Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

PERON

Kunjungan Kerja BP BUMN dan Danantara ke KAI, Percepat Transformasi Perkeretaapian Nasional

badge-check


 Kunjungan Kerja BP BUMN dan Danantara ke KAI, Percepat Transformasi Perkeretaapian Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO BPI Danantara Dony Oskaria bersama jajaran melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung, Senin (20/4/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Auditorium Kantor Pusat KAI ini disambut langsung oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin beserta jajaran dalam suasana diskusi yang terbuka dan produktif.

Pertemuan ini menjadi ruang penyelarasan arah pengembangan transportasi massal nasional. Berbagai langkah strategis dibahas, mulai dari peningkatan kapasitas layanan, penguatan jaringan, hingga dampaknya terhadap mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi transportasi massal perlu dipercepat dan KAI ditempatkan sebagai penggerak utama di tingkat nasional.

“Transformasi transportasi massal menjadi harapan Presiden Prabowo, dan dalam hal ini KAI diharapkan menjadi lokomotif utamanya. Karena itu, kebutuhan pengembangan KAI perlu disampaikan secara jelas agar kami dapat memastikan dukungan penuh dari Danantara dan BP BUMN, baik dari sisi pendanaan, kebijakan, maupun penguatan ekosistem, sehingga percepatan transformasi perkeretaapian dapat berjalan lebih terarah dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Dony.

Ia menegaskan bahwa arah pengembangan perkeretaapian difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu keselamatan, kenyamanan, dan konektivitas, sebagai dasar dalam membangun sistem transportasi massal yang andal.

Dalam pembahasan tersebut, pengembangan elektrifikasi menjadi salah satu fokus penting, terutama untuk memperkuat kapasitas angkutan perkotaan. Program ini mencakup peningkatan kapasitas lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, elektrifikasi lintas Cikarang–Cikampek, serta rencana pengembangan Bogor–Cigombong guna menjawab kebutuhan mobilitas yang terus meningkat di kawasan aglomerasi.

Penguatan ini sejalan dengan peran KRL sebagai tulang punggung mobilitas harian dengan volume lebih dari satu juta pelanggan per hari, sehingga peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Selain penguatan di kawasan perkotaan, pengembangan perkeretaapian di luar Pulau Jawa juga menjadi perhatian. KAI mendorong peningkatan kapasitas angkutan berbasis komoditas di Sumatra, ekspansi jaringan logistik di Kalimantan, serta pembukaan potensi jaringan baru di Sulawesi untuk memperluas dampak ekonomi secara nasional.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa KAI terus memperkuat langkah transformasi secara terarah dan terintegrasi.

“KAI memandang perkeretaapian sebagai sistem yang menghubungkan masyarakat, wilayah, dan aktivitas ekonomi. Ketika konektivitas semakin luas, pergerakan masyarakat menjadi lebih mudah dan peluang ekonomi dapat tumbuh lebih merata,” ujar Bobby.

Saat ini, KAI mengelola jaringan sepanjang 7.048 km dengan 599 stasiun aktif serta didukung lebih dari 11.000 sarana yang tersebar di berbagai wilayah operasi. Infrastruktur ini menjadi dasar dalam memperluas jangkauan layanan dan mendekatkan akses transportasi kepada masyarakat .

Transformasi yang dilakukan KAI difokuskan pada peningkatan kapasitas dan modernisasi layanan. Pada sektor perkotaan, kapasitas angkutan KRL diproyeksikan meningkat dari sekitar 1,1 juta menjadi 1,4 juta pelanggan per hari pada tahun 2030, seiring dengan penguatan keandalan sarana dan keselamatan operasional.

Selain itu, KAI juga mengembangkan inovasi teknologi melalui pengenalan Battery Electric Multiple Unit (BEMU) sebagai solusi operasional rendah emisi yang fleksibel untuk lintas yang belum sepenuhnya terelektrifikasi, sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi sektor transportasi.

Upaya transformasi turut diperkuat melalui program peremajaan sarana secara menyeluruh, termasuk rencana penggantian lokomotif dan peningkatan kapasitas angkut untuk menjawab proyeksi pertumbuhan angkutan penumpang dan barang ke depan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, Danantara, dan KAI, transformasi ini diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak langsung dalam kehidupan masyarakat.

“Ketika transportasi massal berkembang dengan baik, akses masyarakat menjadi lebih mudah, distribusi ekonomi semakin lancar, dan kualitas lingkungan dapat terjaga,” tutup Dony.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

KAI Kooperatif dalam Proses Hukum dan Pastikan Pendampingan bagi Masinis Terkait Insiden Bekasi Timur

29 September 2026 - 20:09 WIB

Cegah Gangguan Perjalanan, KAI Daop 1 Rawat Rel, Wesel, Jembatan hingga LAA

29 September 2026 - 18:59 WIB

Trending di PERON