Menu

Mode Gelap
Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026 Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

JALUR

Jalan Lintas Bener Meriah–Aceh Utara Masih Ekstrem

badge-check


 Jalan Lintas Bener Meriah–Aceh Utara Masih Ekstrem Perbesar

Wartatrabs.com, BENER MERIAH — Kondisi Jalan Lintas Bener Meriah–Lhokseumawe hingga kini masih tergolong ekstrem. Sudah lebih dari dua bulan, di sejumlah titik badan jalan tampak rusak parah, berupa tanah tidak rata dan berbatu, sehingga pengguna jalan harus ekstra waspada saat melintas.

Pantauan di lapangan, salah satu titik terparah berada di kawasan Wih Pase, Desa Seni Antara, Bener Meriah.

Kendaraan bermuatan berat seperti mobil dump pengangkut material pasir terlihat kesulitan melintas. Bahkan kendaraan roda empat biasa kerap terhambat, terlebih saat kondisi jalan basah.

Saat musim penghujan, kondisi jalan semakin berbahaya. Permukaan tanah menjadi sangat licin dan berlumpur, sehingga hanya kendaraan offroad atau double cabin yang relatif mampu melintas. Risiko kecelakaan pun meningkat.

Belum pulihnya akses Jalan KKA ini berdampak langsung pada terhambatnya distribusi logistik menuju Takengon, Bener Meriah, hingga Gayo Lues. Akibatnya, pasokan kebutuhan pokok menjadi tidak stabil dan memicu fluktuasi harga barang di pasaran.

Salah seorang pengguna jalan mengatakan, pada musim hujan kemungkinan akan diberlakukan sistem buka tutup jalan untuk menghindari risiko kecelakaan.

“Kalau hujan, jalan licin dan berbatu. Mobil bisa nyungsep ke parit,” ujarnya.

Para pengguna jalan berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Mengingat bulan Ramadhan sudah semakin dekat, kebutuhan dan pasokan logistik dipastikan akan meningkat.

Konektivitas yang mulai pulih ini penting untuk aktivitas ekonomi dan pasokan logistik ke wilayah tengah Aceh yang terdampak bencana, termasuk distribusi bantuan.

Pemerintah juga terus mempercepat perbaikan jalan dan jembatan lain yang rusak parah di wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah dan sekitarnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Ditjen Hubdat Ramp Check 55 Bus di Rest Area Bogor

16 Mei 2026 - 13:49 WIB

Sambut Long Weekend, DAMRI Siapkan Lebih dari 50 Ribu Kursi AKAP dan Beragam Kemudahan Pemesanan Tiket

13 Mei 2026 - 14:05 WIB

Kemenhub Uji Coba Terbatas ETLE Kendaraan ODOL

13 Mei 2026 - 09:59 WIB

Benarkah Indonesia Darurat Keselamatan Transportasi Jalan?

12 Mei 2026 - 05:29 WIB

Budaya Ngopi vs Budaya Keselamatan Berkendara:  Transformasi Gaya Hidup Lewat Rekayasa Sosial

11 Mei 2026 - 18:49 WIB

Bus Harus Masuk Terminal, Melanggar? Kemenhub akan Sanksi Tegas!

11 Mei 2026 - 18:32 WIB

Kecelakaan Bus ALS dan Truk di Muratara, Dirjen Aan: Bus tidak Berizin Sejak 2020

8 Mei 2026 - 11:14 WIB

Kemenhub Susun Quick Win Penanganan Kendaraan ODOL

7 Mei 2026 - 13:28 WIB

Perkuat Standar Layanan dan Keselamatan Secara Berkelanjutan, DAMRI Tingkatkan Kompetensi Pengemudi di Berbagai Layanan

6 Mei 2026 - 21:10 WIB

DAMRI Hadirkan Layanan Angkutan Pemadu Moda di Nabire, Permudah Akses Masyarakat ke Bandar Udara Douw Aturure

5 Mei 2026 - 17:10 WIB

Trending di BANDARA