Menu

Mode Gelap
DAMRI Raih TOP CSR Awards 2026, Penguatan TJSL Dinilai Selaras dengan Transformasi Transportasi Berkelanjutan FIFGROUP Hadirkan FIFestival Street Food 2026 untuk Dorong UMKM Binaan The Polonia Rilis Single “Lelah”, Tetap Berkarya dari Medan Setelah 17 Tahun Berkiprah Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila ASDP Sukses Layani Mobilitas 804.195 Penumpang di Libur Panjang Idul Adha dan Hari Kesaktian Pancasila

PERON

KAI Perkuat Layanan KRL Jabodetabek, Antisipasi Lonjakan Penumpang hingga 437 Juta pada 2030

badge-check


 KAI Perkuat Layanan KRL Jabodetabek, Antisipasi Lonjakan Penumpang hingga 437 Juta pada 2030 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan KRL Commuter Line Jabodetabek sebagai tulang punggung mobilitas kawasan aglomerasi Jakarta yang menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional. Penguatan ini dilakukan seiring dengan pertumbuhan jumlah komuter lintas kota yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa penguatan layanan KRL merupakan kebutuhan struktural dalam mendukung dinamika pertumbuhan kawasan aglomerasi Jabodetabek yang melayani mobilitas harian jutaan masyarakat.

“Setiap hari, KRL melayani lebih dari satu juta masyarakat Jabodetabek. KRL bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga infrastruktur produktivitas kota dan penggerak utama aktivitas ekonomi kawasan,” ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI.

Dalam RDP tersebut, KAI memproyeksikan volume penumpang KRL Jabodetabek akan meningkat signifikan hingga mencapai 437 juta penumpang pada 2030, dari realisasi sekitar 339 juta penumpang pada 2025. Dengan tren pertumbuhan rata-rata sekitar 4 persen per tahun, jumlah pengguna harian KRL diperkirakan dapat menembus angka 2 juta penumpang per hari pada 2030.

Penguatan Sarana melalui Skema PMN dan Non-PMN

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, KAI menjalankan penguatan sarana melalui kombinasi dukungan negara dan investasi korporasi. Saat ini, KAI telah mengoperasikan 11 trainset KRL baru produksi CRRC serta 4 trainset produksi PT INKA (Persero) yang memperkuat kapasitas angkut di koridor-koridor padat Jabodetabek.

Selain itu, KAI juga telah menandatangani kontrak pengadaan 16 trainset atau 192 unit KRL produksi PT INKA dengan nilai Rp3,85 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 rangkaian ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 sebagai bagian dari program percepatan regenerasi sarana.

“Kami memastikan pengadaan sarana dilakukan melalui berbagai pendekatan pendanaan, baik dukungan pemerintah maupun investasi perusahaan, agar kapasitas layanan terus tumbuh sejalan dengan kebutuhan mobilitas urban,” jelas Bobby.

Saat ini, KAI mengoperasikan total 1.088 unit KRL, dengan sebagian besar sarana telah berusia di atas 30 tahun dan secara bertahap akan memasuki masa konservasi. Oleh karena itu, regenerasi sarana dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan layanan.

Dukungan Pemerintah dan Modernisasi Prasarana

KAI juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan layanan transportasi publik. Dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kesiapan dukungan pendanaan hingga Rp5 triliun untuk pengembangan layanan KRL Jabodetabek.

Dukungan tersebut diarahkan untuk penambahan rangkaian, peningkatan kapasitas layanan, serta penguatan sistem operasional pada jalur-jalur utama.

“Kami melihat dukungan ini sebagai komitmen kuat negara dalam memperkuat transportasi publik. Targetnya adalah kapasitas meningkat, kepadatan berkurang, dan masyarakat memperoleh layanan yang semakin andal,” ujar Bobby.

Selain pengadaan sarana, KAI juga terus mendorong modernisasi prasarana, antara lain melalui peningkatan kapasitas kelistrikan di lintas padat seperti Manggarai–Bogor dan Manggarai–Bekasi, modernisasi prasarana menuju lintas Rangkasbitung, pembaruan sistem operasi, serta penguatan integrasi layanan di simpul-simpul utama transportasi urban.

Saat ini, elektrifikasi lintas KRL telah mencapai 474,942 kilometer sejak 2017–2018, mencakup Bogor Line, Bekasi Line, Serpong Line, Tangerang Line, dan Tanjung Priok Line.

“Sarana baru harus ditopang sistem kelistrikan, persinyalan, dan stasiun yang siap menghadapi pertumbuhan penumpang. Modernisasi prasarana menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kualitas layanan,” tutup Bobby.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila

2 Juni 2026 - 19:48 WIB

Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ

2 Juni 2026 - 18:59 WIB

Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line

2 Juni 2026 - 18:27 WIB

KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional KRL 12 Kereta

2 Juni 2026 - 18:04 WIB

KCIC Operasikan 6 Perjalanan Tambahan pada Puncak Arus Balik, 78% Penumpang Whoosh Mengarah ke Jakarta

1 Juni 2026 - 09:42 WIB

Puncak Arus Balik Long Weekend, Kedatangan Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Capai 41.534 Orang

1 Juni 2026 - 09:36 WIB

Penjualan Tiket Long Weekend Tembus 1,3 Juta, KAI Layani 956 Ribu Pelanggan dalam Lima Hari

1 Juni 2026 - 09:00 WIB

KAI Services Hadirkan Kuliner Khas Banyuwangi di Kereta Api Tujuan Ketapang

1 Juni 2026 - 08:20 WIB

Arus Balik Long Weekend, Penumpang Whoosh Diprediksi Capai 20 Ribu Orang

1 Juni 2026 - 08:14 WIB

KAI Layani 736.819 Pelanggan Selama Empat Hari Long Weekend

31 Mei 2026 - 05:16 WIB

Trending di PERON