Menu ✖

Mode Gelap
Zulfitri Nahkodai APPSI Aceh 2026–2031, Pedagang Pasar Siap Perkuat Ekonomi Kerakyatan 41,6 Juta Ton Batu Bara Diangkut KAI Sepanjang Januari–September 2026, Jadi Andalan Angkutan Barang KAI: Minat Pelanggan terhadap Perjalanan Panoramic dan Kabin Privat Terus Menguat Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

SUMBER DAYA

Kasus keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 10 Siswa Masih Dirawat dan Trauma

badge-check


 Kasus keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 10 Siswa Masih Dirawat dan Trauma Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Hingga Senin (3/8/2026) sebanyak 10 siswa SMKN 6 Semarang korban Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dirawat di beberapa rumah sakit. Mereka mendapat pengobatan di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Panti Wilasa, RS Permata Medika, RS Bhakti Wira Tamtama dan Puskesmas Halmahera. Semua berada di wilayah Semarang.

Kepala SMKN 6 Berti Sagendra menjelaskan bahwa saat pertama kejadian, Jumat (31/7/2026) sebanyak 43 siswa langsung mendapat penanganan medis di sekolah. Dari jumlah itu 13 harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Dalam perkembangannya, sebagian pasien sudah pulang, namun ada dua siswa yang kembali dirujuk sehingga jumlah terkini adalah 10 orang.

“Sebagian diperkirakan pulang dalam satu atau dua hari ke depan. Mereka masih dirawat intensif sampai kondisi benar-benar stabil, selain ada pula yang masih menunggu anti biotiknya selesai,” kata Berti.

Meskipun situasi mulai terkendali, posko pengaduan masih diadakan 24 jam. Selain itu, mulai Senin (3/8/2026) seluruh siswa diminta membawa bekal dari rumah karena layanan MBG dari SPPG Karangturi dihentikan sementara. Sakitnya sebanyak 693 siswa dan 14 guru SMKN 6 diduga berasal dari makanan yang dikelola SPPG Karangturi. Selain mual, pusing, muntah, diare, bahkan ada yang pingsan, mereka kini siswa trauma menerima MBG. Ini terpantau dari group WA siswa dan paguyuban orang tua.

Sudaryono, Kepala BGN menjenguk keluarga korban di RS.

“MBG di SMKN 6 saya hentikan dulu agar trauma anak anak juga pulih,” kata Berti. Kepsek murah senyum ini juga mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di RS Bhakti Wira Tamtama. Dalam pertemuan tersebut, Sudaryono minta maaf atas musibah yang terjadi dan minta sekolah tetap mengawal kondisi semua siswa terutama yang terdampak.

Selesai menjenguk siswa SMKN 6 yang dirawat di rumah sakit pada Minggu (2/8/2026), Sudaryono memberikan keterangan pers. Mas Dar, demikian panggilan akrabnya berjanji akan membenahi tata kelola dan pelaksanaan MBG mulai dari SDM sampai kepantasan tempat operasional SPPG. Dirinya juga minta masyarakat terutama Pers mengawasi program unggulan Presiden Prabowo ini.*** (Slamet Widodo)

Baca Lainnya

Zulfitri Nahkodai APPSI Aceh 2026–2031, Pedagang Pasar Siap Perkuat Ekonomi Kerakyatan

7 Oktober 2026 - 09:35 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Trending di RAGAM