Menu

Mode Gelap
Dari Belajar Membedakan Rasa Kacang, Cokelat dan Jeruk, Sakinah Menekuni Dunia Cupping dan Roasting Kopi Swasembada 8 Komoditas, Politik Pangan Prabowo Mulai Berbuah Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun, Kebijakan Prabowo Mulai Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja Bertekat Benahi MBG, Kepala BGN Perketat Pengawasan MBG, 1.999 Dapur SPPG Dihentikan Sementara Presiden Prabowo Memuji SBY dan Berterima Kasih Atas Pidato ‘Kritik Tajam’ AHY Jakarta Turunkan 6.500 Km Kabel, Babak Baru Ketahanan Infrastruktur

RAGAM

KKP Latih 5.153 Calon Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih

badge-check


 KKP Latih 5.153 Calon Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pelatihan manajerial bagi 5.153 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) selama hampir dua pekan, mulai 17 hingga 29 Juli 2026.

Pelatihan dilaksanakan secara serentak di 10 satuan pendidikan TNI yang berada di Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Sidoarjo.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan KNMP dapat berjalan secara produktif, profesional, dan berkelanjutan.

“Ini adalah awal lahirnya generasi pertama pengelola Kampung Nelayan Merah Putih Indonesia. Mereka akan menjadi penggerak pembangunan yang bekerja bersama masyarakat untuk membangun ekonomi pesisir,” kata Nyoman saat membuka pelatihan di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga ditujukan untuk menjadikan kawasan pesisir sebagai pusat ekonomi modern berbasis perikanan.

Program tersebut dirancang dilengkapi berbagai fasilitas usaha secara terpadu, mulai dari pabrik es, cold storage, sentra kuliner, bengkel kapal, hingga kios perbekalan nelayan.

Karena itu, keberhasilan KNMP tidak semata diukur dari jumlah fasilitas yang dibangun, melainkan kemampuan pengelola dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Fasilitas yang baik tidak akan berarti tanpa SDM yang mampu mengelolanya. Karena itu, pelatihan ini menjadi bentuk keseriusan KKP menyiapkan pengelola yang profesional, mampu bekerja sama, dan siap mendampingi masyarakat agar KNMP benar-benar tumbuh sebagai pusat ekonomi baru di kawasan pesisir,” ujarnya.

Dalam program tersebut, para peserta dipersiapkan untuk mengisi empat posisi utama, yakni Manajer Operasional, Kepala Produksi, Penjamin Mutu, dan Administrasi Keuangan. Keempat jabatan tersebut akan bekerja secara terpadu dalam menjalankan operasional kawasan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi kompetensi umum, pembelajaran teknis sesuai bidang tugas, serta penguatan kepemimpinan dan kemampuan pemberdayaan masyarakat. KKP juga melibatkan tenaga pelatih, praktisi, dan para ahli untuk memberikan pembekalan berbasis pengalaman lapangan.

Sebelum pelatihan nasional dimulai, BPPSDM KP telah menyiapkan 573 tenaga pelatih melalui program Training of Trainers dan Microteaching yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026 di Makassar, Bandung, Surabaya, dan Bogor.

Seluruh pelatih mendapatkan penyamaan persepsi terhadap 28 modul pelatihan guna memastikan standar pembelajaran yang seragam di seluruh lokasi.

Kepala Pusat Pelatihan KP, Joni Haryadi D, mengatakan para pengelola KNMP nantinya diharapkan tidak hanya menjalankan operasional kawasan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

“Pengelola KNMP nantinya bukan hanya menjalankan operasional kawasan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat kelembagaan masyarakat, dan menghadirkan manfaat nyata bagi nelayan,” kata Joni.

Pelaksanaan pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KKP, Kementerian Pertahanan, PT Agrinas Jaladri Nusantara, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi lintas sektor itu dinilai penting untuk memastikan seluruh pengelola memiliki kompetensi yang sama sebelum ditugaskan di berbagai lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia.(fahmi)

Baca Lainnya

Bertekat Benahi MBG, Kepala BGN Perketat Pengawasan MBG, 1.999 Dapur SPPG Dihentikan Sementara

10 September 2026 - 18:59 WIB

Presiden Prabowo Memuji SBY dan Berterima Kasih Atas Pidato ‘Kritik Tajam’ AHY

10 September 2026 - 18:38 WIB

Partai Demokrat Jadikan Usia Peraknya untuk Refleksi, Memperkuat Pengabdian, dan Menghadirkan Solusi atas Masalah Bangsa.

10 September 2026 - 17:31 WIB

Pengusaha Online Keluhkan Paket Rusak, Minta J&T Express Perketat Pengawasan

10 September 2026 - 15:05 WIB

IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 - 15:03 WIB

FIFGROUP Raih TOP GRC Awards 2026, Bukti Komitmen Tata Kelola Berkelanjutan 

10 September 2026 - 14:56 WIB

Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat

10 September 2026 - 09:25 WIB

Isu Penempatan 80 Ribu Warga Transmigran di ALA Dibantah, Armen Desky: Itu Hoaks dan Saya Tidak Pernah Menyatakan Hal Tersebut

10 September 2026 - 08:56 WIB

Kejaksaan Negeri Langsa Laksanakan  ‎TAHAP II Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembagunan  ‎Jembatan Kawasan Wisata Hutan MANGROVE ‎

10 September 2026 - 04:55 WIB

Tani Merdeka Indonesia Dukung dan Apresiasi DPR Setujui RUU Reforma Agraria Jadi Usul Inisiatif

9 September 2026 - 20:43 WIB

Trending di RAGAM