Wartatrans.com, JAKARTA – Sebanyak 11 perjalanan kereta api (KA) jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju berbagai daerah mengalami keterlambatan akibat anjloknya lokomotif KA Jaka Tingkir di emplasemen Stasiun Pasar Senen, Jumat (22/5/2026).
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan gangguan operasional terjadi pada lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu sehingga menyebabkan antrean perjalanan kereta api dari dan menuju Stasiun Pasar Senen.

“Gangguan operasional terjadi pada lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu yang mengakibatkan antrean perjalanan kereta api dari dan menuju Stasiun Pasar Senen,” ujar Franoto saat dikonfirmasi, Jumat.
Menurut dia, sejumlah perjalanan KA keberangkatan awal dari Stasiun Pasar Senen terdampak keterlambatan akibat insiden tersebut.
“Akibat gangguan operasional tersebut, beberapa perjalanan KA keberangkatan awal Stasiun Pasar Senen mengalami keterlambatan,” katanya.
Franoto membenarkan lokomotif KA Jaka Tingkir mengalami anjlok di lokasi kejadian. Namun, ia belum menjelaskan detail penyebab kejadian tersebut karena masih dalam proses investigasi.
“Kronologi sedang dalam penyelidikan. Sedang diinvestigasi,” ujarnya.
Adapun 11 perjalanan KA yang mengalami keterlambatan keberangkatan yakni KA Serayu relasi Pasar Senen–Kroya, KA Airlangga relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi, KA Tegal Bahari relasi Pasar Senen–Tegal, KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng, KA Matarmaja relasi Pasar Senen–Malang, KA Jaka Tingkir relasi Pasar Senen–Solo Balapan, KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen–Ketapang, KA Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang, KA Sawunggalih relasi Pasar Senen–Kutoarjo, KA Menoreh relasi Pasar Senen–Semarang Tawang Bank Jateng, serta KA Brantas relasi Pasar Senen–Blitar.
Selain keberangkatan KA yang terlambat, sejumlah perjalanan kereta yang akan tiba di Stasiun Pasar Senen juga sempat tertahan di Stasiun Jatinegara sambil menunggu kondisi operasional kembali normal.
KAI Daop 1 Jakarta saat ini masih melakukan penanganan dan evakuasi secara intensif di lokasi kejadian. Proses normalisasi operasional diperkirakan berlangsung hingga sekitar pukul 13.30 WIB.
“KAI Daop 1 Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat adanya gangguan operasional ini. Kami terus berupaya melakukan percepatan normalisasi operasional serta pengaturan pola operasi untuk meminimalkan dampak terhadap pelanggan,” kata Franoto.(fahmi)































