Menu ✖

Mode Gelap
KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi. Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

ANJUNGAN

Keselamatan Jadi Prioritas Utama: ASDP Siaga Cuaca Ekstrem, Kawal Layanan Nataru

badge-check


 Dirut ASDP sata tinjau pelabuhan Perbesar

Dirut ASDP sata tinjau pelabuhan

Wartatrans.com, MERAK – Memasuki periode layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas tertinggi di tengah potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama puncak musim hujan.

Kesiapsiagaan operasional diperkuat guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman, terkendali, dan bertanggungjawab, khususnya di lintasan strategis Merak–Bakauheni.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan terjadi lebih awal di wilayah barat Indonesia pada November hingga Desember 2025, sebelum bergeser ke wilayah selatan dan timur pada Januari hingga Februari 2026.

Di sekitar Pelabuhan Merak, aktivitas arus permukaan sejak awal November terpantau meningkat dengan kecepatan 32–103 cm per detik, kondisi yang menuntut kewaspadaan tambahan dalam pengelolaan operasional penyeberangan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menegaskan, dinamika cuaca tidak boleh mengurangi standar keselamatan layanan.

“Setiap kebijakan operasional harus berpijak pada prinsip kehati-hatian dan perlindungan pengguna jasa. Cuaca ekstrem tidak bisa kita kendalikan, tetapi kesiapsiagaan bisa dan harus kita siapkan. Keselamatan adalah prioritas utama, dan itu menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan operasional ASDP,” urai Heru, Rabu (1/12/2025).

Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiapkan upaya antisipatif di empat cabang utama—Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk—mulai dari kesiapan tugboat pendukung operasional, peningkatan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, hingga penguatan sistem komunikasi dan informasi.

Koordinasi intensif juga dilakukan dengan BMKG untuk pemantauan cuaca pelabuhan dan jalur penyeberangan secara berkala, serta dengan regulator seperti Syahbandar dan BPTD, terutama dalam pengambilan keputusan buka-tutup pelabuhan.

“Kecepatan informasi dan ketepatan koordinasi menjadi kunci keselamatan di tengah cuaca yang dinamis. Karena itu, kami memastikan seluruh pihak bergerak dalam satu komando,” tambah Heru.

Prioritas Utama

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas bersama seluruh pemangku kepentingan transportasi.

“Kondisi cuaca tidak bisa kita hindari dan kendalikan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dengan mengutamakan keselamatan menjadi hal yang mutlak,” tegas Aan.

Di tengah fokus pada keselamatan, pengelolaan arus penyeberangan tetap diperkuat. Pemerintah menerapkan pembagian pelabuhan berdasarkan golongan kendaraan, dengan pengaturan di sisi Jawa melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara, dan Krakatau Bandar Samudera.

Di sisi Sumatera, melalui Pelabuhan Bakauheni, Panjang, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu.

Skema ini dilengkapi dengan penerapan delaying system guna mengendalikan kedatangan kendaraan dan mencegah penumpukan.

Dari sisi operasional, ASDP menyiapkan buffer zone di Rest Area KM 43, KM 68, serta area Pelabuhan Indah Kiat sebagai lokasi penampungan tambahan. Pada lintasan Merak–Bakauheni, sebanyak 28 kapal dioperasikan pada kondisi normal dan ditingkatkan menjadi 33 kapal saat puncak arus melalui koordinasi dengan KSOP.

Kesiapan fasilitas juga diperkuat. Pelabuhan Merak menyiagakan tiga posko kesehatan, 31 toll gate, 217 titik CCTV, serta 131 unit toilet.

Sementara Pelabuhan Bakauheni didukung dua posko kesehatan, 92 unit toilet, 167 titik CCTV, serta 27 loket dan vending machine.

Kesiapan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, saat melakukan peninjauan langsung di Pelabuhan Merak.

“Saya mengapresiasi kerja sama dan kolaborasi yang terus dibangun ASDP. Kehadiran dan kesiapan ini penting untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman,” ujarnya.

ASDP mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, mematuhi arahan petugas di pelabuhan maupun di atas kapal, serta tidak memaksakan perjalanan bila kondisi tidak memungkinkan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. ASDP akan terus memastikan setiap penyeberangan berlangsung aman, tertib, dan mengedepankan perlindungan pengguna jasa,” tutup Heru. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

15 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Peduli Pendidikan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Beasiswa untuk 50 Peserta Didik

15 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Perluas Pasar Ekspor-Impor, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

14 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Kemenhub Gelar Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal

14 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pelindo Kembali Layani Pemindahan Muatan Antarkapal di Nipa Kepri

14 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Kemenhub dan Pelindo Sepakati Pengusahaan Alur Pelayaran Pulau Baai Tahap II

14 Oktober 2026 - 11:20 WIB

11 Tahun Pelayaran Perintis: Angkut 9.2 Juta Penumpang dan 1.5 Juta Ton Barang

13 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal

12 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Trending di ANJUNGAN