono, Maftukhah Wiwin Subiyono, serta Swasti Aswagati.
Ketua DPC Demokrat Semarang Wahyoe Winarto membuka sekaligus mengingatkan akan pentingnya acara ini. Dia menyambut baik semua yang datang menyukseskannya. “Acara ini berisi penyampaian paparan tentang Biru Poin. Saya yakin materinya akan menambah semangat dan membuat kita optimis menang di pemilu 2029. Percayalah, persiapan yang bagus akan membawa kemenangan,” kata Bos L panggilan akrabnya.
Setelah sambutan tuan rumah, tampil Eko Wahyudi sebagai tutor. Pria ramah ini menjelaskan bahwa Biru Poin adalah platform resmi dari Badan Saksi Nasional partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) . Ini juga menjadi wadah komunitas sekaligus penghimpun kader. Anggota baru dan lama semua berkumpul dengan segala sratanya. Mulai dari taraf sahabat, partisipan, militan, dan kemungkinan menjadi saksi yang pastinya dilibatkan dalam kerja pemilu Indonesia.
“Intinya, Biru Poin dibangun sebagai mesin kaderisasi Partai Demokrat. Selain itu juga untuk sarana komunikasi, belanja masalah para elte, dan tentunya tempat masyarakat menyalurkan aspirasi,” kata Eko.
Dalam acara, setelah teori langsung praktek. Mulai dari registrasi, verifikasi, sampai aktivasi lewat handphone. Ratusan peserta mengaku senang dengan giat interaktif ini. Selain mudah dalam proses akses, mereka juga dijamin keamanan data dirinya.
Aditiya Widodo Putra seorang peserta termuda langsung paham operasional Biru Poin. Bahkan lulusan terbaik 2025 jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Game SMKN 8 Semarang ini kemudian membantu mengajari peserta lain yang belum bisa.
“BSN sebagai penyiap dan pelaksana sistem sangat mengapresiasi antusias semua peserta. Semarang adalah daerah pertama pengguna Biru Poin. Ini berarti pula mereka adalah orang – orang di garda terdepan yang mendukung salah satu program Partai Demokrat,” demikian akhir penjelasan Eko.*** (Slamet Widodo)

























