Menu

Mode Gelap
KAI Perkuat Investasi Sarana, Tambah Ratusan Kereta, Gerbong, dan Lokomotif KAI Daop 1 Jakarta Tambah 9 Perjalanan KA Jarak Jauh saat Long Weekend Idul Adha 2026 “Pesta Babi” Diputar di Cilangkap, Diskusi Mengalir dari Papua hingga Kolonialisme Modern KAI Commuter Ajak Masyarakat Beralih ke KRL untuk Tekan Emisi Karbon Whoosh Tambah Jadwal saat Libur Panjang Idul Adha 2026, Perjalanan jadi Lebih Malam JR Cabang Singaraja dan PT Subali Samudra Teken MoU Penerimaan Iuran Wajib Kapal Laut

PERON

KAI Perkuat Investasi Sarana, Tambah Ratusan Kereta, Gerbong, dan Lokomotif

badge-check


 KAI Perkuat Investasi Sarana, Tambah Ratusan Kereta, Gerbong, dan Lokomotif Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melanjutkan investasi sarana perkeretaapian untuk memperkuat kapasitas angkutan barang dan layanan penumpang di tengah pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penguatan sarana menjadi kebutuhan strategis karena kereta api memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat, kawasan industri, pusat logistik, pelabuhan, hingga berbagai simpul ekonomi nasional.

“Investasi sarana ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas layanan, menjaga keandalan operasional, serta mendukung efisiensi angkutan barang dan penumpang. KAI ingin memastikan pertumbuhan mobilitas dan logistik nasional ditopang oleh sarana yang semakin andal, modern, dan berkapasitas memadai,” ujar Anne, Kamis (21/5/2026).

Hingga saat ini, program pengadaan sarana KAI mencakup 436 unit kereta new generation, 902 unit gerbong, dan 52 unit lokomotif. Pengadaan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kesiapan sarana menghadapi peningkatan kebutuhan layanan di berbagai wilayah operasional.

Selain itu, KAI juga menyiapkan pengadaan baru berupa 612 unit kereta produksi PT INKA (Persero), 1.125 unit gerbong produksi PT INKA (Persero), serta 54 unit lokomotif CC205 produksi Progress Rail.

Khusus pengadaan gerbong datar, sebagian sarana telah tiba di Simpang, Sumatera Selatan. Sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengiriman, pengujian, dan produksi dengan target penyelesaian bertahap hingga akhir 2026.

Menurut Anne, pengadaan gerbong dilakukan untuk memperkuat angkutan logistik berbasis rel, terutama layanan peti kemas dan komoditas strategis. Dengan kapasitas angkut yang lebih besar, kereta api dinilai mampu menjadi moda distribusi yang lebih efisien dan terukur bagi sektor industri.

Pada sektor traksi, KAI juga melanjutkan pengadaan 54 unit lokomotif CC205 dengan nilai investasi mencapai USD222,5 juta atau sekitar Rp3,56 triliun. Sebagian lokomotif tersebut telah tiba dan dipersiapkan secara bertahap untuk memperkuat operasional angkutan barang nasional.

Di sisi layanan penumpang, KAI terus memperkuat armada melalui pengadaan kereta new generation guna meningkatkan kenyamanan perjalanan dan kapasitas layanan antarkota.

“KAI terus mendorong peningkatan kualitas layanan penumpang melalui sarana yang lebih nyaman, aman, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Pengadaan kereta new generation menjadi bagian dari transformasi layanan yang terus kami jalankan,” kata Anne.

Sementara untuk layanan Commuter Line, pengadaan KRL produksi INKA sebelumnya mencakup 16 trainset, dengan tujuh trainset di antaranya telah beroperasi melayani masyarakat di wilayah perkotaan.

KAI menilai investasi sarana memiliki nilai strategis karena berdampak langsung terhadap kapasitas layanan, ketepatan operasional, efisiensi distribusi, serta penguatan industri dalam negeri. Keterlibatan PT INKA dalam pengadaan kereta dan gerbong juga dinilai mendukung peningkatan kapasitas manufaktur perkeretaapian nasional.

“Mayoritas pengadaan sarana KAI melibatkan industri dalam negeri. Ini penting untuk memperkuat ekosistem perkeretaapian nasional, membuka ruang peningkatan kompetensi manufaktur, serta memastikan kebutuhan sarana dapat dipenuhi secara berkelanjutan,” ujar Anne.

Anne menambahkan investasi sarana akan terus diarahkan untuk memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan kapasitas logistik berbasis rel, dan menjaga kualitas layanan transportasi publik. Dengan penguatan tersebut, KAI berkomitmen menghadirkan layanan kereta api yang semakin andal, produktif, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi nasional.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Jakarta Tambah 9 Perjalanan KA Jarak Jauh saat Long Weekend Idul Adha 2026

21 Mei 2026 - 12:58 WIB

KAI Commuter Ajak Masyarakat Beralih ke KRL untuk Tekan Emisi Karbon

21 Mei 2026 - 12:23 WIB

Whoosh Tambah Jadwal saat Libur Panjang Idul Adha 2026, Perjalanan jadi Lebih Malam

21 Mei 2026 - 12:02 WIB

Distribusi Semen via Kereta Api Capai Lebih 752 Ribu Ton pada Januari-April 2026

20 Mei 2026 - 20:42 WIB

KAI Dorong Penguatan Elektrifikasi Perkeretaapian Urban Seiring Lonjakan Mobilitas Masyarakat

20 Mei 2026 - 19:41 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 458 Ribu Pelanggan pada Januari–April 2026

20 Mei 2026 - 12:32 WIB

KAI Services Gelar Pelatihan Gada Utama untuk Tingkatkan Kompetensi Pengamanan

20 Mei 2026 - 10:49 WIB

KAI Revitalisasi Peron Stasiun Bogor, Dukung Operasional Commuter Line 12 Kereta

20 Mei 2026 - 07:47 WIB

Dilema Menutup Pelintasan Sebidang, Antara Keselamatan Nyawa dan Denyut Ekonomi Warga

20 Mei 2026 - 07:37 WIB

Pentingnya Membangun Budaya Malu, Melawan Egoisme Transportasi di Jalan dan Perlintasan Sebidang

20 Mei 2026 - 07:15 WIB

Trending di JALUR