Menu

Mode Gelap
SMPN 259 Jakarta Angkat Isu Bullying Lewat Film Pendek Suara di Kepala Bimo Peringatan Maulid Malam ke-39 di Masjid An-Nur: “Belum Jatuh Cinta pada Rasulullah? Maulid Kita Belum Berefek!” KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026 Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara

PERON

KAI Angkut 268.728 Ton Komoditas Perkebunan, Naik 7,78 Persen

badge-check


 KAI Angkut 268.728 Ton Komoditas Perkebunan, Naik 7,78 Persen Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada angkutan komoditas perkebunan sepanjang Januari–Mei 2026. Volume angkutan perkebunan mencapai 268.728 ton, meningkat 7,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 249.327 ton.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung distribusi komoditas unggulan Indonesia.

Sebagian besar angkutan perkebunan yang dilayani KAI berasal dari komoditas crude palm oil (CPO) dan produk turunan kelapa sawit. Sebagai salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia, sawit memiliki keterkaitan yang kuat dengan berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri pengolahan, perdagangan, hingga aktivitas ekspor yang menopang perolehan devisa negara.

Meningkatnya volume angkutan perkebunan mencerminkan kebutuhan pelaku usaha terhadap moda transportasi yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara konsisten. Kereta api menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan maupun pelabuhan ekspor.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan angkutan perkebunan menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel semakin dipercaya sebagai bagian dari rantai pasok komoditas strategis nasional.

“Komoditas perkebunan, khususnya sawit, memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku industri sekaligus mendukung daya saing komoditas Indonesia di pasar global,” ujar Anne.

Di berbagai wilayah Sumatera, terutama pada koridor perkebunan yang menjadi pusat produksi sawit nasional, kelancaran distribusi komoditas memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi daerah. Pergerakan hasil perkebunan yang terhubung dengan kawasan industri dan pelabuhan turut mendukung aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja, serta keberlangsungan rantai pasok yang melibatkan banyak sektor ekonomi.

Penggunaan kereta api juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi distribusi. Dengan kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan, kereta api membantu menjaga kelancaran arus barang sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas angkutan berat di jalan raya. Kondisi ini mendukung distribusi yang lebih terukur dan berkesinambungan bagi komoditas dengan volume tinggi seperti sawit.

Menurut Anne, pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi sinyal positif bagi sektor logistik nasional. Konektivitas yang semakin kuat antara kawasan produksi, industri pengolahan, dan pelabuhan akan mendukung pergerakan ekonomi yang lebih efisien sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen komoditas perkebunan terbesar di dunia.

“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung pergerakan sektor-sektor produktif nasional. Melalui angkutan kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas ekspor Indonesia,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan

20 September 2026 - 17:49 WIB

Satu KRL CLI-225 Kembali Beroperasi, Commuter Line Bogor Tambah 4 Perjalanan

19 September 2026 - 11:34 WIB

Akses Kota Baru Parahyangan ke Stasiun Whoosh Padalarang Disiapkan, Ada Skybridge

18 September 2026 - 07:54 WIB

KAI Catat 182.208 Pelanggan Manfaatkan Kereta Ekonomi Kerakyatan

18 September 2026 - 07:19 WIB

Kereta Makan M1 Kian Nyaman, KAI Services Perkuat Pengalaman Kuliner Penumpang

18 September 2026 - 06:44 WIB

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan

17 September 2026 - 14:53 WIB

KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp

17 September 2026 - 14:39 WIB

Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

17 September 2026 - 13:54 WIB

KAI Commuter Resmi Kelola KA Bandara YIA, Nama Layanan Berubah Jadi Commuter Line

17 September 2026 - 09:11 WIB

Trending di PERON