Wartatrans.com, TAKENGON — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) sukses menggelar dan menutup rangkaian acara EKRAF PEDULI: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya, Sinema Rakyat di Gedung Taman Budaya Negeri Gayo (GOS), Jumat (18/9/2026) pukul 21.09 WIB.
Mewakili Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Direktur Film, Animasi, dan Video Kemenekraf, Doni Setiawan, hadir langsung dalam acara yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, M.SP., unsur Forkopimda, jajaran SKPK, Ketua BKMT Kabupaten Aceh Tengah, serta Zikrullah mewakili DPC Partai Demokrat.
Apresiasi dan ucapan terima kasih Masyarakat Aceh Tengah kepada Kemenekraf dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, M.SP. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan jajaran Kemenekraf atas kepeduliannya memilih Kabupaten Aceh Tengah sebagai lokasi pelaksanaan Sinema Rakyat dan hiburan kreatif.

Pemerintah Daerah dan masyarakat Aceh Tengah mengapresiasi langkah Kemenekraf yang hadir membantu proses pemulihan trauma (trauma healing) serta menghibur warga pascabencana yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Poin-poin penting sambutan Pemkab Aceh Tengah kepada Kemenekraf:
Dukungan Pasca Bencana pemutaran film dan kegiatan seni kreatif ini membantu menyemangati masyarakat untuk bangkit kembali sejalan dengan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten.
Pengembangan Potensi Daerah Aceh Tengah memiliki kekayaan Seni, Budaya, dan alam yang menjadi ikon Pariwisata. Pemerintah daerah berharap Kemenekraf terus mendukung peningkatan ekonomi kreatif dan UMKM di masa mendatang.
Sinergi Berkelanjutan: Diharapkan adanya kerja sama lanjutan antara Kemenekraf dengan para pengusaha dan pelaku kreatif lokal di Kabupaten Aceh Tengah.
”Sampaikan salam hangat dan rasa terima kasih kami dari seluruh masyarakat Aceh Tengah kepada Bapak Menteri Ekonomi Kreatif,” ujar Wakil Bupati Muchsin Hasan menutup sambutannya.
Pesan dan Kesan Penayangan Film “Seni Merayu Tuhan”
Sebagai sajian utama, Kemenekraf bersama Wahana Kreator mempersembahkan pemutaran film “Seni Merayu Tuhan”, sebuah karya sinema arahan sutradara Cesa David Luckmansyah yang diadaptasi dari buku karya Habib Jafar. Film ini dibintangi oleh Ari Irham, Rieke Diah Pitaloka, Lutesha, dan Teuku Ryzki.

Suasana haru menyelimuti Gedung GOS ketika ratusan penonton hanyut dalam jalan cerita hingga meneteskan air mata dan saling berbagi tisu.
Pesan Moral dan Refleksi Kehidupan Tokoh Anak:
Ketekunan Menjadi Anak Saleh: Film ini menggambarkan perjalanan seorang anak yang awalnya belum mengenal jati dirinya maupun Tuhannya. Namun, setelah kehilangan kedua orang tuanya dan menjadi yatim piatu sebatang kara, ia bangkit dan tekun beribadah dengan segala keilmuan yang dipelajarinya di pondok pesantren.
Bakti Tanpa Batas Kepada Orang Tua: Meskipun orang tuanya telah tiada, sang anak membuktikan baktinya dengan menjadi pribadi yang saleh, berbuat baik kepada sesama, dan tak pernah putus mendoakan mendiang ayah ibunya.
Pelajaran Hidup yang Berharga: Perjalanan spiritual tokoh anak ini menjadi pelajaran tak ternilai tentang arti ketabahan, pentingnya mengenali Sang Pencipta di saat ujian berat, dan bagaimana tetap menjadi pribadi yang bermanfaat meski hidup sebatang kara.*** (Jasa)


























