Menu

Mode Gelap
Ramaikan GBK, Penonton Pertandingan Persija-Persib Tembus 58.961 Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026 Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang KAI Daop 4 Semarang Siap Layani Mobilitas Masyarakat pada MTQ Nasional XXXI, Penumpang Melonjak Naik KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

RAGAM

Menjelang Doa Bersama 21 Tahun Perjanjian Damai, Masjid Raya dibanjiri Rakyat Aceh

badge-check


 Menjelang Doa Bersama 21 Tahun Perjanjian Damai, Masjid Raya dibanjiri Rakyat Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH — Suasana di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, terasa berbeda menjelang peringatan 21 tahun perdamaian Aceh, Jumat malam, 14 Agustus 2026.

Masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut menjadi salah satu pusat kegiatan dalam menyambut momentum bersejarah 15 Agustus. Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masyarakat dijadwalkan mengikuti zikir dan doa bersama sebagai bagian dari peringatan Hari Damai Aceh.

Tanggal 15 Agustus menjadi momentum penting bagi Aceh karena bertepatan dengan penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, yang menjadi titik balik berakhirnya konflik berkepanjangan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tahun ini, perjalanan perdamaian tersebut memasuki usia 21 tahun.

Di tengah suasana menjelang peringatan tersebut, Masjid Raya Baiturrahman kembali menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk memperkuat doa, persaudaraan dan harapan agar perdamaian Aceh terus terjaga.

Ketua Komisi C MPU Kota Banda Aceh sekaligus Pimpinan Dayah Mini Aceh, Tgk H Umar Rafsanjani, sebelumnya mengimbau jamaah agar menjaga ketertiban dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk berzikir serta berdoa dengan suasana damai.

“Kami harap seluruh pihak mengedepankan sikap saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi,” katanya.

Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar mengajak masyarakat menjadikan peringatan 15 Agustus sebagai momentum refleksi, rasa syukur dan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian serta memperkuat persaudaraan.

Dua puluh satu tahun telah berlalu. Dari konflik menuju damai, dari luka menuju harapan.

” Kini, Masjid Raya Baiturrahman kembali menjadi saksi doa masyarakat Aceh agar perdamaian tetap menjadi warisan untuk generasi mendatang,” ungkap Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar.

Sementara seniman dan budayawan Aceh Putra Gara menilai, momen doa bersama ini dijadikan refleksi “Jalan Pulang” Aceh kepada identitas dan marwahnya.

“Peringatan perjanjian damai ini mengingatkan kita, untuk tetap damai dalam situasi dan kondisi apa pun. Tetapi yang perlu digaris bawahi, damai itu berarti rakyat Aceh harus sejahtera,” kata Gara.*** (Kamaruzzaman)

 

 

Baca Lainnya

Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026

12 September 2026 - 21:25 WIB

Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha

12 September 2026 - 19:04 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang

12 September 2026 - 16:23 WIB

KAI Daop 4 Semarang Siap Layani Mobilitas Masyarakat pada MTQ Nasional XXXI, Penumpang Melonjak Naik

12 September 2026 - 16:18 WIB

Bansos Digital Jangkau 50 Juta Warga

11 September 2026 - 21:31 WIB

Poestaka Betawi Dihidupkan Kembali, Upaya Menyelamatkan Jejak Literasi Betawi

11 September 2026 - 20:30 WIB

Kemarau 2026, Sejumlah Sungai Indonesia Menyusut Ekstrem hingga Dasarnya Terbuka

11 September 2026 - 20:20 WIB

SM Sekper PTP Nonpetikemas Sabet Penghargaan Rising Women Communications Leaders PRIWOLA 2026

11 September 2026 - 19:40 WIB

Akal Sehat dan Pohon Ilmu

11 September 2026 - 19:28 WIB

FIFASTRA Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

11 September 2026 - 18:31 WIB

Trending di EKOBIS