Menu

Mode Gelap
Rusun Menua, Jakarta Diuji Kelola Aset Hunian Triliunan Rupiah GIIAS 2026: China, Jepang, dan Eropa Berebut Panggung Otomotif Sumarjono Saragih Dorong Koperasi Karyawan Jadi Solusi Hadapi Jerat Pinjol Indahnya Beribadah di Masjid Geuchik Leumiek Perkembangan Seni Rupa Aceh Butuh Kolaborasi Semua Pihak, Seniman Besar Lahir dari Perjuangan panjang  BFLF Lse’Acut Dukung Bakti TNI AU, Donor Darah Berhasil Himpun 57 Kantong Darah

PERON

KAI Gelar Apel Bulan K3 Nasional 2026: Dirut KAI Tekankan Penguatan Budaya Keselamatan Proaktif

badge-check


 KAI Gelar Apel Bulan K3 Nasional 2026: Dirut KAI Tekankan Penguatan Budaya Keselamatan Proaktif Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyelenggarakan Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di Kantor Pusat KAI, Bandung, Senin (19/1), sebagai momentum penguatan budaya keselamatan di seluruh KAI Group.

Kegiatan ini menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pengelolaan K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif, sejalan dengan dinamika serta kompleksitas operasional perkeretaapian.

Pada kesempatan tersebut, jajaran Direksi KAI secara serentak menandatangani Kebijakan Keselamatan Perkeretaapian serta Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3L) sebagai landasan strategis pengelolaan keselamatan perusahaan ke depan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa capaian dan tantangan keselamatan pada tahun sebelumnya harus menjadi pijakan penguatan kinerja keselamatan di tahun 2026.

“Tahun 2025 menjadi bahan refleksi bersama. Masih tercatat 10 kecelakaan kereta api dan 4 kecelakaan kerja. Data ini menunjukkan bahwa tantangan keselamatan masih nyata dan memerlukan peningkatan peran aktif seluruh Insan KAI, khususnya frontliner sebagai garda terdepan operasional. Profesionalisme, keandalan kompetensi, dan kolaborasi yang kuat antara pekerja, manajemen, serta mitra kerja menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja dan layanan perkeretaapian yang selamat, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Bobby.

Bobby menambahkan, sejalan dengan tema Bulan K3 Nasional 2026 “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, KAI menargetkan penurunan jumlah dan tingkat keparahan kecelakaan, pengurangan gangguan keamanan, serta pencegahan pencemaran lingkungan melalui pendekatan teknis, manajerial, dan perilaku yang terintegrasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa arah kebijakan tersebut telah tercermin dalam penguatan budaya keselamatan perusahaan. Berdasarkan penilaian per Desember 2024, tingkat kematangan budaya keselamatan KAI berada pada level Proaktif dengan skor total 2,91 dari skala 4,00, yang menunjukkan terbangunnya komunikasi dua arah antara pekerja di lapangan dan manajemen.

“Peningkatan ini tercermin dari pemanfaatan aplikasi Safety Railway Information (SRI), dengan tingkat tindak lanjut laporan potensi bahaya mencapai lebih dari 97 persen. Selain itu, laporan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) terus menunjukkan tren meningkat sebagai indikator partisipasi aktif pekerja dalam pengelolaan keselamatan,” jelas Anne.

Sepanjang tahun 2025, KAI menjalankan berbagai langkah mitigasi keselamatan operasional dan publik. Perusahaan menutup 316 perlintasan sebidang dan menertibkan 52 bangunan liar di Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (RUMAJA) guna menjaga keandalan prasarana. Dari sisi edukasi, KAI melaksanakan 2.016 kegiatan sosialisasi keselamatan di jalur kereta api, 212 kegiatan edukasi ke sekolah, pemasangan 687 spanduk keselamatan, serta melibatkan 6.455 anggota komunitas railfans dalam kampanye keselamatan publik.

Penguatan kepemimpinan keselamatan dilakukan melalui keterlibatan manajemen hingga dua tingkat di bawah Direksi (BOD-2) dalam program Management Safety Walkthrough (MSWT). Selain itu, KAI membentuk Safety Committee di setiap unit kerja dan menerapkan Contractor Safety Management System (CSMS) guna memastikan pengelolaan keselamatan bersama mitra kerja.

Seluruh kebijakan dan implementasi K3 tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen K3, sebagai dasar pencapaian target kinerja keselamatan KAI hingga akhir tahun 2026.

Anne menegaskan bahwa konsistensi menjadi faktor penentu keberhasilan pengelolaan keselamatan di KAI Group.

“KAI membangun sistem manajemen keselamatan yang berkelanjutan melalui kebijakan, perencanaan, implementasi, dan perbaikan berkesinambungan. Target kami pada 2026 adalah meningkatkan budaya keselamatan proaktif di seluruh lini KAI Group, dengan dukungan pekerja, mitra kerja, dan masyarakat, agar layanan kereta api tetap sehat, aman, dan selamat untuk semua,” tutup Anne.(*****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Perkuat Transportasi dan Pelestarian Cagar Budaya

30 Juli 2026 - 21:16 WIB

KAI Perkenalkan Nusantara Explorer, Kereta Wisata dengan Kabin Tidur dan Grand Restaurant

30 Juli 2026 - 21:07 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Wisata Gagasan Presiden Prabowo untuk Dukung Pariwisata

30 Juli 2026 - 16:43 WIB

Marak Penipuan Berkedok Whoosh, KCIC Minta Pembelian Tiket Hanya di Kanal Resmi

30 Juli 2026 - 09:58 WIB

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang

30 Juli 2026 - 08:43 WIB

Kartu Kredit Nirkontak Hadir di MRT, Jakarta Perkuat Transportasi Modern

30 Juli 2026 - 05:36 WIB

Yes! Stimulus Sektor Transportasi Berupa Diskon Tarif di Libur Sekolah Capai Target

29 Juli 2026 - 22:36 WIB

Indeks Kepuasan Pelanggan KAI Capai 4,53, Sebanyak 3,25 Juta Suara Pelanggan jadi Evaluasi

29 Juli 2026 - 22:35 WIB

Diskon Tiket Kereta Api 20 Persen di Railway Technology Indonesia 2026, Jakarta-Surabaya Mulai Rp272 Ribu

29 Juli 2026 - 14:29 WIB

KAI Catat 103 Ribu Pelanggan Gunakan Kereta Ekonomi Kerakyatan Sejak Diluncurkan

29 Juli 2026 - 14:08 WIB

Trending di PERON