Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Fasilitasi Diklat Pekerja Migran Indonesia Terampil ke Jepang Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Halal Bihalal Bersama Potensi Masyarakat, Perkuat Sinergi dan Kamtibmas Libur Panjang April 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Capai 617 Ribu Terima Kasih Pelanggan! KAI Sukses Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran dengan Aman KAI Layani 5,08 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 8,07 Persen

JALUR

Jalan Lintas Bener Meriah–Aceh Utara Masih Ekstrem

badge-check


 Jalan Lintas Bener Meriah–Aceh Utara Masih Ekstrem Perbesar

Wartatrabs.com, BENER MERIAH — Kondisi Jalan Lintas Bener Meriah–Lhokseumawe hingga kini masih tergolong ekstrem. Sudah lebih dari dua bulan, di sejumlah titik badan jalan tampak rusak parah, berupa tanah tidak rata dan berbatu, sehingga pengguna jalan harus ekstra waspada saat melintas.

Pantauan di lapangan, salah satu titik terparah berada di kawasan Wih Pase, Desa Seni Antara, Bener Meriah.

Kendaraan bermuatan berat seperti mobil dump pengangkut material pasir terlihat kesulitan melintas. Bahkan kendaraan roda empat biasa kerap terhambat, terlebih saat kondisi jalan basah.

Saat musim penghujan, kondisi jalan semakin berbahaya. Permukaan tanah menjadi sangat licin dan berlumpur, sehingga hanya kendaraan offroad atau double cabin yang relatif mampu melintas. Risiko kecelakaan pun meningkat.

Belum pulihnya akses Jalan KKA ini berdampak langsung pada terhambatnya distribusi logistik menuju Takengon, Bener Meriah, hingga Gayo Lues. Akibatnya, pasokan kebutuhan pokok menjadi tidak stabil dan memicu fluktuasi harga barang di pasaran.

Salah seorang pengguna jalan mengatakan, pada musim hujan kemungkinan akan diberlakukan sistem buka tutup jalan untuk menghindari risiko kecelakaan.

“Kalau hujan, jalan licin dan berbatu. Mobil bisa nyungsep ke parit,” ujarnya.

Para pengguna jalan berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Mengingat bulan Ramadhan sudah semakin dekat, kebutuhan dan pasokan logistik dipastikan akan meningkat.

Konektivitas yang mulai pulih ini penting untuk aktivitas ekonomi dan pasokan logistik ke wilayah tengah Aceh yang terdampak bencana, termasuk distribusi bantuan.

Pemerintah juga terus mempercepat perbaikan jalan dan jembatan lain yang rusak parah di wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah dan sekitarnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akses Jalan Utama Takengon – Gayo Lues Putus, Jalan Alternatif Rusak Parah

3 April 2026 - 13:33 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

ASN Pemkab Bogor Didorong Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan, Dukung Efisiensi BBM

2 April 2026 - 16:12 WIB

Kelola Mobilitas 2,8 Juta Pelanggan, DAMRI Jaga Layanan Tetap Stabil di Tengah Dinamika Lebaran

2 April 2026 - 09:03 WIB

Jembatan Kala Ili Putus, Lima Kampung di Linge Terisolir

1 April 2026 - 16:08 WIB

Panic Buying BBM Terjadi di Jawa Tengah, Antrean Capai Ratusan Meter

1 April 2026 - 15:05 WIB

Usia Rencana Terabaikan, Jalan Nasional Umu–Buol Rusak Parah

31 Maret 2026 - 14:02 WIB

144 Ribu Masyarakat Gunakan Layanan DAMRI ke Bandara Selama Lebaran 2026

30 Maret 2026 - 20:29 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Sinergi dan Kerja Keras Semua Pihak Sukseskan Angleb

30 Maret 2026 - 17:22 WIB

Trending di ANJUNGAN