Menu

Mode Gelap
KAI Gelar Groundbreaking Hunian Manggarai, Dekatkan Tempat Tinggal dengan Transportasi Publik Prihatin atas Sejumlah Kecelakaan Kapal, DPP INSA: Keselamatan Tanggung Jawab Bersama KMP Bontang Ekspress II Kebakaran di Dermaga Lanal Banyuwangi, Tak Ada Korban Jiwa Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah Bumi Atsanti, Ruang Harmoni dan Kearifan Lokal Tumbuh di Tengah Sawah Borobudur Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap

JALUR

Jalan Lintas Bener Meriah–Aceh Utara Masih Ekstrem

badge-check


 Jalan Lintas Bener Meriah–Aceh Utara Masih Ekstrem Perbesar

Wartatrabs.com, BENER MERIAH — Kondisi Jalan Lintas Bener Meriah–Lhokseumawe hingga kini masih tergolong ekstrem. Sudah lebih dari dua bulan, di sejumlah titik badan jalan tampak rusak parah, berupa tanah tidak rata dan berbatu, sehingga pengguna jalan harus ekstra waspada saat melintas.

Pantauan di lapangan, salah satu titik terparah berada di kawasan Wih Pase, Desa Seni Antara, Bener Meriah.

Kendaraan bermuatan berat seperti mobil dump pengangkut material pasir terlihat kesulitan melintas. Bahkan kendaraan roda empat biasa kerap terhambat, terlebih saat kondisi jalan basah.

Saat musim penghujan, kondisi jalan semakin berbahaya. Permukaan tanah menjadi sangat licin dan berlumpur, sehingga hanya kendaraan offroad atau double cabin yang relatif mampu melintas. Risiko kecelakaan pun meningkat.

Belum pulihnya akses Jalan KKA ini berdampak langsung pada terhambatnya distribusi logistik menuju Takengon, Bener Meriah, hingga Gayo Lues. Akibatnya, pasokan kebutuhan pokok menjadi tidak stabil dan memicu fluktuasi harga barang di pasaran.

Salah seorang pengguna jalan mengatakan, pada musim hujan kemungkinan akan diberlakukan sistem buka tutup jalan untuk menghindari risiko kecelakaan.

“Kalau hujan, jalan licin dan berbatu. Mobil bisa nyungsep ke parit,” ujarnya.

Para pengguna jalan berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Mengingat bulan Ramadhan sudah semakin dekat, kebutuhan dan pasokan logistik dipastikan akan meningkat.

Konektivitas yang mulai pulih ini penting untuk aktivitas ekonomi dan pasokan logistik ke wilayah tengah Aceh yang terdampak bencana, termasuk distribusi bantuan.

Pemerintah juga terus mempercepat perbaikan jalan dan jembatan lain yang rusak parah di wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah dan sekitarnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mulai Rp215 Ribu, DAMRI Buka Layanan Kalianda–Jakarta via Lintas Sumatera

21 Agustus 2026 - 18:33 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Tarif Rp50.000 untuk Layanan Blok M–Bandara Soekarno-Hatta

20 Agustus 2026 - 20:24 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Cashback SPayLater selama Bulan Agustus 2026

20 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Bantu Penanganan Pascagempa NTT, Ditjen Hubdat Optimalkan Angkutan Penyeberangan

19 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Perpres Ojol Masuk Tahap Final, Aturan Tarif hingga Pengantaran Barang dan Makanan Segera Terbit

18 Agustus 2026 - 20:36 WIB

FIFGROUP Dukung Lintangnusa Kibarkan Merah Putih dan Bawa Semangat Optimisme

18 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Menata Ulang Konektivitas Jawa–Sumatera: Urgensi UU Sistranas

18 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

18 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Gempa M7,7 NTT, Jaringan Jalan Flores Terdampak

16 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Trending di JALUR