Menu

Mode Gelap
Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Catatan Halimah Munawir: Saatnya Sistem Otonomi Pesantren Dievaluasi Siswa SMPIT Raudhatul Muttaqin Tampilkan Harmoni Budaya Nusantara Peninjauan Lokasi Sidang Sengketa, Tanah 5,25 Meter Jadi Objek Perselisihan KAI Dukung Penuh Investigasi KNKT Atas Kejadian di Stasiun Bekasi Timur Sinergi TPK Berlian–TKBM Tanjung Perak Tingkatkan Kompetensi 835 Pekerja Pelabuhan

PERON

Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Tembus 3,25 Juta, KAI: Permintaan Perjalanan Terus Meningkat

badge-check


 Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Tembus 3,25 Juta, KAI: Permintaan Perjalanan Terus Meningkat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkat seiring bertambahnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.

Hingga 16 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket tercatat 3.250.246 tiket atau 72,2 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal selama periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Dengan capaian tersebut, masih tersedia sekitar 1.248.450 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa tren perjalanan masyarakat mulai terlihat sejak awal periode Angkutan Lebaran.

“Permintaan perjalanan dengan kereta api mulai meningkat sejak pertengahan Maret. Data penjualan menunjukkan masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal, terutama pada layanan kereta api jarak jauh,” ujar Anne.

Untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket tercatat 2.976.853 tiket atau 83,3 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Artinya, masih terdapat sekitar 594.907 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik.

Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket mencapai 273.393 tiket atau 29,5 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Masih terdapat sekitar 653.543 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket kereta lokal umumnya meningkat mendekati waktu keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan.

Selama lima hari pertama masa Angkutan Lebaran KAI, yakni 11 hingga 15 Maret 2026, KAI telah melayani 760.209 pelanggan pada layanan Kereta Api Jarak Jauh.

Adapun okupansi harian Kereta Api Jarak Jauh tercatat sebagai berikut:

• 11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7%)
• 12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2%)
• 13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4%)
• 14 Maret: 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7%)
• 15 Maret: 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (110,6%)

Anne menjelaskan bahwa okupansi yang melampaui 100 persen terjadi karena adanya pola perjalanan dinamis, yaitu pelanggan naik dan turun di stasiun perantara.

“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Pola ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” jelas Anne.

Berdasarkan data sementara hingga 16 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, pergerakan penumpang kereta api jarak jauh masih tinggi. Pada hari ini diperkirakan 156.762 pelanggan akan melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh atau 95,9 persen dari total kapasitas 163.432 tempat duduk yang disediakan.

Sejumlah kereta api dengan tingkat permintaan tinggi pada periode Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.

Meski demikian, masyarakat masih dapat menemukan ketersediaan tempat duduk pada sejumlah layanan seperti KA Argo Lawu relasi Gambir–Solo, KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, serta KA Kaligung relasi Cirebon Prujakan–Semarang Poncol.

Anne menambahkan bahwa pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif perjalanan dengan menyesuaikan jadwal keberangkatan, memilih relasi berbeda, atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan (connecting train) untuk mendapatkan pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Dengan kapasitas perjalanan yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat merencanakan perjalanan Lebaran sejak dini agar perjalanan mudik berlangsung lebih nyaman, terencana, dan menyenangkan bersama kereta api,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Dukung Penuh Investigasi KNKT Atas Kejadian di Stasiun Bekasi Timur

9 Mei 2026 - 08:30 WIB

WFH Berlaku, Volume Penumpang Commuter Line Jabodetabek Turun 9 Persen

8 Mei 2026 - 16:27 WIB

KAI Services Buka Lowongan Pramugara dan Pramugari Kereta Api, Simak Syaratnya

7 Mei 2026 - 23:25 WIB

KAI Catat Peningkatan Pekerja Bersertifikasi demi Operasional Kereta Api yang Andal

7 Mei 2026 - 23:00 WIB

Demi Memangkas Waktu, Nyawa Dipertaruhkan di Perlintasan Kereta Api

7 Mei 2026 - 22:48 WIB

KAI Tutup 1.329 Perlintasan Liar Sejak 2021, Imbau Pengguna Jalan Disiplin di Perlintasan Sebidang

7 Mei 2026 - 09:59 WIB

KAI Lanjutkan Pendampingan Korban Insiden Bekasi Timur, 17 Pelanggan Masih Dirawat

6 Mei 2026 - 22:29 WIB

Penutupan Perlintasan Liar, Upaya Bersama Jaga Keselamatan Perjalanan KA

6 Mei 2026 - 10:26 WIB

KAI Services Luncurkan Kampanye #BerawalDariKantor, Ajak Pegawai Pilah Sampah dari Rumah

6 Mei 2026 - 07:16 WIB

KAI Gelar Tahlilan dan Doa Bersama, Menguatkan Pelanggan dan Keluarga Korban Insiden KRL-KAJJ

6 Mei 2026 - 06:22 WIB

Trending di PERON