Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

PERON

KAI Dorong Penguatan Elektrifikasi Perkeretaapian Urban Seiring Lonjakan Mobilitas Masyarakat

badge-check


 KAI Dorong Penguatan Elektrifikasi Perkeretaapian Urban Seiring Lonjakan Mobilitas Masyarakat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pertumbuhan mobilitas masyarakat urban dalam satu dekade terakhir mendorong kebutuhan penguatan elektrifikasi perkeretaapian di kawasan metropolitan.

Peningkatan jumlah perjalanan KRL, berkembangnya kawasan permukiman penyangga kota, hingga bertambahnya pusat aktivitas ekonomi membuat kebutuhan pasokan daya listrik semakin besar untuk menjaga kelancaran operasional perjalanan kereta.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan elektrifikasi memegang peranan penting dalam sistem transportasi urban modern karena berkaitan langsung dengan kapasitas perjalanan, kestabilan operasional, hingga keandalan sistem persinyalan yang dikelola bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

“Ketika jumlah perjalanan KRL terus meningkat, kebutuhan daya listrik juga ikut bertambah. Penguatan elektrifikasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan operasional perjalanan, mendukung sistem persinyalan, serta memastikan perjalanan KRL tetap berjalan aman dan andal di lintas dengan trafik yang semakin padat,” ujar Anne.

Berdasarkan riset perjalanan urban dan elektrifikasi perkeretaapian, jumlah pengguna KRL meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir dari 257 juta perjalanan pada 2015 menjadi 401 juta perjalanan pada 2025. Dalam periode tersebut terjadi penambahan lebih dari 140 juta perjalanan masyarakat urban.

Pemulihan mobilitas juga berlangsung cepat pascapandemi. Pada 2022, pertumbuhan pengguna KRL mencapai 50 persen dan kembali meningkat 31 persen pada 2023.

Lonjakan mobilitas turut tercermin dari meningkatnya total perjalanan KRL harian. Pada 2015, jumlah perjalanan KRL tercatat sebanyak 881 perjalanan per hari dan meningkat menjadi 1.063 perjalanan per hari pada 2025. Bogor Line menjadi lintas dengan frekuensi perjalanan tertinggi mencapai 299 perjalanan per hari, disusul Bekasi Line sebanyak 232 perjalanan dan Serpong Line sebanyak 204 perjalanan.

Menurut Anne, semakin rapat headway perjalanan maka sistem operasi membutuhkan dukungan elektrifikasi yang semakin kuat dan stabil. Pasokan daya yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perjalanan KRL, termasuk mendukung perangkat persinyalan, gardu listrik, dan pengaturan operasional di lintas padat yang dikoordinasikan bersama DJKA Kementerian Perhubungan.

“Elektrifikasi berkaitan erat dengan kemampuan sistem menghadapi pertumbuhan perjalanan. Ketika mobilitas urban meningkat sangat cepat, infrastruktur daya perlu diperkuat agar operasional tetap stabil dan risiko gangguan perjalanan dapat ditekan,” jelasnya.

Riset tersebut juga menunjukkan mobilitas urban Jabodetabek telah berkembang menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara dengan total pengguna mencapai 349,3 juta perjalanan pada 2025. Jumlah itu lebih tinggi dibanding wilayah urban lainnya seperti Bandung sebesar 18,7 juta perjalanan, Surabaya 16 juta perjalanan, dan Yogyakarta 10,1 juta perjalanan.

KAI menyebut transformasi layanan perkeretaapian urban terus didorong bersama DJKA Kementerian Perhubungan melalui revitalisasi stasiun, integrasi antarmoda, digitalisasi layanan, penguatan konektivitas kawasan strategis, hingga pengembangan pusat mobilitas baru di kawasan metropolitan.

Sebagai bagian dari penguatan sistem kelistrikan perkeretaapian urban, KAI juga mendukung rencana pengembangan infrastruktur elektrifikasi di kawasan Stasiun Jatake yang diproyeksikan menjadi salah satu titik strategis penguatan suplai daya perjalanan KRL di masa mendatang.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas operasional perjalanan kereta, meningkatkan keandalan sistem persinyalan, serta mengantisipasi pertumbuhan frekuensi perjalanan pada lintas perkotaan yang terus meningkat.

“Transportasi berbasis rel saat ini berkembang menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan. Karena itu, pembangunan elektrifikasi perlu dipandang sebagai penguatan sistem transportasi jangka panjang untuk menjaga kapasitas layanan, mendukung efisiensi perjalanan masyarakat, serta meningkatkan kualitas konektivitas kawasan urban,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Trending di PERISTIWA