Menu

Mode Gelap
Hindari Kepadatan Monas Saat HUT RI, 27 KA Keberangkatan Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara Spesial HUT ke-81 RI: KAI Commuter Hadirkan Tarif Promo Rp8 dan Kereta Tambahan hingga Bagi-Bagi Kopi Gratis HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia Musara Gayo Jabodetabek Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kenang Perjuangan Pejuang Gayo dan Radio Rimba Raya Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Diwarnai Tembakan, Rakyat Aceh Melawan Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue

PERON

KAI Group Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Transformasi Waste Management Terintegrasi di Stasiun Gambir

badge-check


 KAI Group Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Transformasi Waste Management Terintegrasi di Stasiun Gambir Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama anak usahanya, PT Reska Multi Usaha (KAI Services), terus memperkuat komitmen terhadap prinsip keberlanjutan melalui implementasi program Waste Management Terintegrasi di lingkungan operasional perkeretaapian.

Program ini menjadi langkah strategis KAI Group dalam membangun ekosistem transportasi publik yang bersih, modern, ramah lingkungan, serta mendukung penerapan ekonomi sirkular secara berkelanjutan.

Sebagai tahap awal implementasi, KAI Group memulai pilot project pengelolaan sampah terintegrasi di Stasiun Gambir, Jakarta. Pemilihan Stasiun Gambir didasarkan pada perannya sebagai salah satu simpul transportasi utama dengan tingkat mobilitas penumpang yang tinggi.

Program ini dirancang untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah, dari sekadar proses pembuangan menjadi sistem pengelolaan terpadu yang mencakup pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah secara optimal dan bernilai tambah.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari roadmap pengelolaan sampah KAI Group periode 2026–2029 yang ditujukan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di seluruh wilayah operasional perusahaan. Saat ini, total timbulan sampah di lingkungan KAI Group mencapai sekitar 1.854 ton per tahun atau lebih dari 4,3 ton per hari. Oleh karena itu, implementasi program difokuskan pada stasiun-stasiun dengan tingkat aktivitas dan volume sampah yang tinggi sebelum diperluas secara bertahap ke area operasional lainnya, termasuk jalur rel kereta api.

Melalui pembangunan fasilitas TPS3R modern di berbagai stasiun, KAI Group berupaya memperkuat sistem pemilahan sampah dari sumber, meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus membuka peluang pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomis dan energi ramah lingkungan. Selain itu, pengelolaan sampah organik juga diarahkan untuk menghasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung kebutuhan operasional dan program penghijauan di lingkungan KAI Group.

Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi layanan perkeretaapian yang tidak hanya berorientasi pada kualitas operasional, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

“Program Waste Management Terintegrasi ini merupakan wujud komitmen KAI Group dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang modern dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Stasiun Gambir menjadi langkah awal untuk membangun model pengelolaan sampah yang terukur, terintegrasi, dan dapat direplikasi di berbagai stasiun lainnya,” ujar Krisna, Kamis (21/5/2026).

Program ini juga diharapkan dapat mendukung agenda pengurangan emisi karbon melalui penurunan emisi CO₂, peningkatan kualitas lingkungan stasiun, serta terciptanya area pelayanan publik yang lebih bersih dan nyaman bagi pelanggan jasa kereta api. Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah ditargetkan mulai berjalan pada semester II tahun 2026 guna memastikan implementasi program dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.

Dalam implementasinya, program Waste Management Terintegrasi diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung sistem monitoring dan pencatatan tonase sampah, proses pemilahan, pengangkutan, hingga pengolahan secara lebih efektif, akurat, dan transparan.

Keberhasilan program ini juga didukung melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, antara lain KAI Group, KAI Services, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Dinas Lingkungan Hidup, mitra pengelola lingkungan yaitu Enviro, Kepul.id dan PT.Anak Bangsa Juara, mitra ekonomi sirkular, serta partisipasi aktif masyarakat dan pelanggan kereta api. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Mengusung semangat “Bebas Sampah”, KAI Group menargetkan terciptanya ekosistem circular economy melalui pengelolaan sampah organik, anorganik, residu, hingga pengembangan potensi konversi sampah menjadi energi. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Bisnis Korporasi dan Operasi KAI Services, Benny Rustanto, menambahkan bahwa transformasi pengelolaan sampah ini juga merupakan upaya membangun budaya baru di lingkungan transportasi publik.

“Transformasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada pembentukan budaya peduli lingkungan. Kami ingin mengajak seluruh pelanggan, pekerja, dan mitra untuk bersama-sama menjaga kebersihan stasiun serta mendukung masa depan transportasi perkeretaapian Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Benny.

Ke depan, program ini akan dikembangkan secara bertahap melalui roadmap 2026–2029, mulai dari penerapan sistem waste sorting dan treatment di stasiun besar, replikasi di berbagai wilayah strategis, hingga pengembangan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di kota-kota besar di Indonesia.

Melalui implementasi program ini, KAI Services menegaskan perannya sebagai perusahaan penyedia layanan pendukung operasional perkeretaapian yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus mendukung visi KAI Group dalam menghadirkan transportasi publik masa depan yang lebih hijau dan berdaya saing global.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hindari Kepadatan Monas Saat HUT RI, 27 KA Keberangkatan Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

17 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Spesial HUT ke-81 RI: KAI Commuter Hadirkan Tarif Promo Rp8 dan Kereta Tambahan hingga Bagi-Bagi Kopi Gratis

17 Agustus 2026 - 11:46 WIB

HUT RI ke-81, KAI Commuter Bagikan Kopi dan Roti Gratis di Stasiun BNI City dan Juanda

17 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Libur Panjang HUT RI, Penumpang Whoosh Tembus 45.889 Orang dalam Dua Hari

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Kereta Api Dorong Mobilitas Rendah Emisi

16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KAI Siapkan 3.740 Hunian di TOD Manggarai, 1.232 Unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Menengah

16 Agustus 2026 - 01:55 WIB

KAI Catat 9.614 Tiket Promo Diskon 17% untuk Keberangkatan 17 Agustus Terjual

16 Agustus 2026 - 01:31 WIB

Trending di PERON