Menu ✖

Mode Gelap
PNM Tanam 5.850 Pohon Endemik, Perkuat Upaya Pelestarian Lingkungan di Tujuh Daerah Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031 Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

RAGAM

Relief di Kaki Borobudur yang Disembunyikan

badge-check


 Relief di Kaki Borobudur yang Disembunyikan Perbesar

Wartatrans.com, MAGELANG — Candi Borobudur berdiri megah di Magelang, Jawa Tengah. Jutaan orang datang untuk melihatnya dari kejauhan, memutari lorong-lorongnya, lalu naik ke puncak stupa. Namun tak banyak yang tahu: di bagian paling bawah candi ini, ada kisah yang sengaja disembunyikan.
Namanya Karmawibhangga.

Ia adalah kaki asli Borobudur. Di sanalah terpahat sekitar 160 panel relief yang menggambarkan hukum sebab akibat—karma—dengan cara yang keras dan gamblang. Tidak simbolik. Tidak metaforis. Relief-relief ini memperlihatkan pembunuhan, kekerasan, siksaan neraka, hingga perilaku manusia yang dianggap cabul pada zamannya.

Semua dipahat apa adanya.
Tak lama setelah Borobudur selesai dibangun pada abad ke-8 atau ke-9, bagian kaki ini justru ditutup rapat. Ribuan batu andesit disusun menutupi relief-relief tersebut. Alasan resminya sederhana: untuk memperkuat struktur candi agar tidak amblas.

Tapi tak semua sejarawan puas dengan penjelasan itu. Isi Karmawibhangga dinilai terlalu ekstrem untuk dipertontonkan kepada masyarakat luas. Ajarannya lurus, tapi caranya frontal. Bisa jadi, penutupan ini adalah bentuk kompromi: antara pesan moral Buddha yang keras, norma sosial masyarakat saat itu, dan kepentingan menjaga kesakralan bangunan.

Selama berabad-abad, kaki Borobudur itu terkubur. Hingga akhir abad ke-19, ketika pemerintah kolonial membuka penutupnya sementara untuk keperluan dokumentasi.

Tahun 1890, fotografer Jawa Kassian Cephas mengabadikan relief-relief tersembunyi tersebut. Foto-foto hitam-putihnya kini menjadi saksi penting tentang sisi Borobudur yang jarang dibicarakan. Tak lama setelah itu, batu penutup kembali dipasang. Karmawibhangga kembali menghilang.

Hari ini, hanya sebagian kecil relief yang bisa dilihat pengunjung. Sisanya tetap terkunci di balik batu.

Karmawibhangga mengingatkan bahwa Borobudur bukan hanya monumen keindahan dan meditasi. Ia juga kitab batu yang berani menunjukkan sisi gelap manusia—tentang akibat dari keserakahan, kekerasan, dan nafsu.
Barangkali, justru karena itulah ia ditutup.

Borobudur memilih menampilkan ketenangan di permukaan, sementara pelajaran paling keras disimpan di dasar. Seolah ingin berkata: pencerahan memang indah, tapi perjalanan menuju ke sana tak selalu nyaman.*** (Priyo)

Sumber:
Balai Konservasi Borobudur
UNESCO World Heritage Centre

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rekomendasi Pra-Munas APPSI, Sudaryono Diusung Kembali Jadi Ketua Umum 2026-2031

3 November 2026 - 01:39 WIB

Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan

2 November 2026 - 21:18 WIB

Jalin Kerja Sama dengan RS Pusat Pertamina, DAMRI Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Karyawan

2 November 2026 - 20:10 WIB

Pelindo Regional 4 Peduli, Salurkan Air Bersih untuk Warga Pesisir Makassar

2 November 2026 - 20:03 WIB

Pemuda Kalai Anim Didorong Kuasai Jurnalistik, Suarakan Aspirasi Kampung Lewat Media

2 November 2026 - 15:53 WIB

Formas dan BNPB Bahas Uji Coba Kembali Cairan Penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan

2 November 2026 - 14:19 WIB

H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pendidikan Politik Kewarganegaraan, Diikuti 300 Peserta dari Berbagai Kecamatan di Kabupaten Bogor

2 November 2026 - 13:22 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

Teuku Iskandar Muda pimpin ORARI Bener Meriah, Muslok pertama tetapkan arah organisasi

1 November 2026 - 17:52 WIB

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

Trending di PERISTIWA