Menu

Mode Gelap
Dirut KAI Dampingi Menteri PKP dan COO Danantara Tinjau Kawasan Bantaran Rel, Percepatan Inventarisasi dan Penataan Dijalankan Lebih 32 Juta Pelanggan, Rekor Tertinggi KAI Group dalam 5 Tahun Terakhir Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Kembalikan Motor Hasil Pencurian Pada Pemilik ASDP Jaga Layanan Lintas Sumatera-Jawa-Bali di Libur Long Weekend Paskah Kemenhub Apresiasi Operator Kendaraan Angkutan Barang yang Tertib Aturan Neno Warisman Buka Pameran “Betawie Punye Yahye” Karya Yahya TS

RAGAM

Rayakan Hari Disabilitas Internasional, IPC TPK Perkuat Pemberdayaan Tunanetra di Jambi

badge-check


 Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan oleh Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK (kanan) kepada Intan Amini, Ketua Yayasan Keluarga Teman Kecil (kiri). Foto istimewa/IPC TPK Perbesar

Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan oleh Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK (kanan) kepada Intan Amini, Ketua Yayasan Keluarga Teman Kecil (kiri). Foto istimewa/IPC TPK

Pembukaan Program TJSL Pelatihan Inklusif untuk mencetak Terapis Tunanetra Unggul (Terang) di wilayah Jambi. Foto istimewa/IPC TPK

Wartatrans.com, JAMBI – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menggelar Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelatihan Inklusif untuk Mencetak Terapis Tunanetra Unggul (TERANG). Pelatihan yang berlangsung pada 3–5 Desember 2025 di Dinas Sosial Kota Jambi ini diikuti oleh 16 peserta tunanetra.

Program ini terlaksana melalui kolaborasi IPC TPK bersama Dinas Sosial Kota Jambi dan Yayasan Keluarga Teman Kecil Jambi, dengan peserta berasal dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Jambi. Sinergi ini menjadi wujud nyata bagaimana perusahaan, pemerintah, dan komunitas dapat berperan aktif membangun ekosistem yang lebih inklusif serta membuka akses pemberdayaan yang setara bagi penyandang disabilitas. Pelatihan TERANG diselenggarakan dalam total durasi 15 jam pembelajaran, mencakup pendalaman teknik pijat untuk berbagai keluhan tubuh seperti sakit kepala, nyeri pinggang, insomnia, vitalitas tubuh, serta penanganan keluhan umum seperti masuk angin.

“Dinas Sosial menyambut baik dan berterima kasih kepada IPC TPK atas penyelenggaraan kegiatan ini. Kami berharap kedepannya bisa di kembali diadakan pelatihan serupa agar dapat mulai meningkatkan taraf hidup perekonomian kawan-kawan disabilitas di Jambi sehingga mereka dapat mengelola jalan hidupnya dengan lebih baik.” ujar Edriansyah SH, MM, Sekretaris Dinas Sosial Kota Jambi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2024, tercatat lebih dari 17,8 juta warga Indonesia adalah penyandang disabilitas. Sepertiga dari jumlah penyandang disabilitas tersebut belum menamatkan pendidikan dasar. Selain itu, partisipasi kerja penyandang disabilitas di Tanah Air hanya 23,94%.

Sebagai pelatihan tingkat lanjutan, program TERANG dirancang untuk memperdalam teknik pijat profesional agar para peserta dapat memberikan layanan yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Untuk memperkuat kemandirian pasca program, IPC TPK juga memberikan dukungan peralatan kerja berupa kasur pijat, minyak pijat, krim pijat, dan kain pijat sehingga para peserta dapat langsung mengembangkan praktik kerja mandiri. Selain itu peserta juga menerima sertifikat pelatihan yang diterbitkan oleh Dinas Sosial Kota Jambi. Fasilitasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan melalui pemberdayaan kelompok rentan.

“Program TERANG bukan hanya tentang pelatihan, tetapi tentang membuka kesempatan yang lebih luas bagi para penyandang disabilitas untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonominya. Harapannya, keterampilan lanjutan ini dapat membantu para terapis tunanetra memberikan layanan yang semakin berkualitas sekaligus memperkuat kemandirian mereka,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.

IPC TPK akan terus menghadirkan program TJSL yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip ESG, khususnya aspek Sosial dan penguatan DEI (Diversity, Equity & Inclusion) di lingkungan masyarakat untuk memastikan bahwa keberlanjutan tidak hanya bicara operasional, tetapi juga tentang manusia di dalamnya.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ASDP Jaga Layanan Lintas Sumatera-Jawa-Bali di Libur Long Weekend Paskah

5 April 2026 - 18:07 WIB

Atas Intervensi Presiden Prabowo, Makam Serka Anumerta M. Nur Ichwan Digeser dari TPU ke TMP

5 April 2026 - 16:19 WIB

Teater Puisi “Sengkewe Sepanjang Musim” Hidupkan Ruang Publik Takengon

5 April 2026 - 08:15 WIB

Walikota Pekalongan Menentang Kebijakan WFH Pemerintah Pusat, Ada Apa ? 

4 April 2026 - 23:21 WIB

Sedekah Sumur Bor ke-8 Dimulai, Warga Bidari Aceh Utara Sambut Harapan Baru

4 April 2026 - 21:02 WIB

Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa

4 April 2026 - 18:18 WIB

Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air

4 April 2026 - 17:52 WIB

Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z

4 April 2026 - 16:03 WIB

Penumpang Angkutan Laut Lebaran Naik 9,86%, Tembus 2,02 Juta

4 April 2026 - 15:21 WIB

Kuota Diskon Tiket Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpang

4 April 2026 - 15:13 WIB

Trending di ANJUNGAN