Wartatrans.com, BANDA ACEH – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka ruang dialog dengan Pemerintah Aceh terkait pengelolaan gas dari Blok Andaman.
Pemerintah pusat menegaskan akan mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan daerah tanpa mengabaikan aspek keekonomian proyek.

Dalam keterangannya di Banda Aceh, Bahlil menyatakan usulan Pemerintah Aceh agar gas Blok Andaman diolah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, masih dalam tahap pembahasan.
“Kita harus mencari solusi yang win-win. Keputusan tidak bisa diambil hanya berdasarkan keinginan satu pihak, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek ekonomi dan kelayakan investasi,” ujar Bahlil.
Sikap tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat tetap membuka ruang komunikasi dengan Pemerintah Aceh mengenai masa depan pengelolaan gas Andaman.
Pemerintah Aceh sebelumnya mengusulkan agar pengolahan gas dilakukan di darat melalui KEK Arun sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta mendorong tumbuhnya industri hilir migas.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama SKK Migas juga telah menyepakati revisi Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman. Revisi tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kepentingan Aceh sekaligus menjaga keberlanjutan investasi migas di kawasan tersebut.
Blok Andaman merupakan salah satu kawasan migas paling prospektif di Indonesia. Pengembangannya diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan energi nasional sekaligus menjadi peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi Aceh apabila dikelola secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.*** (Kamaruzzaman)


























