Menu ✖

Mode Gelap
Kereta Petani dan Pedagang Layani 42,3 Ribu Pengguna di Lintas Merak–Rangkasbitung Politikus PSI Dian Sandi: Putusan MK Bukti Negara Tidak Dikelola Amatiran HUT ke-79 Korpasgat, Donor Darah Serentak Digelar di Lhokseumawe Pemerintah Resmi Terbitkan Perpres No. 27 Tahun 2026 Terkait Ojol Via wondr, BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private TJSL Bandara Soekarno-Hatta, Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat

NASIONAL

Presiden Prabowo: Pemerintah telah Jalankan 121 Kebijakan Transformatif

badge-check


 Presiden Prabowo Pidato di Gedung MPR, Jumat (14/8/2026) foto: BPMI Setpres (Ist) Perbesar

Presiden Prabowo Pidato di Gedung MPR, Jumat (14/8/2026) foto: BPMI Setpres (Ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Presiden menyampaikan, dalam 21 bulan sejak dirinya mengucapkan sumpah pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif.

Presiden menguraikan, 121 kebijakan transformatif tersebut dijalankan dalam 663 hari pemerintahan atau rata-rata satu kebijakan transformatif setiap lima hari.

Adapun kebijakan-kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” tutur Presiden dikutip dari laman setkab.go.id.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari keberanian mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas, serta gotong royong seluruh unsur bangsa.

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah belum menyatakan seluruh persoalan bangsa telah selesai.

“Tetapi dalam waktu kurang dari dua tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan,” jabarnya.

Salah satu capaian yang disampaikan Presiden adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal empat hingga lima tahun.

Delapan komoditas tersebut antara lain beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

“Dalam mendukung capaian tersebut, Pemerintah telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen,” kata dia.

Presiden menyampaikan, kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan keuntungan PT Pupuk Indonesia sebesar 252,8 persen.

Di sektor energi, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia mulai mewujudkan swasembada solar melalui produksi diesel dengan campuran biodiesel B50.

Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri dan berhasil menghemat devisa sebesar Rp170 triliun atau sekitar USD9,5 miliar.

“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” tegas Presiden.

Dia juga menekankan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjalankan mandat rakyat dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

“Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan rakyat,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia bukan pekerjaan Presiden seorang diri, melainkan hasil kerja bersama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh rakyat Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan sejumlah capaian lainnya, antara lain pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih, operasional 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, perbaikan 71.744 sekolah pada 2026, serta perluasan layanan Cek Kesehatan Gratis yang hingga kini telah menjangkau 108 juta orang.

Dia juga menegaskan, pemerintah tidak boleh berpuas diri karena masih terdapat berbagai persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari kemiskinan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, hingga penertiban pertambangan ilegal dan penyelundupan.

“Selama pekerjaan itu masih ada, Pemerintah dan seluruh lembaga negara tidak boleh berpuas diri,”  katanya.

Presiden menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak semata-mata ditujukan untuk satu masa jabatan, melainkan untuk meletakkan fondasi bagi masa depan Indonesia.

“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” tutupnya. (omy)

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

KKP Perketat Perlindungan dan Perekrutan Awak Kapal Perikanan

5 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Tanjung Lesung Kini Terhubung Dengan Bandara Soekarno-Hatta Melalui Layanan DAMRI

4 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Cegah Risiko Kecelakaan, IPC TPK Berikan Layanan Kesehatan dan Kacamata Gratis bagi Sopir Truk

3 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

IPCC Raih Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026 Kategori Infrastruktur Logistik & Transportasi

2 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Trending di ANJUNGAN