Menu

Mode Gelap
Ramaikan GBK, Penonton Pertandingan Persija-Persib Tembus 58.961 Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026 Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang KAI Daop 4 Semarang Siap Layani Mobilitas Masyarakat pada MTQ Nasional XXXI, Penumpang Melonjak Naik KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

RAGAM

Presiden GPAB: Jika Data Mentan Tidak Utuh, Amran Harus Minta Maaf kepada Rakyat Aceh

badge-check


 Presiden GPAB: Jika Data Mentan Tidak Utuh, Amran Harus Minta Maaf kepada Rakyat Aceh Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Presiden Gerakan Pemuda Aceh Bersatu (GPAB), Putra Gara, menilai polemik mengenai anggaran sekitar Rp2,5 triliun Kementerian Pertanian untuk Aceh perlu dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan kesan seolah-olah Pemerintah Aceh menerima dan mengelola dana tersebut secara langsung.

Gara menilai, berdasarkan penjelasan Pemerintah Aceh mengenai mekanisme pengelolaan anggaran, pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mengaitkan besarnya anggaran tersebut dengan kondisi pemulihan pertanian Aceh perlu diklarifikasi secara terbuka.

“Kalau ternyata data yang disampaikan tidak utuh, lalu kemudian membentuk persepsi seolah-olah Pemerintah Aceh atau gubernur menerima Rp2,5 triliun tetapi persoalan di lapangan belum selesai, ini sangat berbahaya. Itu bisa memojokkan Gubernur Aceh dan menyesatkan publik,” ujar Putra Gara.

Menurutnya, masyarakat Aceh berhak mendapatkan informasi secara lengkap mengenai asal anggaran, mekanisme penyaluran, satker pengelola, lokasi program, nilai setiap kegiatan, penerima manfaat, hingga realisasi fisik dan keuangannya.

Gara bahkan menilai, apabila setelah data dibuka ditemukan adanya penyajian informasi yang manipulatif atau menimbulkan kesan yang tidak sesuai dengan fakta, Menteri Pertanian harus berani mengambil tanggung jawab.

“Kalau memang pernyataan Amran ternyata tidak sesuai dengan data sebenarnya, saya kira tidak ada alasan untuk tidak meminta maaf kepada rakyat Aceh. Jangan rakyat Aceh dan gubernurnya yang kemudian menanggung dampak dari informasi yang keliru,” tegasnya.

Ia menambahkan, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar. Namun, kritik harus dibangun di atas data yang benar dan utuh, terlebih menyangkut anggaran negara dan penanganan masyarakat yang terdampak bencana.

“Jangan bermain dengan angka. Kalau Rp2,5 triliun itu benar, bongkar semuanya. Tunjukkan programnya, tunjukkan lokasinya, tunjukkan siapa yang mengelola dan siapa penerimanya. Kalau ada kesalahan dalam penyampaian, akui dan minta maaf,” kata Gara.

Menurut Gara, masyarakat Aceh saat ini tidak membutuhkan perang pernyataan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Yang dibutuhkan adalah transparansi, kepastian pemulihan, dan bukti nyata bahwa bantuan negara benar-benar sampai kepada petani yang terdampak bencana.

“Ini bukan soal membela gubernur atau menyerang menteri. Ini soal kebenaran data dan hak rakyat Aceh untuk mengetahui ke mana uang negara digunakan,” pungkasnya.*** (Jasa)

Baca Lainnya

Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026

12 September 2026 - 21:25 WIB

Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha

12 September 2026 - 19:04 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang

12 September 2026 - 16:23 WIB

KAI Daop 4 Semarang Siap Layani Mobilitas Masyarakat pada MTQ Nasional XXXI, Penumpang Melonjak Naik

12 September 2026 - 16:18 WIB

Bansos Digital Jangkau 50 Juta Warga

11 September 2026 - 21:31 WIB

Poestaka Betawi Dihidupkan Kembali, Upaya Menyelamatkan Jejak Literasi Betawi

11 September 2026 - 20:30 WIB

Kemarau 2026, Sejumlah Sungai Indonesia Menyusut Ekstrem hingga Dasarnya Terbuka

11 September 2026 - 20:20 WIB

SM Sekper PTP Nonpetikemas Sabet Penghargaan Rising Women Communications Leaders PRIWOLA 2026

11 September 2026 - 19:40 WIB

Akal Sehat dan Pohon Ilmu

11 September 2026 - 19:28 WIB

FIFASTRA Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

11 September 2026 - 18:31 WIB

Trending di EKOBIS