Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029 Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah Perang Apparel Piala Dunia 2026: Hegemoni, Inovasi, dan Cuan Raksasa di Panggung 11 Miliar Dolar Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari Rp80 Triliun Subsidi Mobil Listrik, Industri Untung Rakyat Tetap Naik Motor

RAGAM

Rayakan Hari Disabilitas Internasional, IPC TPK Perkuat Pemberdayaan Tunanetra di Jambi

badge-check


 Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan oleh Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK (kanan) kepada Intan Amini, Ketua Yayasan Keluarga Teman Kecil (kiri). Foto istimewa/IPC TPK Perbesar

Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan oleh Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK (kanan) kepada Intan Amini, Ketua Yayasan Keluarga Teman Kecil (kiri). Foto istimewa/IPC TPK

Pembukaan Program TJSL Pelatihan Inklusif untuk mencetak Terapis Tunanetra Unggul (Terang) di wilayah Jambi. Foto istimewa/IPC TPK

Wartatrans.com, JAMBI – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menggelar Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelatihan Inklusif untuk Mencetak Terapis Tunanetra Unggul (TERANG). Pelatihan yang berlangsung pada 3–5 Desember 2025 di Dinas Sosial Kota Jambi ini diikuti oleh 16 peserta tunanetra.

Program ini terlaksana melalui kolaborasi IPC TPK bersama Dinas Sosial Kota Jambi dan Yayasan Keluarga Teman Kecil Jambi, dengan peserta berasal dari Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Jambi. Sinergi ini menjadi wujud nyata bagaimana perusahaan, pemerintah, dan komunitas dapat berperan aktif membangun ekosistem yang lebih inklusif serta membuka akses pemberdayaan yang setara bagi penyandang disabilitas. Pelatihan TERANG diselenggarakan dalam total durasi 15 jam pembelajaran, mencakup pendalaman teknik pijat untuk berbagai keluhan tubuh seperti sakit kepala, nyeri pinggang, insomnia, vitalitas tubuh, serta penanganan keluhan umum seperti masuk angin.

“Dinas Sosial menyambut baik dan berterima kasih kepada IPC TPK atas penyelenggaraan kegiatan ini. Kami berharap kedepannya bisa di kembali diadakan pelatihan serupa agar dapat mulai meningkatkan taraf hidup perekonomian kawan-kawan disabilitas di Jambi sehingga mereka dapat mengelola jalan hidupnya dengan lebih baik.” ujar Edriansyah SH, MM, Sekretaris Dinas Sosial Kota Jambi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2024, tercatat lebih dari 17,8 juta warga Indonesia adalah penyandang disabilitas. Sepertiga dari jumlah penyandang disabilitas tersebut belum menamatkan pendidikan dasar. Selain itu, partisipasi kerja penyandang disabilitas di Tanah Air hanya 23,94%.

Sebagai pelatihan tingkat lanjutan, program TERANG dirancang untuk memperdalam teknik pijat profesional agar para peserta dapat memberikan layanan yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Untuk memperkuat kemandirian pasca program, IPC TPK juga memberikan dukungan peralatan kerja berupa kasur pijat, minyak pijat, krim pijat, dan kain pijat sehingga para peserta dapat langsung mengembangkan praktik kerja mandiri. Selain itu peserta juga menerima sertifikat pelatihan yang diterbitkan oleh Dinas Sosial Kota Jambi. Fasilitasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan melalui pemberdayaan kelompok rentan.

“Program TERANG bukan hanya tentang pelatihan, tetapi tentang membuka kesempatan yang lebih luas bagi para penyandang disabilitas untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonominya. Harapannya, keterampilan lanjutan ini dapat membantu para terapis tunanetra memberikan layanan yang semakin berkualitas sekaligus memperkuat kemandirian mereka,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.

IPC TPK akan terus menghadirkan program TJSL yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi perusahaan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip ESG, khususnya aspek Sosial dan penguatan DEI (Diversity, Equity & Inclusion) di lingkungan masyarakat untuk memastikan bahwa keberlanjutan tidak hanya bicara operasional, tetapi juga tentang manusia di dalamnya.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelabuhan Patimban Mulai Layani Rute Peti Kemas Internasional ke Malaysia

12 Juli 2026 - 15:46 WIB

Anwar Aras: Gen Z Harus Kuasai Media Digital untuk Menebar Dakwah

12 Juli 2026 - 15:44 WIB

Paradoks Sampah: Swedia Sudah Impor Limbah, RI Kebakaran TPA Hingga 10 Hari

12 Juli 2026 - 15:12 WIB

Normalisasi Ciliwung Telan Anggaran Rp300 M: 1 RT Pasti Hilang, Banjir Belum Tentu 

12 Juli 2026 - 15:05 WIB

390 Ton Logam Tanah Jarang Bocor, Hilirisasi Indonesia Sangat Dipertanyakan

12 Juli 2026 - 15:01 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna

11 Juli 2026 - 15:35 WIB

PTP Nonpetikemas Paparkan Strategi ESG dan DEI pada IDEAS Conference 2026

11 Juli 2026 - 11:18 WIB

Wali Kota Langsa Serahkan Seragam Sekolah Gratis bagi Anak Yatim Piatu di Langsa Lama

11 Juli 2026 - 01:56 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Trending di RAGAM