Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

PERISTIWA

PARADOCS #2 “Run Wild” Siap Guncang TIM: Dorong Keberanian dan Keliaran Kreatif Seniman Jakarta

badge-check


 PARADOCS #2 “Run Wild” Siap Guncang TIM: Dorong Keberanian dan Keliaran Kreatif Seniman Jakarta Perbesar

Wartatrans, JAKARTA — Taman Ismail Marzuki (TIM) kembali menghadirkan pameran seni rupa tahunan PARADOCS di Galeri Oesman Effendi, mulai 25 November hingga 1 Desember 2025. Memasuki penyelenggaraan edisi kedua, pameran bertajuk “Run Wild” ini menekankan pentingnya keberanian seniman dalam melampaui batas dan formula yang sudah mapan.

Pameran digelar bertepatan dengan perayaan ulang tahun TIM pada November serta momentum Hari Pahlawan, sehingga menjadi ajang refleksi mengenai seni sebagai ruang perjuangan dan kebebasan berekspresi.

Suasana pameran PARADOCS #2 – TIM Jakarta Pusat.

Kurator Firman Lie menjelaskan bahwa PARADOCS diambil dari konsep para-document, yaitu cara melihat seni bukan hanya sebagai arsip atau catatan, tetapi sebagai peristiwa yang terus bergerak dan bernegosiasi dengan konteks sosial, budaya, politik, hingga batin penciptanya.

“Paradocs mengajak publik membaca seni melalui ketaksaan, intuisi, dan vibrasi gagasan yang membuka ruang interpretasi lebih luas,” ujar Firman.

Tema Run Wild dipilih untuk menyoroti dinamika seniman yang harus menghadapi ritme Jakarta yang serba cepat, hierarkis, dan penuh tekanan struktural. Menurut kurator, keliaran kreatif justru menjadi ruang bagi seniman untuk tetap sehat secara emosional dan intelektual.

“Run Wild bukan ajakan untuk chaos, tetapi keberanian untuk tetap jujur pada proses dan kebebasan batin. Seni tetap membutuhkan ruang liar untuk bernapas,” tegas Firman.

Sejak berdiri pada 1968, TIM menjadi pusat pergerakan seni modern Indonesia. Namun pascarevitalisasi 2020–2022, muncul pertanyaan baru mengenai peran institusi ini:

  • Apakah TIM masih menjadi ruang dialog penciptaan?
  • Bagaimana posisinya di tengah maraknya ruang seni independen?
  • Mampukah TIM tetap mengakomodasi eksperimen radikal seniman?

Paradocs #2 hadir untuk membuka kembali percakapan tersebut.

Pameran ini menampilkan seniman lintas generasi dari dua ekosistem seni rupa utama Jakarta: akademisi Fakultas Seni Rupa IKJ dan perupa independen dari komunitas Peruja.

Rindy Ketua Peruja.

“Pertemuan ini menjadi eksperimen kuratorial yang mempertemukan metodologi akademik dengan spontanitas dan energi komunitas, sekaligus mencerminkan kondisi ekosistem seni Jakarta yang terus berkembang dan dinegosiasikan,” terang Rindy, ketua Peruja.

Lebih jauh Rindi menjelaskan, Paradocs dirancang sebagai program tahunan yang bertujuan:

• Menghadirkan ruang dialog lintas disiplin dan generasi
• Menyediakan dokumentasi alternatif bagi seni Jakarta
• Menghidupkan kembali fungsi TIM sebagai ruang pemikiran seni

“Bagi kami Paradocs bukan hanya pameran, tetapi juga upaya membaca dan merawat dinamika kesenian,” ungkap Rindy lagi, mengakhiri.*** (Ham)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM