Menu ✖

Mode Gelap
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Luncurkan Gala Indonesia Bercerita 2026–2027, Perkuat Pelestarian Cerita Rakyat Nusantara Bedah Puisi “Ay Lien dalam Empat Babak”, Menguak Jejak Kemanusiaan dan Sejarah dalam Diskusi Sastra di Magelang Truk Molen Diduga Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi Tolitoli Pastikan 21 Cabor Bertanding di Porprov X Sulteng Morowali 2026 Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya

JALUR

Jalan Lintas Bener Meriah–Aceh Utara Masih Ekstrem

badge-check


 Jalan Lintas Bener Meriah–Aceh Utara Masih Ekstrem Perbesar

Wartatrabs.com, BENER MERIAH — Kondisi Jalan Lintas Bener Meriah–Lhokseumawe hingga kini masih tergolong ekstrem. Sudah lebih dari dua bulan, di sejumlah titik badan jalan tampak rusak parah, berupa tanah tidak rata dan berbatu, sehingga pengguna jalan harus ekstra waspada saat melintas.

Pantauan di lapangan, salah satu titik terparah berada di kawasan Wih Pase, Desa Seni Antara, Bener Meriah.

Kendaraan bermuatan berat seperti mobil dump pengangkut material pasir terlihat kesulitan melintas. Bahkan kendaraan roda empat biasa kerap terhambat, terlebih saat kondisi jalan basah.

Saat musim penghujan, kondisi jalan semakin berbahaya. Permukaan tanah menjadi sangat licin dan berlumpur, sehingga hanya kendaraan offroad atau double cabin yang relatif mampu melintas. Risiko kecelakaan pun meningkat.

Belum pulihnya akses Jalan KKA ini berdampak langsung pada terhambatnya distribusi logistik menuju Takengon, Bener Meriah, hingga Gayo Lues. Akibatnya, pasokan kebutuhan pokok menjadi tidak stabil dan memicu fluktuasi harga barang di pasaran.

Salah seorang pengguna jalan mengatakan, pada musim hujan kemungkinan akan diberlakukan sistem buka tutup jalan untuk menghindari risiko kecelakaan.

“Kalau hujan, jalan licin dan berbatu. Mobil bisa nyungsep ke parit,” ujarnya.

Para pengguna jalan berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Mengingat bulan Ramadhan sudah semakin dekat, kebutuhan dan pasokan logistik dipastikan akan meningkat.

Konektivitas yang mulai pulih ini penting untuk aktivitas ekonomi dan pasokan logistik ke wilayah tengah Aceh yang terdampak bencana, termasuk distribusi bantuan.

Pemerintah juga terus mempercepat perbaikan jalan dan jembatan lain yang rusak parah di wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah dan sekitarnya.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Truk Molen Diduga Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas

1 November 2026 - 21:42 WIB

Jelang Libur Nataru, Menhub Dudy Instruksikan Rampcheck Seluruh Moda Transportasi

31 Oktober 2026 - 10:59 WIB

BRI Life Dukung Literasi & Gerakan Road Safety di Kalangan Mahasiswa

30 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Menhub Dudy Dorong USABC Investasi di Sektor Transportasi

30 Oktober 2026 - 11:03 WIB

APGLI Ajak Pelaku Industri Angkutan Logistik Makin Ramah Lingkungan

30 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Saat Anak Hendak Bepergian, Share My Ride Grab Pilihan Tepat

30 Oktober 2026 - 08:54 WIB

3 Fokus Utama Jasa Raharja Hadapi Libur Nataru

28 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, DAMRI Mataram Dorong Kepedulian Lingkungan lewat Tanam Pohon

28 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Melalui Kolaborasi Bersama Stakeholders, Ditjen Hubdat Perkuat Budaya Keselamatan

28 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Begini Langkah Strategi Ditjen Hubdat Hadapi Libur Nataru

27 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Trending di JALUR