Menu

Mode Gelap
ASDP Sterilisasi Pelabuhan Merak, Perkuat Keselamatan dan Keamanan Kawasan Belajar dari Insiden KA Malabar, KAI Daop 1 Jakarta: Disiplin di Perlintasan Lindungi Nyawa dan Perjalanan Ketua Fraksi PKS DPRD Depok: Depok Darurat LGBT DDII Kota Depok Mendukung Gerakan Dakwah di Parlemen Depok Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia  Kota Depok Lakukan Silaturahmi Dakwah ke Sekretaris Fraksi PKS dan Anggota DPRD Kota Depok I.League Berlakukan 3.000 Menit Bermain Jadi Insentif Finansial Bagi Pesepakbola Muda

Uncategorized

Pesantren Pegayon Masih Gelap Tanpa Listrik Pasca Bencana

badge-check


 Pesantren Pegayon Masih Gelap Tanpa Listrik Pasca Bencana Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH — Hingga Jumat (16/1/2026), Pesantren Pegayon yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara masih mengalami pemadaman listrik total pasca bencana longsor dan banjir yang melanda kawasan tersebut.

Pesantren Pegayon yang berdiri sejak tahun 2019 ini berlokasi di Dusun Buntul Sara Ine, Desa Seni Antara, Kecamatan Permata,

Kabupaten Bener Meriah. Sejak terjadinya bencana, aliran listrik ke lingkungan pesantren belum kembali menyala, sehingga aktivitas belajar mengajar berlangsung dalam kondisi gelap gulita.

Kepala sekolah Pesantren Pegayon, Mila Andayani, menyampaikan bahwa ketiadaan listrik sangat mengganggu proses pendidikan, terutama di ruang kelas. “Akses belajar mengajar sangat terganggu karena tidak adanya listrik.

Anak-anak terpaksa belajar dalam kondisi minim penerangan,” ujarnya.

Pihak pesantren mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kecamatan Permata serta kepada pihak PLN Kabupaten Bener Meriah. Namun hingga pertengahan Januari 2026, belum ada respons ataupun tindak lanjut dari pihak PLN.

Ironisnya, menurut pihak pesantren, aliran listrik di desa-desa sekitar yang berada di sisi kiri dan kanan pesantren sudah kembali normal. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya pengabaian terhadap Pesantren Pegayon.

“Kami sangat berharap kepada pihak PLN agar segera membantu memulihkan aliran listrik di pesantren kami. Sangat disayangkan jika anak-anak harus terus belajar dalam gelap,” harap Mila handayani.

Hingga berita ini diturunkan, Pesantren Pegayon masih menanti perhatian dan tindakan nyata dari pihak terkait agar aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bandara Husein Mulai Layani Pesawat Jet dengan 12 Rute Domestik

14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

“Duta” Radio Rimba Raya Hadiri Transformasi Kreator Indonesia di RRI Pusat

13 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Raup Suara Mayoritas Tantan Sulthon Nakhodai PWI Jabar Periode 2026-2031

13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Trending di Uncategorized