Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) sebagai moda transportasi yang terjangkau sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Upaya itu diwujudkan melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan di KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen PP serta layanan Kereta Petani-Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak dan KA Cikuray.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan layanan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, mulai dari pekerja, pelajar, keluarga, hingga petani, pedagang, dan pelaku UMKM.
“Kereta api menghubungkan masyarakat dengan pekerjaan, pendidikan, pasar, layanan publik, dan peluang ekonomi. Melalui layanan PSO, KAI bersama pemerintah ingin memastikan manfaat kereta api semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari pelanggan,” ujar Anne.
Sejak diluncurkan di Stasiun Garut pada 11 Juni 2026 bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut, layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang di KA Cikuray telah melayani 10.448 pelanggan hingga 17 Juni 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 10.426 pelanggan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan 22 pelanggan Kereta Petani-Pedagang.
Menurut Anne, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa layanan kereta berkapasitas besar dengan tarif terjangkau memang dibutuhkan.
“Angka ini menunjukkan masyarakat merespons positif Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak awal diperkenalkan. Polanya memperlihatkan bahwa layanan dengan kapasitas tempat duduk lebih besar dan tarif terjangkau dibutuhkan pelanggan pada masa puncak perjalanan maupun lintas harian produktif,” katanya.
Sebelumnya, konsep Kereta Ekonomi Kerakyatan telah diujicobakan melalui KA Tambahan Lempuyangan–Pasar Senen PP selama Angkutan Lebaran 2026 dan melayani 24.398 pelanggan. Dengan tambahan pelanggan KA Cikuray, total pengguna layanan tersebut kini mencapai 34.824 orang.
Kinerja KA Cikuray sendiri terus meningkat sejak mulai beroperasi pada 2022. Sepanjang Januari–Mei 2026, kereta ini telah mengangkut 266.993 pelanggan, sehingga secara kumulatif telah melayani 2.281.837 pelanggan sejak pertama kali beroperasi.
Dalam formasi barunya, KA Cikuray menggunakan enam Kereta Ekonomi Kerakyatan berkapasitas 93 tempat duduk per kereta atau total 558 tempat duduk dalam satu rangkaian. Sarana tersebut merupakan hasil inovasi Balai Yasa Manggarai melalui penataan ulang kursi agar kapasitas meningkat tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan.
“Balai Yasa Manggarai menjadi bagian penting dari peningkatan layanan sarana penumpang. Melalui inovasi pengaturan tempat duduk pada Kereta Ekonomi Kerakyatan, KAI dapat mengoptimalkan kapasitas layanan dengan tetap menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keterjangkauan bagi pelanggan,” ujar Anne.
Sementara itu, Kereta Petani-Pedagang yang dikembangkan Balai Yasa Surabaya Gubeng dilengkapi ruang barang yang lebih tertata, kursi menyamping, dan kapasitas 73 tempat duduk untuk mengakomodasi petani, pedagang pasar, maupun pelaku usaha kecil yang membawa hasil usaha mereka.
Di lintas Rangkasbitung–Merak, layanan tersebut telah digunakan 27.824 pelanggan sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 17 Juni 2026. Kereta ini dirangkaikan pada 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari yang melayani 11 stasiun.
“Di lintas Rangkasbitung–Merak, Kereta Petani-Pedagang membantu masyarakat membawa hasil tani, olahan makanan, kerajinan, dan barang dagangan kecil dengan lebih tertib. Manfaatnya dirasakan oleh pelanggan yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada perjalanan harian berbasis rel,” kata Anne.
Salah seorang pedagang, Sumarni, mengaku keberadaan layanan tersebut berdampak langsung terhadap usahanya.
“Ini sangat berpengaruh pada pendapatan harian kami,” ujar Sumarni.
Anne menegaskan, masukan dari pelanggan menjadi dasar penting dalam pengembangan layanan.
“Bagi petani dan pedagang, perjalanan kereta api berkaitan langsung dengan kelancaran usaha mereka. Karena itu, layanan ini kami tata agar lebih tertib, aman, terjangkau, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Layanan ini mendapat dukungan pemerintah melalui skema PSO dari DJKA Kementerian Perhubungan. Tarif KA Cikuray untuk relasi terjauh Garut–Pasar Senen tetap Rp45.000, sedangkan tarif Kereta Petani-Pedagang Rangkasbitung–Merak dipertahankan Rp3.000.
“PSO memberi ruang bagi masyarakat untuk memiliki akses transportasi publik yang terjangkau. Ketika biaya perjalanan dapat ditekan, pelanggan memiliki ruang lebih besar untuk kebutuhan keluarga, pendidikan, usaha, dan aktivitas ekonomi lainnya,” tutur Anne.
KAI menyatakan akan mengevaluasi secara bertahap pengembangan Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang ke lintas lain dengan mempertimbangkan kesiapan sarana, kebutuhan pelanggan, potensi wilayah, serta koordinasi bersama DJKA Kementerian Perhubungan.
“Rel menghubungkan orang dengan peluang. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, pedagang memiliki pilihan perjalanan, pekerja dapat mengakses pusat aktivitas, dan keluarga memperoleh transportasi terjangkau, maka kereta api hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)






























