Menu ✖

Mode Gelap
ACC Hadir Dengan Promo Menarik di OJK FinExpo 2026 PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan di Tujuh Daerah Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031 Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

Uncategorized

Pesantren Pegayon Masih Gelap Tanpa Listrik Pasca Bencana

badge-check


 Pesantren Pegayon Masih Gelap Tanpa Listrik Pasca Bencana Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH — Hingga Jumat (16/1/2026), Pesantren Pegayon yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara masih mengalami pemadaman listrik total pasca bencana longsor dan banjir yang melanda kawasan tersebut.

Pesantren Pegayon yang berdiri sejak tahun 2019 ini berlokasi di Dusun Buntul Sara Ine, Desa Seni Antara, Kecamatan Permata,

Kabupaten Bener Meriah. Sejak terjadinya bencana, aliran listrik ke lingkungan pesantren belum kembali menyala, sehingga aktivitas belajar mengajar berlangsung dalam kondisi gelap gulita.

Kepala sekolah Pesantren Pegayon, Mila Andayani, menyampaikan bahwa ketiadaan listrik sangat mengganggu proses pendidikan, terutama di ruang kelas. “Akses belajar mengajar sangat terganggu karena tidak adanya listrik.

Anak-anak terpaksa belajar dalam kondisi minim penerangan,” ujarnya.

Pihak pesantren mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kecamatan Permata serta kepada pihak PLN Kabupaten Bener Meriah. Namun hingga pertengahan Januari 2026, belum ada respons ataupun tindak lanjut dari pihak PLN.

Ironisnya, menurut pihak pesantren, aliran listrik di desa-desa sekitar yang berada di sisi kiri dan kanan pesantren sudah kembali normal. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya pengabaian terhadap Pesantren Pegayon.

“Kami sangat berharap kepada pihak PLN agar segera membantu memulihkan aliran listrik di pesantren kami. Sangat disayangkan jika anak-anak harus terus belajar dalam gelap,” harap Mila handayani.

Hingga berita ini diturunkan, Pesantren Pegayon masih menanti perhatian dan tindakan nyata dari pihak terkait agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

INKA Buka Suara soal KRL CLI-225 Bermasalah, Perbaikan Dipercepat

28 Oktober 2026 - 17:16 WIB

IPCM Catat Pertumbuhan Pendapatan 5,33% hingga Kuartal III 2026

28 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Chairil Gibran Ramadhan Perjuangkan Film Biografi Ismail Marzuki

24 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Demonstrasi AMSR di Semarang Disertai Aksi Vandalisme

23 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

20 Oktober 2026 - 10:48 WIB

​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober

19 Oktober 2026 - 10:09 WIB

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trending di Uncategorized