Menu ✖

Mode Gelap
DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

PERON

KAI Luncurkan Sistem Pengelolaan Sampah Modern di Kawasan Stasiun

badge-check


 KAI Luncurkan Sistem Pengelolaan Sampah Modern di Kawasan Stasiun Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi di Hall Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (21/5/2026), sebagai langkah memperkuat pengelolaan sampah yang lebih modern, terukur, dan terintegrasi di lingkungan operasional perkeretaapian.

Peluncuran program tersebut dihadiri Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Faisal Malik, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, mitra pengelola lingkungan, manajemen KAI Services, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa mengatakan peningkatan mobilitas pelanggan kereta api turut memunculkan tantangan pengelolaan sampah di kawasan stasiun dan operasional perkeretaapian.

“Mobilitas pelanggan kereta api terus meningkat setiap harinya. Di balik pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dikelola bersama, termasuk pengelolaan sampah di area pelayanan publik. Karena itu, KAI Group memandang pengelolaan sampah harus dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari pemilahan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali agar memberikan dampak lingkungan yang lebih baik,” ujar I Gede.

Ia menambahkan, penguatan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Stasiun Gambir dipilih sebagai lokasi pilot project karena menjadi salah satu simpul transportasi utama dengan volume mobilitas pelanggan yang tinggi. Sampah yang dihasilkan berasal dari aktivitas penumpang, tenant, operasional perjalanan kereta api, hingga area pelayanan publik lainnya.

KAI mencatat total timbulan sampah di lingkungan KAI Group saat ini mencapai sekitar 1.854 ton per tahun atau lebih dari 4,3 ton per hari. Kondisi tersebut mendorong perlunya sistem pengelolaan sampah yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA).

Melalui program tersebut, KAI Group bersama KAI Services akan mengembangkan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis circular economy melalui pembangunan fasilitas TPS3R modern, penguatan waste sorting, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga pengembangan potensi konversi sampah menjadi energi ramah lingkungan.

Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto mengatakan transformasi pengelolaan sampah menjadi bagian dari peningkatan layanan transportasi publik yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Program Waste Management Terintegrasi ini kami siapkan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Kami ingin menciptakan lingkungan stasiun yang lebih bersih dan nyaman sekaligus mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan di kawasan transportasi publik,” ujar Krisna.

Program tersebut juga didukung pemanfaatan teknologi digital untuk memantau tonase sampah, proses pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan secara lebih akurat dan transparan.

Implementasi program dilakukan melalui kolaborasi antara KAI Group, KAI Services, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup, serta mitra pengelola lingkungan seperti Enviro, Kepul.id, dan PT Anak Bangsa Juara.

KAI Group menargetkan roadmap pengembangan program berlangsung bertahap sepanjang 2026 hingga 2029 melalui penerapan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di stasiun besar dan wilayah operasional strategis lainnya.

Melalui program ini, KAI Group berharap pengelolaan sampah di kawasan transportasi publik dapat memberikan dampak lingkungan yang lebih positif, mendukung pengurangan emisi karbon, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat ekosistem transportasi publik Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

Trending di PERON