Menu ✖

Mode Gelap
Rocky Gerung, Nama yang Paling Menyita Perhatian di Antara 26 Wantimpres Prabowo Cegah Risiko Kecelakaan, IPC TPK Berikan Layanan Kesehatan dan Kacamata Gratis bagi Sopir Truk KKP Tangguhkan Operasional KM Maulana 23 Terkait Dugaan Kekerasan Awak Kapal Wartatrans Support Musik Indonesia Lewat Gigzi ‘Asupan Gizi Para Musisi’ Lepas Pengelolaan Bandara Dhoho Kediri, Ini Penjelasan InJourney Airports KA Harina Tembus 567 Ribu Pelanggan, Hubungkan Bandung-Surabaya via Jalur Utara

PERON

Penumpang Stasiun Lawang Naik 21 Persen pada Awal 2026

badge-check


 Penumpang Stasiun Lawang Naik 21 Persen pada Awal 2026 Perbesar

Wartatrans.com, MALANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan volume pelanggan di Stasiun Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sepanjang Januari hingga April 2026.

Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran stasiun itu sebagai penghubung mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Surabaya–Malang.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Stasiun Lawang kini berkembang menjadi simpul transportasi penting bagi masyarakat Malang Utara, terutama untuk aktivitas bekerja, pendidikan, perdagangan, hingga pariwisata.

“Stasiun Lawang berkembang sebagai penghubung mobilitas masyarakat produktif di kawasan Malang Utara. Pergerakan pekerja, pelajar, wisatawan, hingga distribusi hasil pertanian daerah berlangsung semakin dinamis dan membutuhkan transportasi yang andal, aman, serta memiliki kepastian waktu perjalanan,” ujar Anne dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan naik di Stasiun Lawang mencapai 10.449 orang atau meningkat 21,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 8.588 pelanggan. Sementara volume pelanggan turun tercatat 8.970 orang atau tumbuh 16,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 7.726 pelanggan.

KAI menilai peningkatan tersebut dipengaruhi posisi strategis Lawang yang berada di jalur utama penghubung Surabaya, Kabupaten Malang, dan Kota Malang. Tingginya mobilitas harian masyarakat di kawasan suburban membuat kereta api semakin dipilih karena memiliki waktu tempuh yang lebih stabil di tengah kepadatan lalu lintas koridor Surabaya–Malang.

Berdasarkan data Statistik Kecamatan Lawang Tahun 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 70,5 persen penduduk Lawang berada pada kelompok usia produktif 15–64 tahun. Kondisi itu dinilai mendorong tingginya kebutuhan transportasi yang efisien dan terjangkau menuju pusat ekonomi maupun pendidikan.

Selain mendukung mobilitas pekerja dan pelajar, Stasiun Lawang juga menunjang aktivitas ekonomi kawasan Malang Utara yang didominasi sektor pertanian, hortikultura, perdagangan, dan pariwisata. Data BPS mencatat wilayah Lawang menghasilkan sekitar 6.800 kuintal alpukat, 30.200 kilogram temulawak, serta lebih dari 3,7 juta tangkai bunga mawar per tahun.

Menurut Anne, aktivitas ekonomi tersebut menciptakan pergerakan masyarakat dan distribusi barang yang terus meningkat sehingga membutuhkan konektivitas transportasi yang andal.

Kawasan Lawang juga menjadi titik transit menuju sejumlah destinasi wisata di Malang Raya dan Pasuruan seperti Kebun Teh Wonosari, Bukit Kuneer, Pemandian Sumberawan, Taman Safari Prigen, hingga jalur pendakian Gunung Arjuno.

Selain fungsi pelayanan penumpang, Stasiun Lawang memiliki peran operasional penting dalam perjalanan kereta api di Jawa Timur. Berada pada ketinggian 491 meter di atas permukaan laut, stasiun tertinggi di Daerah Operasi 8 Surabaya tersebut menjadi titik pemeriksaan rem kereta sebelum melintasi jalur menanjak dan menurun menuju Bangil maupun Malang.

Konektivitas Stasiun Lawang saat ini didukung layanan KA Commuter Line Dhoho dan Penataran dengan tarif berkisar Rp12.000 hingga Rp24.000. Stasiun itu juga melayani KA Arjuno Ekspres, Tawang Alun, Ijen Ekspres, serta KA Jayabaya relasi Malang–Pasarsenen yang menghubungkan masyarakat Lawang dengan Jakarta.

Anne menambahkan peningkatan penggunaan transportasi berbasis rel turut membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalur Surabaya–Malang yang selama ini menjadi salah satu koridor dengan tingkat mobilitas tinggi di Jawa Timur.

“Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lawang memperlihatkan bahwa transportasi rel semakin menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan kawasan aglomerasi, memperkuat distribusi ekonomi daerah, dan menghadirkan mobilitas masyarakat yang lebih efisien serta berkelanjutan,” kata Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KA Harina Tembus 567 Ribu Pelanggan, Hubungkan Bandung-Surabaya via Jalur Utara

3 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Dilema Aturan Impor KRL Bekas dan Kebutuhan Layanan Publik

3 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Angkutan Non-Batu Bara KAI Capai 9,15 Juta Ton, Hasil Pertanian Banyuwangi–Jakarta Mulai Dibidik

2 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan

2 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas

1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

1 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Trending di PERON