Menu

Mode Gelap
Meriahkan Hari Kemerdekaan RI, KAI Services Regional 6 Yogyakarta Gelar Fun Walk Menjelang Doa Bersama 21 Tahun Perjanjian Damai, Masjid Raya dibanjiri Rakyat Aceh KAI Wisata Hadirkan Promo HUT RI ke-81, Ada Diskon 17% hingga Kereta Panoramic Presiden GPAB: Jika Data Mentan Tidak Utuh, Amran Harus Minta Maaf kepada Rakyat Aceh Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui 81 Tahun Merdeka, Meradjoet Sendja Ajak Generasi Muda Menemukan Kembali Role Model dan Makna Kemerdekaan

RAGAM

Menjelang Doa Bersama 21 Tahun Perjanjian Damai, Masjid Raya dibanjiri Rakyat Aceh

badge-check


 Menjelang Doa Bersama 21 Tahun Perjanjian Damai, Masjid Raya dibanjiri Rakyat Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH — Suasana di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, terasa berbeda menjelang peringatan 21 tahun perdamaian Aceh, Jumat malam, 14 Agustus 2026.

Masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut menjadi salah satu pusat kegiatan dalam menyambut momentum bersejarah 15 Agustus. Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, masyarakat dijadwalkan mengikuti zikir dan doa bersama sebagai bagian dari peringatan Hari Damai Aceh.

Tanggal 15 Agustus menjadi momentum penting bagi Aceh karena bertepatan dengan penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, yang menjadi titik balik berakhirnya konflik berkepanjangan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tahun ini, perjalanan perdamaian tersebut memasuki usia 21 tahun.

Di tengah suasana menjelang peringatan tersebut, Masjid Raya Baiturrahman kembali menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk memperkuat doa, persaudaraan dan harapan agar perdamaian Aceh terus terjaga.

Ketua Komisi C MPU Kota Banda Aceh sekaligus Pimpinan Dayah Mini Aceh, Tgk H Umar Rafsanjani, sebelumnya mengimbau jamaah agar menjaga ketertiban dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk berzikir serta berdoa dengan suasana damai.

“Kami harap seluruh pihak mengedepankan sikap saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi,” katanya.

Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar mengajak masyarakat menjadikan peringatan 15 Agustus sebagai momentum refleksi, rasa syukur dan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian serta memperkuat persaudaraan.

Dua puluh satu tahun telah berlalu. Dari konflik menuju damai, dari luka menuju harapan.

” Kini, Masjid Raya Baiturrahman kembali menjadi saksi doa masyarakat Aceh agar perdamaian tetap menjadi warisan untuk generasi mendatang,” ungkap Paduka Yang Mulia Teungku Malik Mahmud Al Haythar.

Sementara seniman dan budayawan Aceh Putra Gara menilai, momen doa bersama ini dijadikan refleksi “Jalan Pulang” Aceh kepada identitas dan marwahnya.

“Peringatan perjanjian damai ini mengingatkan kita, untuk tetap damai dalam situasi dan kondisi apa pun. Tetapi yang perlu digaris bawahi, damai itu berarti rakyat Aceh harus sejahtera,” kata Gara.*** (Kamaruzzaman)

 

 

Baca Lainnya

Presiden GPAB: Jika Data Mentan Tidak Utuh, Amran Harus Minta Maaf kepada Rakyat Aceh

14 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Perankan Tan Malaka, Tanta Ginting Temukan Banyak Sisi yang Belum Banyak Diketahui

14 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika Era Kolusi Memasuki Senja

14 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KKP dan Turki Perkuat Akses Ekspor, Tujuh Pengolah Ikan Jalani Inspeksi

14 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Gak jadi Satu Rupiah! Tarif Transportasi Umum DKI Jakarta Rp8 pada HUT ke-81 RI

14 Agustus 2026 - 11:40 WIB

Doorprize Umrah bagi Pelanggan Setia FIFGROUP di Hajatan Cabang Syariah 2026

14 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Semarak HUT RI, Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar Perkuat Kolaborasi

14 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Hanya Rp100 Ribu, DAMRI Hubungkan Grand Metropolitan Bekasi dengan Bandara Soekarno-Hatta

14 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor Regional 4, Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Tahun 2026

14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Anggaran Perumahan 2027 Tertekan, Kementerian PKP Ajukan Anggaran Rp106 Triliun

13 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Trending di EKOBIS