Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

PERON

KAI Daop 1 Jakarta Tutup 31 Perlintasan Liar Sepanjang Semester I 2026

badge-check


 KAI Daop 1 Jakarta Tutup 31 Perlintasan Liar Sepanjang Semester I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan masyarakat melalui penutupan perlintasan liar di wilayah operasional Daop 1 Jakarta.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 1 Jakarta bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan unsur kewilayahan telah menutup sebanyak 31 perlintasan liar. Penutupan tersebut dilakukan pada titik-titik yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat.

Berdasarkan sebaran wilayah yang telah terdata, penutupan perlintasan liar tersebut dilakukan di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Bogor sebanyak 5 titik, Serang 3 titik, Kota Bekasi 3 titik, Kab Bekasi 1 titik, Tangerang Selatan 3 titik, Kabupaten Sukabumi 3 titik, Kota Sukabumi 2 titik, Kabupaten Karawang 2 titik, Cilegon 2 titik, serta masing-masing 1 titik di Kota Bogor, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Lebak.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa penutupan perlintasan liar menjadi salah satu langkah pencegahan penting untuk meminimalisasi potensi kecelakaan di jalur kereta api.

“Penutupan 31 perlintasan liar ini merupakan bagian dari komitmen KAI Daop 1 Jakarta dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat. Perlintasan liar memiliki risiko tinggi karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan yang memadai, seperti palang pintu, rambu peringatan, maupun penjagaan resmi,” ujar Franoto dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).

Franoto menjelaskan, keberadaan perlintasan liar kerap menimbulkan potensi bahaya karena akses tersebut tidak diperuntukkan sebagai jalur resmi lalu lintas masyarakat. Karena itu, penutupan dilakukan secara bertahap dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaannya berjalan tertib, aman, dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.

“Penutupan perlintasan liar bukan semata-mata membatasi akses masyarakat, tetapi merupakan upaya perlindungan keselamatan. KAI ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, sementara perjalanan kereta api tetap berjalan tertib dan lancar,” kata Franoto.

Selain melakukan penutupan perlintasan liar, KAI Daop 1 Jakarta juga terus menggencarkan edukasi keselamatan kepada masyarakat dan pengguna jalan. Sosialisasi dilakukan di sejumlah titik perlintasan sebidang melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, unsur kewilayahan, serta komunitas pencinta kereta api.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan untuk selalu menggunakan perlintasan resmi, tidak menerobos palang pintu, tidak melintas saat sirine berbunyi, tidak membuka kembali akses perlintasan liar, serta tidak beraktivitas di jalur rel. Masyarakat juga diajak menerapkan prinsip berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan aman, lalu melintas.

Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat 34 kejadian temperan di perlintasan sebidang. Rinciannya, Januari sebanyak 6 kejadian, Februari 8 kejadian, Maret 5 kejadian, April 7 kejadian, Mei 3 kejadian, dan Juni 5 kejadian. Dari jumlah tersebut, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 9 orang.

Sebagai bahan evaluasi keselamatan, pada periode Semester I 2025 tercatat 23 kejadian temperan di perlintasan sebidang dengan korban meninggal dunia sebanyak 11 orang. Data tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di perlintasan harus terus menjadi perhatian bersama melalui langkah pencegahan, pengawasan, penutupan perlintasan liar, serta peningkatan disiplin masyarakat.

Franoto menegaskan, KAI Daop 1 Jakarta akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam melakukan penataan perlintasan sebidang, khususnya terhadap perlintasan liar yang berisiko terhadap keselamatan.

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, kepolisian, unsur kewilayahan, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung penutupan perlintasan liar. KAI Daop 1 Jakarta akan terus hadir melalui edukasi, sosialisasi, dan penataan perlintasan agar risiko di jalur kereta api dapat ditekan bersama,” tutup Franoto.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Libur Panjang HUT RI, Penumpang Whoosh Tembus 45.889 Orang dalam Dua Hari

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Kereta Api Dorong Mobilitas Rendah Emisi

16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KAI Siapkan 3.740 Hunian di TOD Manggarai, 1.232 Unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Menengah

16 Agustus 2026 - 01:55 WIB

KAI Catat 9.614 Tiket Promo Diskon 17% untuk Keberangkatan 17 Agustus Terjual

16 Agustus 2026 - 01:31 WIB

Sambut Libur Panjang HUT ke-81 RI, Promo Naik Whoosh Cuma Rp8.800 dan Potongan hingga Rp200.000

15 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Perjalanan KA di Sumatra Tumbuh, KAI Layani 35,26 Juta Pelanggan

15 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Trending di JALUR