Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Truk Seruduk Motor di Lampu Merah Bekasi, Total 10 Korban Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur Penumpang Difabel Enggak Perlu Naik Turun Kursi Roda untuk Naik KRL, Perjalanan RS Jakarta-Stasiun Bogor jadi Lebih Mudah Karena MBG Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Club 2026. Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas

NASIONAL

KKP dan UNDP Perkuat Kemitraan, Percepat Pengembangan Ekonomi Biru Indonesia

badge-check


 KKP dan UNDP Perkuat Kemitraan, Percepat Pengembangan Ekonomi Biru Indonesia Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kemitraan strategis dengan United Nations Development Programme (UNDP) untuk mempercepat pengembangan ekonomi biru di Indonesia.

Kerja sama ini mencakup pengembangan pembiayaan inovatif, pasar karbon biru, hingga hilirisasi industri rumput laut sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan kelautan yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan Asisten Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus Direktur Regional UNDP untuk Asia dan Pasifik, Kanni Wignaraja, di Kantor KKP.

“Kami mengapresiasi kemitraan strategis dengan UNDP dan menyambut baik kerangka Country Programme Document (CPD) UNDP 2026–2030 yang menempatkan ekonomi biru dan pasar karbon sebagai prioritas strategis. Visi tersebut sejalan dengan lima program prioritas ekonomi biru KKP,” kata Menteri Trenggono dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Trenggono menjelaskan, Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi biru dunia karena menyimpan sekitar 17 persen cadangan karbon biru global. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat konservasi ekosistem pesisir sekaligus mengembangkan pasar karbon.

Untuk mendukung hal itu, KKP mengusulkan perluasan akses pembiayaan iklim melalui optimalisasi Blue Financing Window serta pengembangan Indonesia Critical Marine Habitat Facility (ICMHF) sebagai instrumen pembiayaan berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan.

Selain pembiayaan, pemerintah juga mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan skala kecil melalui program yang telah dijalankan bersama UNDP di Morotai dan Kepulauan Tanimbar. Program tersebut meliputi penguatan tata kelola perikanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penerapan teknologi rendah karbon.

“Keberhasilan proyek JSB seaBLUE menunjukkan bahwa pendekatan ekonomi biru mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. Karena itu, kami berharap model ini dapat direplikasi di berbagai wilayah lain untuk menekan angka kerugian pascapanen, meningkatkan kualitas produk perikanan, sekaligus menurunkan biaya operasional nelayan,” ujar Trenggono.

Sementara itu, Kanni Wignaraja menegaskan UNDP memandang Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi biru di kawasan Asia Pasifik.

Menurutnya, investasi di sektor kelautan tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif bagi masyarakat pesisir.

“Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi biru di kawasan Asia Pasifik. UNDP berkomitmen mendukung upaya Indonesia dalam memperluas pembiayaan inovatif, memperkuat ketahanan masyarakat pesisir, serta mengembangkan investasi berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara bersamaan,” kata Kanni.

UNDP juga menyatakan siap melanjutkan kolaborasi dengan KKP dalam sejumlah program prioritas, termasuk pengembangan pasar karbon biru, konservasi ekosistem laut, penguatan industri rumput laut, serta mobilisasi investasi untuk mendukung pembangunan kelautan berkelanjutan.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rampung 100%, Fly Over Teluk Lamong Siap Beroperasi untuk Perkuat Konektivitas dan Logistik Jawa Timur

29 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kredit Motor di Jakarta Fair 2026? Jangan Sampai Ditolak, Ini 4 Hal yang Wajib Disiapkan

28 Juni 2026 - 12:07 WIB

IPCC Terus Melaju, Pergantian Pimpinan Perkuat Sinergi Ekosistem Kepelabuhanan Nasional

27 Juni 2026 - 10:14 WIB

Pelindo dan Kejati Maluku Perkuat Sinergi, Dorong Pembangunan Terminal Pelabuhan Ambon

27 Juni 2026 - 05:59 WIB

Susunan Baru Direksi PT Pelindo Sinergi Lokaseva untuk Dukung Transformasi dan Tata Kelola Perusahaan

27 Juni 2026 - 05:52 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Throughput 1,2 Juta TEUs, Dorong Jawa Timur Jadi Gerbang Baru Nusantara

26 Juni 2026 - 16:09 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Komunikasi Korporasi yang Kredibel dan Bernilai

26 Juni 2026 - 16:04 WIB

Pelindo Regional 2 Perkuat Kompetensi Insan Humas Hadapi Dinamika Komunikasi Digital

26 Juni 2026 - 16:01 WIB

PT Pelindo Jasa Maritim Berhasil Dukung Mobilisasi Rig Lepas Pantai dari Perairan Balikpapan

26 Juni 2026 - 15:10 WIB

Ekspor Lampung Bergeliat, Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tembus 50 Ribu TEUs

25 Juni 2026 - 19:04 WIB

Trending di ANJUNGAN