Menu

Mode Gelap
Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga InJourney Airports Kebut Persiapan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Layanan Perdana Umrah di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta Berjalan Lancar KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga

PERISTIWA

PARADOCS #2 “Run Wild” Siap Guncang TIM: Dorong Keberanian dan Keliaran Kreatif Seniman Jakarta

badge-check


 PARADOCS #2 “Run Wild” Siap Guncang TIM: Dorong Keberanian dan Keliaran Kreatif Seniman Jakarta Perbesar

Wartatrans, JAKARTA — Taman Ismail Marzuki (TIM) kembali menghadirkan pameran seni rupa tahunan PARADOCS di Galeri Oesman Effendi, mulai 25 November hingga 1 Desember 2025. Memasuki penyelenggaraan edisi kedua, pameran bertajuk “Run Wild” ini menekankan pentingnya keberanian seniman dalam melampaui batas dan formula yang sudah mapan.

Pameran digelar bertepatan dengan perayaan ulang tahun TIM pada November serta momentum Hari Pahlawan, sehingga menjadi ajang refleksi mengenai seni sebagai ruang perjuangan dan kebebasan berekspresi.

Suasana pameran PARADOCS #2 – TIM Jakarta Pusat.

Kurator Firman Lie menjelaskan bahwa PARADOCS diambil dari konsep para-document, yaitu cara melihat seni bukan hanya sebagai arsip atau catatan, tetapi sebagai peristiwa yang terus bergerak dan bernegosiasi dengan konteks sosial, budaya, politik, hingga batin penciptanya.

“Paradocs mengajak publik membaca seni melalui ketaksaan, intuisi, dan vibrasi gagasan yang membuka ruang interpretasi lebih luas,” ujar Firman.

Tema Run Wild dipilih untuk menyoroti dinamika seniman yang harus menghadapi ritme Jakarta yang serba cepat, hierarkis, dan penuh tekanan struktural. Menurut kurator, keliaran kreatif justru menjadi ruang bagi seniman untuk tetap sehat secara emosional dan intelektual.

“Run Wild bukan ajakan untuk chaos, tetapi keberanian untuk tetap jujur pada proses dan kebebasan batin. Seni tetap membutuhkan ruang liar untuk bernapas,” tegas Firman.

Sejak berdiri pada 1968, TIM menjadi pusat pergerakan seni modern Indonesia. Namun pascarevitalisasi 2020–2022, muncul pertanyaan baru mengenai peran institusi ini:

  • Apakah TIM masih menjadi ruang dialog penciptaan?
  • Bagaimana posisinya di tengah maraknya ruang seni independen?
  • Mampukah TIM tetap mengakomodasi eksperimen radikal seniman?

Paradocs #2 hadir untuk membuka kembali percakapan tersebut.

Pameran ini menampilkan seniman lintas generasi dari dua ekosistem seni rupa utama Jakarta: akademisi Fakultas Seni Rupa IKJ dan perupa independen dari komunitas Peruja.

Rindy Ketua Peruja.

“Pertemuan ini menjadi eksperimen kuratorial yang mempertemukan metodologi akademik dengan spontanitas dan energi komunitas, sekaligus mencerminkan kondisi ekosistem seni Jakarta yang terus berkembang dan dinegosiasikan,” terang Rindy, ketua Peruja.

Lebih jauh Rindi menjelaskan, Paradocs dirancang sebagai program tahunan yang bertujuan:

• Menghadirkan ruang dialog lintas disiplin dan generasi
• Menyediakan dokumentasi alternatif bagi seni Jakarta
• Menghidupkan kembali fungsi TIM sebagai ruang pemikiran seni

“Bagi kami Paradocs bukan hanya pameran, tetapi juga upaya membaca dan merawat dinamika kesenian,” ungkap Rindy lagi, mengakhiri.*** (Ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tangis Haru Iringi Peresmian Akses Enang-Enang, Gotong Royong Akhiri Keterisolasian Warga

2 Juli 2026 - 16:23 WIB

Kepala BNN RI Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026 - 13:08 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Yayasan HAkA Dampingi Perempuan Beutong Bersatu Bangun Kemandirian Ekonomi

2 Juli 2026 - 11:24 WIB

Pemko Subulussalam Dikritik: Ikut Kegiatan APEKSI di Medan di Tengah Keterbatasan Anggaran

2 Juli 2026 - 11:20 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

IKAC Salurkan Bantuan Pangan untuk Ratusan Warga, Kolaborasi dengan Kecamatan Arjawinangun Perkuat Kepedulian Sosial

2 Juli 2026 - 10:08 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Trending di SENI BUDAYA