Menu

Mode Gelap
Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores Besok, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Berkumandang Serentak di 37 Bandara InJourney Airports Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

RAGAM

Raden Syafei, Jejak Sunyi Islam di Muara Beres

badge-check


 Raden Syafei, Jejak Sunyi Islam di Muara Beres Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Di Muara Beres, Cibinong, sejarah kerap hadir dalam bentuk yang sederhana. Ia tidak selalu tercatat rapi dalam arsip atau buku pelajaran, tetapi hidup dalam nama, tempat, dan ingatan masyarakat. Salah satu jejak itu adalah nama Syafei yang melekat pada Masjid Al-Atiqiyah—sebuah penanda sunyi tentang seorang tokoh Islam awal bernama Raden Syafei.

Masjid Al-Atiqiyah dikenal sebagai salah satu masjid tua di kawasan Cibinong. Bagi warga setempat, masjid ini bukan hanya pusat ibadah, melainkan juga ruang ingatan. Nama Syafei yang terpatri di dalamnya dipercaya merujuk pada Raden Syafei, sosok yang berperan penting dalam perkembangan Islam di Muara Beres pada masa awal.

Raden Syafei disebut dalam tradisi sejarah lokal sebagai ulama sekaligus bangsawan Sunda, dengan garis keturunan yang terhubung dengan Kerajaan Sunda Pajajaran. Ia hidup pada masa peralihan penting, ketika pengaruh lama perlahan bergeser dan Islam mulai mengakar di Tatar Sunda. Dalam posisi sosial yang strategis itu, Raden Syafei menjadi jembatan antara tradisi dan keyakinan baru.

Islam yang berkembang di Muara Beres bukanlah Islam yang datang dengan penolakan terhadap masa lalu. Melalui tokoh-tokoh seperti Raden Syafei, ajaran Islam disampaikan secara bertahap, menyatu dengan budaya dan adat setempat. Dakwah dilakukan melalui keteladanan dan pengaruh sosial, bukan dengan paksaan. Pola inilah yang membuat Islam diterima dan bertahan kuat hingga kini.

Jejak Raden Syafei memang tidak banyak ditemukan dalam bentuk naskah tertulis. Namun, sejarah lokal kerap bertahan melalui simbol dan ingatan kolektif. Masjid Al-Atiqiyah menjadi salah satu simbol itu—sebuah ruang yang merekam peran tokoh yang bekerja dalam senyap, tetapi meninggalkan dampak panjang bagi kehidupan keagamaan masyarakat.

Hari ini, Cibinong dikenal sebagai wilayah dengan kehidupan Islam yang kuat dan dinamis. Masjid-masjid tumbuh, tradisi keagamaan terawat, dan praktik Islam menyatu dengan budaya lokal. Semua itu merupakan hasil dari proses panjang yang dirintis oleh para tokoh masa lalu, termasuk Raden Syafei.

Menulis kembali kisah Raden Syafei bukan sekadar upaya mengenang sejarah. Ia adalah cara untuk memahami akar, agar masyarakat tidak tercerabut dari perjalanan panjang yang membentuknya. Dalam konteks ini, sejarah lokal menjadi penting—bukan sebagai pelengkap sejarah besar, melainkan sebagai fondasi identitas.

Raden Syafei mungkin tidak dikenal luas di luar Muara Beres. Namun, melalui masjid, tradisi, dan ingatan warga, namanya tetap hidup. Ia menjadi pengingat bahwa sejarah sering kali dibangun oleh tokoh-tokoh yang tidak banyak disebut, tetapi jasanya terus dirasakan lintas generasi.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Gempa M6,4 Simalungun Terasa hingga Aceh Tengah, Warga Berhamburan Keluar Rumah

15 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilannya

15 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Trending di RAGAM