Menu ✖

Mode Gelap
Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

RAGAM

Presiden GPAB: Jika Data Mentan Tidak Utuh, Amran Harus Minta Maaf kepada Rakyat Aceh

badge-check


 Presiden GPAB: Jika Data Mentan Tidak Utuh, Amran Harus Minta Maaf kepada Rakyat Aceh Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Presiden Gerakan Pemuda Aceh Bersatu (GPAB), Putra Gara, menilai polemik mengenai anggaran sekitar Rp2,5 triliun Kementerian Pertanian untuk Aceh perlu dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan kesan seolah-olah Pemerintah Aceh menerima dan mengelola dana tersebut secara langsung.

Gara menilai, berdasarkan penjelasan Pemerintah Aceh mengenai mekanisme pengelolaan anggaran, pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang mengaitkan besarnya anggaran tersebut dengan kondisi pemulihan pertanian Aceh perlu diklarifikasi secara terbuka.

“Kalau ternyata data yang disampaikan tidak utuh, lalu kemudian membentuk persepsi seolah-olah Pemerintah Aceh atau gubernur menerima Rp2,5 triliun tetapi persoalan di lapangan belum selesai, ini sangat berbahaya. Itu bisa memojokkan Gubernur Aceh dan menyesatkan publik,” ujar Putra Gara.

Menurutnya, masyarakat Aceh berhak mendapatkan informasi secara lengkap mengenai asal anggaran, mekanisme penyaluran, satker pengelola, lokasi program, nilai setiap kegiatan, penerima manfaat, hingga realisasi fisik dan keuangannya.

Gara bahkan menilai, apabila setelah data dibuka ditemukan adanya penyajian informasi yang manipulatif atau menimbulkan kesan yang tidak sesuai dengan fakta, Menteri Pertanian harus berani mengambil tanggung jawab.

“Kalau memang pernyataan Amran ternyata tidak sesuai dengan data sebenarnya, saya kira tidak ada alasan untuk tidak meminta maaf kepada rakyat Aceh. Jangan rakyat Aceh dan gubernurnya yang kemudian menanggung dampak dari informasi yang keliru,” tegasnya.

Ia menambahkan, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar. Namun, kritik harus dibangun di atas data yang benar dan utuh, terlebih menyangkut anggaran negara dan penanganan masyarakat yang terdampak bencana.

“Jangan bermain dengan angka. Kalau Rp2,5 triliun itu benar, bongkar semuanya. Tunjukkan programnya, tunjukkan lokasinya, tunjukkan siapa yang mengelola dan siapa penerimanya. Kalau ada kesalahan dalam penyampaian, akui dan minta maaf,” kata Gara.

Menurut Gara, masyarakat Aceh saat ini tidak membutuhkan perang pernyataan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Yang dibutuhkan adalah transparansi, kepastian pemulihan, dan bukti nyata bahwa bantuan negara benar-benar sampai kepada petani yang terdampak bencana.

“Ini bukan soal membela gubernur atau menyerang menteri. Ini soal kebenaran data dan hak rakyat Aceh untuk mengetahui ke mana uang negara digunakan,” pungkasnya.*** (Jasa)

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Trending di RAGAM