Menu

Mode Gelap
Niluh Swati dan Seni Rupa Indonesia di Panggung Dunia Rangga Titiswara Bangun Bisnis Kuliner dengan Fokus pada Pelayanan dan Pengembangan SDM Koalisi Sipil Soroti Ancaman Militerisme di 28 Tahun Reformasi KAI Group Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Transformasi Waste Management Terintegrasi di Stasiun Gambir KAI Dukung Pengembangan LRT Jakarta Terintegrasi dengan Stasiun Manggarai KAI Luncurkan Sistem Pengelolaan Sampah Modern di Kawasan Stasiun

PERON

KAI Dukung Pengembangan LRT Jakarta Terintegrasi dengan Stasiun Manggarai

badge-check


 KAI Dukung Pengembangan LRT Jakarta Terintegrasi dengan Stasiun Manggarai Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Mobilitas masyarakat perkotaan yang terus tumbuh mendorong kebutuhan sistem transportasi yang semakin terhubung antarmoda. Dalam konteks tersebut, Stasiun Manggarai memegang peranan penting sebagai salah satu titik perpindahan perjalanan terbesar di kawasan Jabodetabek yang menghubungkan berbagai layanan transportasi publik dalam satu kawasan terintegrasi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendukung pengembangan integrasi antarmoda di kawasan Manggarai sebagai bagian dari penguatan konektivitas transportasi publik perkotaan. Integrasi tersebut diharapkan dapat mempercepat perpindahan pelanggan antarlayanan, mempersingkat waktu perjalanan, serta memperluas akses masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik di Jakarta dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa Manggarai saat ini berkembang menjadi titik temu perjalanan masyarakat dari berbagai wilayah penyangga menuju pusat kegiatan di ibu kota. Menurutnya, kebutuhan integrasi transportasi menjadi semakin penting seiring meningkatnya mobilitas harian masyarakat urban.

“Integrasi antarmoda di Manggarai menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan yang lebih efisien, terhubung, dan mudah dijangkau masyarakat. Ketika perpindahan antarmoda semakin lancar, waktu perjalanan masyarakat dapat menjadi lebih efektif dan penggunaan transportasi publik juga semakin meningkat,” ujar Anne.

Data KAI menunjukkan, selama periode 2023–2025 jumlah pelanggan KRL yang melalui simpul Manggarai tercatat sebanyak 5.142.739 pelanggan pada 2023, meningkat menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024, dan berada pada 5.456.309 pelanggan pada 2025. Sementara pada Januari–April 2026, volume pelanggan tercatat mencapai 1.802.445 pelanggan. Konsistensi volume tersebut mencerminkan kuatnya fungsi Manggarai sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat perkotaan.

Peran Manggarai juga semakin diperkuat melalui keterhubungan dengan layanan Commuter Line Bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta. Layanan tersebut mencatat pertumbuhan pelanggan dari 1.970.531 pelanggan pada 2023 menjadi 2.242.536 pelanggan pada 2024, lalu kembali meningkat menjadi 2.346.934 pelanggan pada 2025. Pada Januari–April 2026, layanan Commuter Line Bandara telah melayani 837.778 pelanggan. Khusus di Stasiun Manggarai, volume pelanggan Commuter Line Bandara selama Januari–April 2026 tercatat sebanyak 161.074 pelanggan.

Penguatan integrasi di Manggarai juga sejalan dengan rencana pengembangan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai yang dirancang untuk mendukung integrasi antarmoda pada Stasiun Manggarai sebagai stasiun utama. Proyek tersebut memiliki panjang jalur 6,4 kilometer dengan lima stasiun dan ditargetkan mampu melayani 80.000 hingga 100.000 pelanggan per hari setelah beroperasi.

Dalam materi pengembangan integrasi Manggarai, kawasan tersebut dirancang terhubung dengan KRL, Commuter Line Bandara, Transjakarta, terminal, serta jaringan LRT Jakarta melalui konsep konektivitas yang terintegrasi tanpa hambatan. Rencana integrasi dibagi dalam tiga zona yang menghubungkan area halte Transjakarta, Terminal Manggarai, hingga area concourse Stasiun Commuter Line Bandara dan Stasiun Manggarai.

Anne menambahkan bahwa keberhasilan transportasi publik perkotaan sangat ditentukan oleh kemudahan perpindahan perjalanan masyarakat. Karena itu, pengembangan integrasi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan mobilitas urban di tengah pertumbuhan kawasan metropolitan yang semakin dinamis.

“Transportasi publik akan semakin efektif ketika setiap moda dapat saling terhubung dengan baik. Integrasi di Manggarai diharapkan dapat memperkuat peran transportasi massal sebagai pilihan mobilitas masyarakat yang efisien, aman, dan mampu menjangkau lebih banyak kawasan aktivitas,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Group Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Transformasi Waste Management Terintegrasi di Stasiun Gambir

21 Mei 2026 - 21:16 WIB

KAI Luncurkan Sistem Pengelolaan Sampah Modern di Kawasan Stasiun

21 Mei 2026 - 20:24 WIB

KAI Perkuat Investasi Sarana, Tambah Ratusan Kereta, Gerbong, dan Lokomotif

21 Mei 2026 - 13:23 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Tambah 9 Perjalanan KA Jarak Jauh saat Long Weekend Idul Adha 2026

21 Mei 2026 - 12:58 WIB

KAI Commuter Ajak Masyarakat Beralih ke KRL untuk Tekan Emisi Karbon

21 Mei 2026 - 12:23 WIB

Whoosh Tambah Jadwal saat Libur Panjang Idul Adha 2026, Perjalanan jadi Lebih Malam

21 Mei 2026 - 12:02 WIB

Distribusi Semen via Kereta Api Capai Lebih 752 Ribu Ton pada Januari-April 2026

20 Mei 2026 - 20:42 WIB

KAI Dorong Penguatan Elektrifikasi Perkeretaapian Urban Seiring Lonjakan Mobilitas Masyarakat

20 Mei 2026 - 19:41 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 458 Ribu Pelanggan pada Januari–April 2026

20 Mei 2026 - 12:32 WIB

KAI Services Gelar Pelatihan Gada Utama untuk Tingkatkan Kompetensi Pengamanan

20 Mei 2026 - 10:49 WIB

Trending di PERON