Menu

Mode Gelap
Kendaraan Hidrogen Masuk Peta Jalan Nasional, Biaya Energi Berpotensi Turun 75% Catatan Iwan Piliang: Lima Abad Jakarta Jangan Hanya Membangun Kota Felicia dan Vedra Melaju ke Grand Final The Icon Indonesia, Penampilan Top 3 Banjir Standing Ovation Bertemu Awak Media Jakarta, Ahli Waris Kapitan Pattimura Frans Matulessy Dapat Dukungan Moril Pembangunan Museum Dirut KAI Bagikan Strategi Kepemimpinan Transformatif dalam Leadership Forum BSI Perkuat Tata Kelola Logistik, Kemenhub Dorong Harmonisasi Kebijakan JPT dan Angkutan Multimoda

PERON

KAI: Kinerja LRT Jabodebek Terus Melesat, Jumlah Pelanggan Tembus Lebih 57 Juta

badge-check


 KAI: Kinerja LRT Jabodebek Terus Melesat, Jumlah Pelanggan Tembus Lebih 57 Juta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja pertumbuhan yang konsisten pada layanan LRT Jabodebek sejak mulai beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026. Dalam periode tersebut, LRT Jabodebek telah melayani 57.149.924 pelanggan, mencerminkan peran strategis transportasi rel perkotaan dalam mendukung mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus berkembang.

Pada Januari 2026, LRT Jabodebek melayani 2.714.594 pelanggan, meningkat signifikan dibandingkan 2.146.859 pelanggan pada Januari 2025 dan 1.200.399 pelanggan pada Januari 2024. Tren ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian, khususnya untuk perjalanan kerja dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan.

Secara tahunan, akselerasi pertumbuhan juga terlihat jelas. Sepanjang 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 28.816.787 pelanggan pada 2025. Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, serta aktivitas jasa yang membutuhkan konektivitas transportasi publik yang andal, terjadwal, dan berkelanjutan.

Distribusi pergerakan pelanggan pada stasiun-stasiun utama menunjukkan kontribusi LRT Jabodebek dalam membentuk keterhubungan kawasan. Stasiun Dukuh Atas mencatat 17.548.139 gate in dan gate out, menjadikannya simpul pergerakan tertinggi. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat integrasi antarmoda yang menghubungkan berbagai layanan transportasi publik sekaligus berada di jantung kawasan perkantoran dan pusat bisnis.

Stasiun Harjamukti melayani 13.281.814 gate in dan gate out, mencerminkan perannya sebagai akses utama kawasan hunian yang berkembang pesat di wilayah timur. Konektivitas langsung menuju pusat aktivitas mendorong pergeseran pola perjalanan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik berbasis rel.

Sementara itu, Stasiun Kuningan mencatat 10.274.649 gate in dan gate out, didorong karakter kawasan sebagai pusat perkantoran, kedutaan, dan layanan jasa. Pergerakan tinggi di stasiun ini menegaskan peran LRT Jabodebek dalam menopang aktivitas ekonomi formal yang menuntut kepastian waktu tempuh. Stasiun Cikoko melayani 9.246.972 gate in dan gate out sebagai simpul integrasi antarlayanan kereta perkotaan, sedangkan Stasiun Pancoran dengan 7.347.741 gate in dan gate out memperkuat keterkaitan kawasan hunian dan pusat kegiatan.

Kinerja LRT Jabodebek tersebut sejalan dengan dinamika mobilitas penduduk. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat peningkatan aktivitas perjalanan harian penduduk usia produktif di kawasan perkotaan, terutama untuk bekerja dan mengakses layanan ekonomi. Transportasi rel perkotaan menjadi elemen penting dalam menjaga keterhubungan kawasan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta mendukung pengurangan ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pertumbuhan pelanggan LRT Jabodebek mencerminkan manfaat nyata layanan ini dalam mendukung pengembangan kawasan dan agenda pembangunan nasional.

“LRT Jabodebek dirancang untuk menghubungkan kawasan hunian, pusat aktivitas, dan simpul transportasi secara terintegrasi. Pertumbuhan pelanggan yang konsisten menunjukkan bahwa layanan ini semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Anne.

Ke depan, LRT Jabodebek diproyeksikan semakin berperan dalam mendukung mobilitas perkotaan seiring berkembangnya pusat-pusat aktivitas baru dan penguatan integrasi antarmoda. Dengan tren pertumbuhan yang terjaga sejak awal operasi, LRT Jabodebek menjadi bagian penting dari transformasi transportasi publik nasional menuju sistem yang lebih terhubung, adaptif, dan berkelanjutan.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dirut KAI Bagikan Strategi Kepemimpinan Transformatif dalam Leadership Forum BSI

21 Juli 2026 - 20:57 WIB

Waspada Lowongan Kerja Palsu! KAI Services Tegaskan Rekrutmen Hanya Lewat Kanal Resmi

21 Juli 2026 - 06:13 WIB

Perjalanan Wisman dengan Kereta Api Naik 2,54 Persen, 222 Stasiun Regional Ikut Tumbuh

21 Juli 2026 - 05:02 WIB

KAI Serap 119,4 Juta Liter BBM Bersubsidi hingga Juli 2026, Sisa Kuota 44,27 Persen

20 Juli 2026 - 22:55 WIB

KAI Tanamkan Budaya Keselamatan Perkeretaapian kepada Generasi Muda di Bandung

20 Juli 2026 - 16:50 WIB

Balai Yasa Kiaracondong Produksi 9.899 Komponen Keselamatan, Jadi Penjaga Perjalanan Kereta Api Sejak 1921

20 Juli 2026 - 06:44 WIB

Rayakan HUT Ke-8, LRT Sumsel Gelar Fun Walk dan Edukasi Transportasi Publik di CFD

19 Juli 2026 - 17:01 WIB

KAI Gelar Nobar Final Spanyol vs Argentina di 14 Perjalanan KA dan Stasiun Gambir juga Yogyakarta

19 Juli 2026 - 13:55 WIB

Balai Yasa Cirebon Prujakan Rawat 51 Mesin Perawatan Rel untuk Dukung Keselamatan KA di Jawa

19 Juli 2026 - 05:40 WIB

Penumpang Kelas Eksekutif KAI Tembus 7,57 Juta pada Semester I 2026, Naik 18,78 Persen

18 Juli 2026 - 19:08 WIB

Trending di PERON